Latest Post
24.6.14
10 Juli, Rute Harian Jakarta – Paris Bakal Dioperasikan Air France
Selasa, 24 Juni 2014 | 24.6.14
Mulai 10 Juli mendatang, layanan penerbangan harian antara Jakarta dan Paris-Charles de Gaulle dengan pemberhentian di Singapura bakal dioperasikan Air France. Dalam penerbangan rute tersebut, calon penumpang dari Jakarta juga akan dapat menikmati layanan penerbangan Air France untuk melakukan perjalanan antara Jakarta dan Singapura.
“Untuk merayakan destinasi barunya, para calon penumpang dapat menikmati promosi khusus all-in fare dari Jakarta ke Singapura mulai dari US$100 dan dari Jakarta ke Paris/Eropa mulai dari US$999 untuk economy class,” ungkap pihak Air France dalam pers rilisnya.
Tarif promo premium economy class yang dikenakan dalam rute tersebut sebesar US$2.269 dan US$3.460 untuk business class. Tarif promosi ini berlaku untuk pemesanan hingga 30 Juni dengan pilihan waktu perjalanan mulai 10 Juli hingga 31 Desember 2014.
“Penerbangan akan dioperasikan dengan Boeing 777-300 yang dilengkapi dengan 303 kursi. Termasuk delapan kursi pada kabin eksklusif la première, 67 kursi di business class, 28 kursi di premium economy class dan 200 kursi di economy class. Air France akan menjadi satu-satunya maskapai yang menawarkan premium economy kabin pada rute ini,” ungkap Marketing Coordinator Air France-KLM Indonesia Cynthia Chandra.
Rute baru ini akan melengkapi jadwal penerbangan yang ditawarkan oleh KLM Royal Dutch Airlines di Indonesia yang melayani penerbangan harian dari Jakarta melalui Kuala Lumpur ke Amsterdam-Schiphol, dan dari Denpasar melalui Singapura ke Amsterdam- Schiphol dan sebaliknya.
Sumber
“Untuk merayakan destinasi barunya, para calon penumpang dapat menikmati promosi khusus all-in fare dari Jakarta ke Singapura mulai dari US$100 dan dari Jakarta ke Paris/Eropa mulai dari US$999 untuk economy class,” ungkap pihak Air France dalam pers rilisnya.
Tarif promo premium economy class yang dikenakan dalam rute tersebut sebesar US$2.269 dan US$3.460 untuk business class. Tarif promosi ini berlaku untuk pemesanan hingga 30 Juni dengan pilihan waktu perjalanan mulai 10 Juli hingga 31 Desember 2014.
“Penerbangan akan dioperasikan dengan Boeing 777-300 yang dilengkapi dengan 303 kursi. Termasuk delapan kursi pada kabin eksklusif la première, 67 kursi di business class, 28 kursi di premium economy class dan 200 kursi di economy class. Air France akan menjadi satu-satunya maskapai yang menawarkan premium economy kabin pada rute ini,” ungkap Marketing Coordinator Air France-KLM Indonesia Cynthia Chandra.
Rute baru ini akan melengkapi jadwal penerbangan yang ditawarkan oleh KLM Royal Dutch Airlines di Indonesia yang melayani penerbangan harian dari Jakarta melalui Kuala Lumpur ke Amsterdam-Schiphol, dan dari Denpasar melalui Singapura ke Amsterdam- Schiphol dan sebaliknya.
Sumber
Labels:
Berita
23.6.14
Wings Air Buka Penerbangan Bandung - Semarang
Senin, 23 Juni 2014 | 23.6.14
TRIBUNNEWS.COM, BANDUNG - Lion Group melalui anak perusahaannya yakni maskapai penerbangan Wings Air membuka jalur penerbangan baru Semarang-Bandung-Semarang.
Untuk melayani rute ini, Wings Air akan menggunakan pesawat ATR 72-500/600 yang mempunyai kapasitas tempat duduk sebanyak 72 kursi.
Jadwal keberangkatan Wings Air Semarang-Bandung berangkat dari Bandara Ahmad Yani pukul 16.05 dan tiba di Bandara Hussein Sastranegara pukul 17.15. Keberangkatan dari Bandara Husein Sastranegara pukul 17.40 dan tiba di bandara Ahmad Yani pukul 18.50.
"Dengan dibukanya jalur penerbangan ini, diharapkan dapat mempermudah dan menghemat waktu bagi masyarakat Bandung yang akan ke Semarang dan sebaliknya," kata Direktur Operasional Wings Air, Kapten Redi Irawan pada acara Launching Wings Air Bandung-Semarang di Bandara Husein Sastranegara, Jumat (20/6).
