Latest Post
28.11.13

Saat berada di lingkungan bandar udara kita akan menjumpai bangunan yang menjulang tinggi layaknya mercusuar, atau saat pesawat akan mendarat, ketika terbang rendah Anda akan melihat sebuah menara. Inilah yang sering disebut dengan Menara ATC atau Tower.
Lantas, tahukah Anda apa pekerjaan orang yang berada di tower? Secara sederhana ATS (Air Traffic Service) adalah pemandu lalu lintas di udara. Namun, sejalan dengan fungsinya, ATS merupakan lembaga yang berdiri sendiri, yang awalnya masih bergabung dengan BUMN, yaitu Angkasa Pura I (di wilayah timur) dan Angkasa Pura II (di wilayah barat).
“AirNav” merupakan lembaga baru yang secara resmi didirikan pada 13 September 2012, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono telah menandatangani Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 77 Tahun 2012 tentang Pembentukan Perum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia.
Berdasarkan amanat dalam UU Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan, pengelolaan pelayanan navigasi penerbangan harus dipisahkan dari pengelolaan bandar udara, sehingga AirNav Indonesia mengemban tugas dan tanggung jawab untuk fokus melaksanakan pelayanan navigasi penerbangan di seluruh wilayah ruang udara Indonesia guna menjamin pemberian pelayanan yang selamat, teratur dan efisien.
“Namun, Perum ini diresmikan pada 16 Januari lalu; yang menetapkan Menteri BUMN sebagai menteri teknis dan Menteri Kementerian Perhubungan sebagai pihak regulasi berikut ketentuannya,” tegas Amran Director of Air Traffic Management Perum LPPNPI.
Mengapa Berlabel AirNav?
Amran menyatakan nama resminya adalah LPPNPI (Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia) kemudian dinamai Air Navigation Indonesia yang disingkat AirNav Indonesia. Hal ini untuk memudahkan penyebutan Perum baru ini.
Sesuai dengan PP 77/2012, modal pembentukan Perum LPPNPI adalah Rp 97,95 miliar yang berasal dari pengalihan barang milik negara pada Kementerian Perhubungan yang pengadaannya bersumber dari dana APBN Tahun 2010 dan 2011. Sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP), ada masa pengalihan tugas seperti pengalihan pusat pelayanan navigasi penerbangan wilayah barat dan timur, pengalihan unit penyelenggara yang dikelola Angkasa Pura I dan Angkasa Pura II, serta Unit Pelaksana Teknis Ditjen Perhubungan Udara.
“Dengan demikian maka sistem atau lalu lintas udara akan menganut single air trafic provider, sehingga lebih terintegrasi guna meningkatkan keselamatan dan kenyamanan penumpang penerbangan,” paparnya.
Dalam Pasal 2 ayat 3 Peraturan Pemerintah tersebut menyebutkan bahwa pengalihanpengelolaan pusat pelayanan navigasi penerbangan wilayah barat (Jakarta) dan pusat pelayanan navigasi penerbangan wilayah timur (Makassar) dilakukan dalam waktu paling lama satu tahun setelah Perum berdiri.
Sedangkankan pengalihan pengelolaan unit yang terkait dengan penyelenggaraan pelayanan navigasi yang dikelola oleh Bandar Udara UPT dilakukan paling lambat dua tahun setelah Perum berdiri.
Amran mengatakan, tugas dan tanggung jawab AirNav Indonesia tidaklah ringan mengingat Indonesia memiliki tingkat kebutuhan dan permintaan terhadap jasa transportasi udara yang cukup besar, yang dapat dilihat dari semakin meningkatnya jumlah pergerakan pesawat akibat penambahan jumlah armada, penambahan rute dan jadwal penerbangan yang terus meningkat.
Lalu Lintas Udara: Hanya Satu Provider
Kamis, 28 November 2013 | 28.11.13

Saat berada di lingkungan bandar udara kita akan menjumpai bangunan yang menjulang tinggi layaknya mercusuar, atau saat pesawat akan mendarat, ketika terbang rendah Anda akan melihat sebuah menara. Inilah yang sering disebut dengan Menara ATC atau Tower.
Lantas, tahukah Anda apa pekerjaan orang yang berada di tower? Secara sederhana ATS (Air Traffic Service) adalah pemandu lalu lintas di udara. Namun, sejalan dengan fungsinya, ATS merupakan lembaga yang berdiri sendiri, yang awalnya masih bergabung dengan BUMN, yaitu Angkasa Pura I (di wilayah timur) dan Angkasa Pura II (di wilayah barat).
“AirNav” merupakan lembaga baru yang secara resmi didirikan pada 13 September 2012, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono telah menandatangani Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 77 Tahun 2012 tentang Pembentukan Perum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia.
Berdasarkan amanat dalam UU Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan, pengelolaan pelayanan navigasi penerbangan harus dipisahkan dari pengelolaan bandar udara, sehingga AirNav Indonesia mengemban tugas dan tanggung jawab untuk fokus melaksanakan pelayanan navigasi penerbangan di seluruh wilayah ruang udara Indonesia guna menjamin pemberian pelayanan yang selamat, teratur dan efisien.
“Namun, Perum ini diresmikan pada 16 Januari lalu; yang menetapkan Menteri BUMN sebagai menteri teknis dan Menteri Kementerian Perhubungan sebagai pihak regulasi berikut ketentuannya,” tegas Amran Director of Air Traffic Management Perum LPPNPI.
Mengapa Berlabel AirNav?
Amran menyatakan nama resminya adalah LPPNPI (Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia) kemudian dinamai Air Navigation Indonesia yang disingkat AirNav Indonesia. Hal ini untuk memudahkan penyebutan Perum baru ini.
Sesuai dengan PP 77/2012, modal pembentukan Perum LPPNPI adalah Rp 97,95 miliar yang berasal dari pengalihan barang milik negara pada Kementerian Perhubungan yang pengadaannya bersumber dari dana APBN Tahun 2010 dan 2011. Sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP), ada masa pengalihan tugas seperti pengalihan pusat pelayanan navigasi penerbangan wilayah barat dan timur, pengalihan unit penyelenggara yang dikelola Angkasa Pura I dan Angkasa Pura II, serta Unit Pelaksana Teknis Ditjen Perhubungan Udara.
“Dengan demikian maka sistem atau lalu lintas udara akan menganut single air trafic provider, sehingga lebih terintegrasi guna meningkatkan keselamatan dan kenyamanan penumpang penerbangan,” paparnya.
Dalam Pasal 2 ayat 3 Peraturan Pemerintah tersebut menyebutkan bahwa pengalihanpengelolaan pusat pelayanan navigasi penerbangan wilayah barat (Jakarta) dan pusat pelayanan navigasi penerbangan wilayah timur (Makassar) dilakukan dalam waktu paling lama satu tahun setelah Perum berdiri.
Sedangkankan pengalihan pengelolaan unit yang terkait dengan penyelenggaraan pelayanan navigasi yang dikelola oleh Bandar Udara UPT dilakukan paling lambat dua tahun setelah Perum berdiri.
Amran mengatakan, tugas dan tanggung jawab AirNav Indonesia tidaklah ringan mengingat Indonesia memiliki tingkat kebutuhan dan permintaan terhadap jasa transportasi udara yang cukup besar, yang dapat dilihat dari semakin meningkatnya jumlah pergerakan pesawat akibat penambahan jumlah armada, penambahan rute dan jadwal penerbangan yang terus meningkat.
Labels:
Informasi
27.11.13
Bakal Ada Bandara Baru di Kota-Kota Ini
Rabu, 27 November 2013 | 27.11.13
Jakarta - Proyek perluasan bandar udara tidak hanya ada di Jakarta. Beberapa bandara di daerah juga sedang merencanakan pengembangan atau pembangunan yang baru. Seperti Yogyakarta, Jawa Tengah, dan Kalimantan Timur.
Yogyakarta saat ini memiliki bandara Adi Sutjipto. Namun, bandara ini dinilai sudah terlalu padat dengan jumlah penumpang mendekati 5 juta orang per tahun. Lahan bandara Adi Sutjipto juga terbatas sehingga sullit untuk diperluas.
Angkasa Pura I akan membangun bandara baru di Yogyakarta. “Bandara yang ada sekarang sudah tidak bisa diperluas lagi, sehingga akan dibangun yang baru di daerah Kulon Progo. Bandara Adi Sutjipto akan dikembalikan ke TNI,” kata Daan Achmad, Human Capital & GA Director Angkasa Pura I, di Jakarta kemarin.
Bandara baru di Kulon Progo, kata Daan, saat ini tengah dalam proses pembebasan lahan. Diperkirakan bandara ini bisa beroperasi pada 2016. Biaya pembangunan bandara Kulon Progo diperkirakan mencapai Rp 6 triliun. Nantinya akses menuju bandara ini akan dilengkapi dengan kereta api khusus.