Wings Air mempunyai total 27 pesawat ATR 72-500 dan ATR 72-600 dan berencana membuka jalur penerbangan baru seperti di NTB dan NTT untuk jalur penerbangan Lombok-Bima dan Kupang-Larantuka. (tif)
Sumber
Untuk melayani rute ini, Wings Air akan menggunakan pesawat ATR 72-500/600 yang mempunyai kapasitas tempat duduk sebanyak 72 kursi.
Jadwal keberangkatan Wings Air Semarang-Bandung berangkat dari Bandara Ahmad Yani pukul 16.05 dan tiba di Bandara Hussein Sastranegara pukul 17.15. Keberangkatan dari Bandara Husein Sastranegara pukul 17.40 dan tiba di bandara Ahmad Yani pukul 18.50.
"Dengan dibukanya jalur penerbangan ini, diharapkan dapat mempermudah dan menghemat waktu bagi masyarakat Bandung yang akan ke Semarang dan sebaliknya," kata Direktur Operasional Wings Air, Kapten Redi Irawan pada acara Launching Wings Air Bandung-Semarang di Bandara Husein Sastranegara, Jumat (20/6).
Wings Air mempunyai total 27 pesawat ATR 72-500 dan ATR 72-600 dan berencana membuka jalur penerbangan baru seperti di NTB dan NTT untuk jalur penerbangan Lombok-Bima dan Kupang-Larantuka. (tif)
Sumber
Labels:
Berita
23.6.14
Pengamat: Ada Peran Aktif Kemenhub dalam Krisis Penerbangan Indonesia
Pengamat penerbangan Dudi Sudibyo menilai, ada peran aktif dari Kementerian Perhubungan dalam menciptakan krisis dunia penerbangan Indonesia yang ditandai dengan maskapai Tigerair Mandala yang berhenti beroperasi 1 Juli 2014.
Dia menyebut, Kementerian Perhubungan memberikan kemudahan izin operasional bagi maskapai yang hanya memiliki dua unit pesawat, utamanya pada dekade 2000-an saat penerbangan Low Cost Carriers (LCC) mulai marak.
“Hal itu menyebabkan iklim dunia usaha penerbangan berjadwal menjadi tidak sehat karena sewaktu-waktu maskapai tersebut bisa saja berhenti melayani rute penerbangan yang telah diizinkan karena bisa terdampak kenaikan bahan bakar maupun depresiasi mata uang rupiah terhadap dolar,” kata Dudi seperti dilansir Bisnis.com.
Dia menyebut, semestinya ada ketentuan minimal maskapai harus punya lima pesawat saat mulai beroperasi jika mau sehat. “Bisa dua unit milik sendiri, tiga unit sewa atau sebaliknya dua sewa, tiga milik sendiri. Jadi tidak seenaknya seperti saat ini,” katanya.
Dudi menilai, utilitas pesawat bisa dimaksimalkan untuk mendorong pendapatan maskapai dengan adanya lima pesawat. Jadi, maskapai bisa bertahan jika ada kenaikan bahan bakar maupun depresiasi nilai tukar mata uang rupiah terhadap dolar AS.
“Selain merevisi aturan tentang jumlah minimal armada, lanjutnya, perlu juga dibuat suatu aturan yang mewajibkan maskapai penerbangan untuk menyimpan dana jaminan dengan besaran jumlah tertentu pada sebuah lembaga keuangan,” kata dia.
Dana jaminan itu katanya, bisa digunakan sewaktu-waktu untuk membayar pesangon karyawan jika maskapai tersebut memutuskan untuk berhenti beroperasi sehingga nasib karyawan tidak terombang-ambing seperti yang dialami maskapai Batavia Air.
Dia juga menekankan pentingnya perbaikan infrastruktur fisik di bandara maupun sistem navigasi lalu lintas udara agar pesawat tidak berlama-lama mengantre saat masih di udara maupun di bandara karena bisa menyebabkan pemborosan bahan bakar. “Jika aturan mendasar yang bisa mendorong maskapai penerbangan di Indonesia lebih kuat tidak disiapkan, maka dalam era Open Sky 2015 maskapai dalam negeri sulit bersaing dengan maskapai dari luar,” tambahnya.
Sumber
Dia menyebut, Kementerian Perhubungan memberikan kemudahan izin operasional bagi maskapai yang hanya memiliki dua unit pesawat, utamanya pada dekade 2000-an saat penerbangan Low Cost Carriers (LCC) mulai marak.
“Hal itu menyebabkan iklim dunia usaha penerbangan berjadwal menjadi tidak sehat karena sewaktu-waktu maskapai tersebut bisa saja berhenti melayani rute penerbangan yang telah diizinkan karena bisa terdampak kenaikan bahan bakar maupun depresiasi mata uang rupiah terhadap dolar,” kata Dudi seperti dilansir Bisnis.com.
Dia menyebut, semestinya ada ketentuan minimal maskapai harus punya lima pesawat saat mulai beroperasi jika mau sehat. “Bisa dua unit milik sendiri, tiga unit sewa atau sebaliknya dua sewa, tiga milik sendiri. Jadi tidak seenaknya seperti saat ini,” katanya.
Dudi menilai, utilitas pesawat bisa dimaksimalkan untuk mendorong pendapatan maskapai dengan adanya lima pesawat. Jadi, maskapai bisa bertahan jika ada kenaikan bahan bakar maupun depresiasi nilai tukar mata uang rupiah terhadap dolar AS.
“Selain merevisi aturan tentang jumlah minimal armada, lanjutnya, perlu juga dibuat suatu aturan yang mewajibkan maskapai penerbangan untuk menyimpan dana jaminan dengan besaran jumlah tertentu pada sebuah lembaga keuangan,” kata dia.
Dana jaminan itu katanya, bisa digunakan sewaktu-waktu untuk membayar pesangon karyawan jika maskapai tersebut memutuskan untuk berhenti beroperasi sehingga nasib karyawan tidak terombang-ambing seperti yang dialami maskapai Batavia Air.
Dia juga menekankan pentingnya perbaikan infrastruktur fisik di bandara maupun sistem navigasi lalu lintas udara agar pesawat tidak berlama-lama mengantre saat masih di udara maupun di bandara karena bisa menyebabkan pemborosan bahan bakar. “Jika aturan mendasar yang bisa mendorong maskapai penerbangan di Indonesia lebih kuat tidak disiapkan, maka dalam era Open Sky 2015 maskapai dalam negeri sulit bersaing dengan maskapai dari luar,” tambahnya.
Sumber
Labels:
Berita
23.6.14
Perkuat Jaringan, Etihad Buka Penerbangan ke Zurich
Maskapai penerbangan Etihad Airways telah meluncurkan layanan penerbangan nonstop antara Abu Dhabi dan Zurich di Swiss. Rute ini memperkuat posisi Zurich sebagai hub transportasi udara di Eropa, sekaligus memperluas jaringan rute penerbangan Etihad setelah sebelumnya perusahaan sudah melayani penerbangan ke Geneva.
“Swiss terus mengalami peningkatan menjadi pasar perjalanan yang penting bagi Etihad Airways dan menjadi mitra perdagangan besar bagi Uni Emirat Arab,” kata Chief Executive Officer Etihad Airways James Hogan.
Pada penerbangan ke Geneva dan Zurich, Etihad Airways mengoperasikan pesawat Airbus A330-300 yang berkapasitas 231 kursi, terbagi dalam tiga kelas kabin, meliputi delapan kursi first class, 32 kursi kelas bisnis, dan 191 kursi kelas ekonomi.
Sumber
“Swiss terus mengalami peningkatan menjadi pasar perjalanan yang penting bagi Etihad Airways dan menjadi mitra perdagangan besar bagi Uni Emirat Arab,” kata Chief Executive Officer Etihad Airways James Hogan.
Pada penerbangan ke Geneva dan Zurich, Etihad Airways mengoperasikan pesawat Airbus A330-300 yang berkapasitas 231 kursi, terbagi dalam tiga kelas kabin, meliputi delapan kursi first class, 32 kursi kelas bisnis, dan 191 kursi kelas ekonomi.
Sumber
Labels:
Berita
22.6.14
Citilink Indonesia akan Tambah Frekuensi Penerbangan ke Jambi
Minggu, 22 Juni 2014 | 22.6.14
Untuk memenuhi permintaan penumpang yang meningkat, maskapai penerbangan berbiaya rendah Citilink Indonesia akan menambah frekuensi penerbangan antara Jakarta dan Jambi maupun sebaliknya. Saat ini rute tersebut dilayani satu kali dalam sehari, tapi mulai 1 Juli 2014 akan ditambah menjadi dua kali sehari.
District Sales Manager Citilink Indonesia Jambi Diaz Pebianto menuturkan, tambahan penerbangan ini merupakan upaya perusahaan untuk memenuhi kebutuhan transportasi udara bagi masyarakat yang terus meningkat. “Selain itu juga untuk mempermudah perjalanan masyarakat Jambi,” katanya.