“Kami ingin membangun kawasan kota di sana. Semacam airport city, dengan bandara sebagai intinya. Ada intermoda transportasi yaitu kereta. Itu yang ingin kami capai,” tutur Tommy Soetomo, Direktur Utama Angkasa Pura I.
Dalam airport city tersebut, Angkasa Pura I bercita-cita membangun fasilitas yang terintegrasi. “Ada convention center, properti, industri, itu semua terintegrasi. Pusat lalu lintas manusia dan barang adalah airport-nya,” kata Tommy.
Sementara di Semarang, Angkasa Pura I juga akan membangun bandara baru di sisi utara bandara Ahmad Yani yang sudah ada sekarang. Luas lahan untuk bandara baru ini adalah 87,9 hektar. Jika sudah selesai, lahan bandara Ahmad Yani saat ini tidak lagi digunakan dan diserahkan kepada TNI.
Bandara Ahmad Yani memang sudah kelebihan kapasitas. Jumlah penumpang di bandara ibukota Jawa Tengah tersebut diperkirakan mencapai sekitar 3,5 juta orang pada akhir tahun ini, sementara kapasitasnya hanya 900 ribu. Bandara baru diperkirakan mampu menampung 4 juta penumpang. Investasi untuk bandara baru di Semarang adalah Rp 1,3 triliun.
Angkasa Pura I juga tengah menggarap mega proyek pengembangan bandara Sepinggan (Balikpapan). Nantinya, terminal di bandara ini akan dilengkapi dengan pusat perbelanjaan dan hutan mini. Ini adalah pusat perbelanjaan di bandara yang pertama di Indonesia.
Tidak hanya penumpang pesawat, pengantar dan masyarakat umum pun bisa berbelanja di mal bandara Sepinggan. Ini karena posisi mal berada sebelum lokasi pemeriksaan barang.
Luas total bandara Sepinggan nantinya akan mencapai 33.000 meter persegi. Proyek pengembangan bandara yang menelan dana sekitar Rp 2 triliun ini diperkirakan selesai pada awal 2014. Setelah selesai, bandara Sepinggan mampu menampung hingga 10 juta penumpang per tahun.
Sumber
Yogyakarta saat ini memiliki bandara Adi Sutjipto. Namun, bandara ini dinilai sudah terlalu padat dengan jumlah penumpang mendekati 5 juta orang per tahun. Lahan bandara Adi Sutjipto juga terbatas sehingga sullit untuk diperluas.
Angkasa Pura I akan membangun bandara baru di Yogyakarta. “Bandara yang ada sekarang sudah tidak bisa diperluas lagi, sehingga akan dibangun yang baru di daerah Kulon Progo. Bandara Adi Sutjipto akan dikembalikan ke TNI,” kata Daan Achmad, Human Capital & GA Director Angkasa Pura I, di Jakarta kemarin.
Bandara baru di Kulon Progo, kata Daan, saat ini tengah dalam proses pembebasan lahan. Diperkirakan bandara ini bisa beroperasi pada 2016. Biaya pembangunan bandara Kulon Progo diperkirakan mencapai Rp 6 triliun. Nantinya akses menuju bandara ini akan dilengkapi dengan kereta api khusus.
“Kami ingin membangun kawasan kota di sana. Semacam airport city, dengan bandara sebagai intinya. Ada intermoda transportasi yaitu kereta. Itu yang ingin kami capai,” tutur Tommy Soetomo, Direktur Utama Angkasa Pura I.
Dalam airport city tersebut, Angkasa Pura I bercita-cita membangun fasilitas yang terintegrasi. “Ada convention center, properti, industri, itu semua terintegrasi. Pusat lalu lintas manusia dan barang adalah airport-nya,” kata Tommy.
Sementara di Semarang, Angkasa Pura I juga akan membangun bandara baru di sisi utara bandara Ahmad Yani yang sudah ada sekarang. Luas lahan untuk bandara baru ini adalah 87,9 hektar. Jika sudah selesai, lahan bandara Ahmad Yani saat ini tidak lagi digunakan dan diserahkan kepada TNI.
Bandara Ahmad Yani memang sudah kelebihan kapasitas. Jumlah penumpang di bandara ibukota Jawa Tengah tersebut diperkirakan mencapai sekitar 3,5 juta orang pada akhir tahun ini, sementara kapasitasnya hanya 900 ribu. Bandara baru diperkirakan mampu menampung 4 juta penumpang. Investasi untuk bandara baru di Semarang adalah Rp 1,3 triliun.