Anak perusahaan Garuda Indonesia itu sekarang beroperasi dengan mengandalkan 25 pesawat Airbus A320. Sepanjang tahun ini Citilink akan kedatangan delapan pesawat Airbus A320, satu di antaranya sudah masuk ke dalam armada perusahaan belum lama ini, sehingga maskapai penerbangan ini akan mengakhiri tahun 2014 dengan 32 pesawat.
Sumber
District Sales Manager Citilink Indonesia Jambi Diaz Pebianto menuturkan, tambahan penerbangan ini merupakan upaya perusahaan untuk memenuhi kebutuhan transportasi udara bagi masyarakat yang terus meningkat. “Selain itu juga untuk mempermudah perjalanan masyarakat Jambi,” katanya.
Anak perusahaan Garuda Indonesia itu sekarang beroperasi dengan mengandalkan 25 pesawat Airbus A320. Sepanjang tahun ini Citilink akan kedatangan delapan pesawat Airbus A320, satu di antaranya sudah masuk ke dalam armada perusahaan belum lama ini, sehingga maskapai penerbangan ini akan mengakhiri tahun 2014 dengan 32 pesawat.
Sumber
Labels:
Berita
22.6.14
September, Harga Tiket KA Ekonomi Naik
JAKARTA - Anggaran Kementerian Perhubungan dalam APBN Perubahan 2014 mengalami pemangkasan setelah disetujui oleh Komisi V DPR. Hal ini secara otomatis berakibat pada pengurangan besaran untuk Public Service Obligation (PSO) angkutan kereta api kelas ekonomi bersubsidi.
Sebelumnya, berdasarkan Kontrak PSO Nomor PL.102/A.41/DJKA/3/14 dan Nomor HK.221/III/1/KA-2014 tanggal 3 Maret 2014, besaran PSO adalah Rp1,224 triliun. Kini setelah mengalami pengurangan sebesar Rp352 miliar maka besaran PSO untuk penumpang KA ekonomi menjadi Rp871 miliar.
Dalam keterangan tertulis, Minggu (22/6/2014), pengurangan anggaran tersebut berdampak pada tarif untuk KA Ekonomi Jarak Jauh dan Jarak Sedang kembali ke tarif normal nonsubsidi terhitung mulai keberangkatan KA bulan September 2014. Sedangkan untuk tarif KA Jarak Dekat atau Lokal dan KRD untuk sementara belum dikembalikan ke tarif normal nonsubsidi sampai dengan 31 Desember 2014.
Adapun penyesuaian tarif tersebut dilakukan untuk dapat menjaga kelanjutan pelayanan yang diberikan kepada masyarakat pengguna jasa KA, sehingga masyarakat tetap dapat menggunakan jasa KA sebagai pilihan moda transportasi massal yang aman, nyaman, bebas macet, dan ramah lingkungan.
Selain itu, untuk meningkatkan pelayanan dan memberikan kenyamanan dengan mengurangi antrean pembelian tiket di stasiun, mulai 1 September 2014 PT KAI menetapkan kebijakan tarif pemesanan atau pembelian tiket di stasiun dan di channel eksternal adalah sama. Dengan demikian, masyarakat tidak perlu repot-repot untuk mendatangi stasiun jika ingin melakukan pemesanan atau pembelian tiket KA.
Sumber
Sebelumnya, berdasarkan Kontrak PSO Nomor PL.102/A.41/DJKA/3/14 dan Nomor HK.221/III/1/KA-2014 tanggal 3 Maret 2014, besaran PSO adalah Rp1,224 triliun. Kini setelah mengalami pengurangan sebesar Rp352 miliar maka besaran PSO untuk penumpang KA ekonomi menjadi Rp871 miliar.
Dalam keterangan tertulis, Minggu (22/6/2014), pengurangan anggaran tersebut berdampak pada tarif untuk KA Ekonomi Jarak Jauh dan Jarak Sedang kembali ke tarif normal nonsubsidi terhitung mulai keberangkatan KA bulan September 2014. Sedangkan untuk tarif KA Jarak Dekat atau Lokal dan KRD untuk sementara belum dikembalikan ke tarif normal nonsubsidi sampai dengan 31 Desember 2014.
Adapun penyesuaian tarif tersebut dilakukan untuk dapat menjaga kelanjutan pelayanan yang diberikan kepada masyarakat pengguna jasa KA, sehingga masyarakat tetap dapat menggunakan jasa KA sebagai pilihan moda transportasi massal yang aman, nyaman, bebas macet, dan ramah lingkungan.
Selain itu, untuk meningkatkan pelayanan dan memberikan kenyamanan dengan mengurangi antrean pembelian tiket di stasiun, mulai 1 September 2014 PT KAI menetapkan kebijakan tarif pemesanan atau pembelian tiket di stasiun dan di channel eksternal adalah sama. Dengan demikian, masyarakat tidak perlu repot-repot untuk mendatangi stasiun jika ingin melakukan pemesanan atau pembelian tiket KA.
Sumber
Labels:
Berita
22.6.14
Wings Air Resmi Terbangi Semarang - Bandung
Maskapai penerbangan Wings Air yang merupakan anak perusahaan Lion Group resmi menerbangi rute Semarang-Bandung pada Jumat (20/6) sebagai salah satu langkah agresif mereka dalam meningkatkan jumlah penumpang.
Ditemui di sela-sela pembukaan rute baru itu Direktur Operasional Wings Air Kapten Redi Irawan mengatakan, rute itu bakal diterbangi dengan pesawat ATR 72-500/600 itu dengan kapasitas tempat duduk sebanyak 72 kursi dengan nomor penerbangan IW 1897.
”Sementara ini frekuensi penerbangan masih sekali dalam sehari. Namun optimistis ke depan kami akan meningkatkan kapasitas penumpang dengan menambah frekuensi penerbangan untuk jalur tersebut,” ungkapnya seperti dilansir suaramerdeka.com
Adapun jadwal keberangkatan dari Bandara Ahmad Yani pukul 16.05 WIB dan tiba di Bandung pukul 17.15 WIB. Adapun keberangkatan dari Bandara Husein Sastranegara pukul 17.40 WIB dan tiba lagi di Semarang pukul 18.50 WIB.
“Potensi pasar yang sangat bagus menjadi alasan Wings Air dalam membuka rute baru Semarang-Bandung PP tersebut. Jadi setelah ditinggalkan Merpati Air, rute itu kosong. Kekosongan rute inilah yang kami manfaatkan sekarang,” tuturnya.
Dengan 72 tempat duduk 100 persen terisi, dalam penerbangan perdana Wings Air Semarang-Bandung itu, maskapai, kata Redi, berencana akan meningkatkan frekuensi menjadi dua kali dalam sehari untuk ke depannya.
“Selain membuka rute Semarang-Bandung, Wings Air juga berencana membuka jalur-jalur penerbangan baru seperti jalur penerbangan dari Semarang ke Kalimantan, maupun rute di NTB dan NTT. Kalau dari Semarang, ke Pangkalan Bun kami rasa cukup potensial, sedangkan di luar Jawa dalam waktu dekat kami akan buka jalur Lombok-Bima dan Kupang-Larantuka,” imbuh Redi.
Sumber
Ditemui di sela-sela pembukaan rute baru itu Direktur Operasional Wings Air Kapten Redi Irawan mengatakan, rute itu bakal diterbangi dengan pesawat ATR 72-500/600 itu dengan kapasitas tempat duduk sebanyak 72 kursi dengan nomor penerbangan IW 1897.
”Sementara ini frekuensi penerbangan masih sekali dalam sehari. Namun optimistis ke depan kami akan meningkatkan kapasitas penumpang dengan menambah frekuensi penerbangan untuk jalur tersebut,” ungkapnya seperti dilansir suaramerdeka.com
Adapun jadwal keberangkatan dari Bandara Ahmad Yani pukul 16.05 WIB dan tiba di Bandung pukul 17.15 WIB. Adapun keberangkatan dari Bandara Husein Sastranegara pukul 17.40 WIB dan tiba lagi di Semarang pukul 18.50 WIB.
“Potensi pasar yang sangat bagus menjadi alasan Wings Air dalam membuka rute baru Semarang-Bandung PP tersebut. Jadi setelah ditinggalkan Merpati Air, rute itu kosong. Kekosongan rute inilah yang kami manfaatkan sekarang,” tuturnya.
Dengan 72 tempat duduk 100 persen terisi, dalam penerbangan perdana Wings Air Semarang-Bandung itu, maskapai, kata Redi, berencana akan meningkatkan frekuensi menjadi dua kali dalam sehari untuk ke depannya.
“Selain membuka rute Semarang-Bandung, Wings Air juga berencana membuka jalur-jalur penerbangan baru seperti jalur penerbangan dari Semarang ke Kalimantan, maupun rute di NTB dan NTT. Kalau dari Semarang, ke Pangkalan Bun kami rasa cukup potensial, sedangkan di luar Jawa dalam waktu dekat kami akan buka jalur Lombok-Bima dan Kupang-Larantuka,” imbuh Redi.
Sumber
Labels:
Berita