Angkasa Pura I juga tengah menggarap mega proyek pengembangan bandara Sepinggan (Balikpapan). Nantinya, terminal di bandara ini akan dilengkapi dengan pusat perbelanjaan dan hutan mini. Ini adalah pusat perbelanjaan di bandara yang pertama di Indonesia.
Tidak hanya penumpang pesawat, pengantar dan masyarakat umum pun bisa berbelanja di mal bandara Sepinggan. Ini karena posisi mal berada sebelum lokasi pemeriksaan barang.
Luas total bandara Sepinggan nantinya akan mencapai 33.000 meter persegi. Proyek pengembangan bandara yang menelan dana sekitar Rp 2 triliun ini diperkirakan selesai pada awal 2014. Setelah selesai, bandara Sepinggan mampu menampung hingga 10 juta penumpang per tahun.
Sumber
Labels:
Berita
27.11.13
Penerbangan yang Pindah ke Bandara Halim untuk Rute Domestik
Liputan6.com, Jakarta : Pemerintah berencana memakai Bandara Halim Perdanakusuma sebagai lokasi pilihan lain untuk jalur transportasi udara komersial yang sebelumnya berlangsung di Bandara Soekarno Hatta Cengkareng mulai 2014.
Direktur Angkutan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Djoko Murjatmodjo menyebutkan beberapa maskapai penerbangan yang akan dipindahkan ke Bandara Halim ditujukan untuk rute domestik.
"Untuk jenis pesawatnya apa saja bisa karena Bandara Halim juga luas," ujar dia saat berbincang dengan Liputan6.com, Rabu (27/11/2013).
Djoko mengungkapkan jika pemerintah baru akan menggelar pertemuan untuk penentuan maskapai penerbangan mana saja yang akan dipindahkan ke Bandara Halim Perdanakusuma pekan depan.
Sebab itu, dia mengaku belum dapat memastikan maskapai mana saja yang akan diminta memindahkan penerbangannya. Sebelumnya disebutkan sebanyak 6 sampai 7 maskapai sudah bersedia dipindahkan ke bandara yang berlokasi di pinggiran Jakarta ini.
Namun, dia memastikan pemindahan beberapa rute penerbangan akan tetap berlangsung sesuai jadwal yakni pada awal 2014.
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mengatakan penggunaan Bandara Halim sebagai bandara komersial difungsikan untuk mengurangi kepadatan arus penerbangan yang terjadi di Bandara Internasional Soekarno Hatta.
"Halim bisa beroperasi awal Januari di bawah AP II, kira-kira sekitar 60 hingga 80 penerbangan bisa dipindah ke Halim per hari," ungkap Dahlan.
Dengan kepindahan setidaknya 80 penerbangan dari Bandara Soekarno-Hatta ke Halim Perdanakusuma, Dahlan meminta untuk sementara tidak ada penambahan jumlah penerbangan melalui Bandara Soekarno-Hatta.
Sementara Direktur Utama PT Angkasa Pura II Tri Sunoko mengungkapkan sudah ada setidaknya 6 maskapai yang bersedia mengalihkan penerbangannya melalui Soekarno Hatta tersebut.
Maskapai penerbangan itu antara lain Garuda Indonesia, Batik Air, Citilink, Air Asia, TigerairMandala, dan Merpati.
Untuk melayani penerbangan reguler dengan baik, manajemen PT Angkasa Pura II sedang melakukan renovasi total bandara Halim Perdanakusuma. Renovasi total dilakukan agar pesawat komersial dapat beroperasi setiap jam di bandara tersebut. (Nrm)
karena belum adanya pertemuan, Kemenhub belum dapat memastikan maskapai mana saja yang akan diminta memindahkan penerbangannya.
Meski begitu, dia memastikan pemindahan beberapa rute penerbangan akan tetap berlangsung sesuai jadwal yakni pada awal 2014.
Sebelumnya, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mengatakan penggunaan Bandara Halim sebagai bandara komersial difungsikan untuk mengurangi kepadatan arus penerbangan yang terjadi di Bandara Internasional Soekarno Hatta.
"Halim bisa beroperasi awal Januari di bawah AP II, kira-kira sekitar 60 hingga 80 penerbangan bisa dipindah ke Halim per hari," ungkap Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan.
Dengan kepindahan setidaknya 80 penerbangan dari Bandara Soekarno-Hatta ke Halim Perdanakusuma, Dahlan meminta untuk sementara tidak ada penambahan jumlah penerbangan melalui Bandara Soekarno-Hatta.
Sementara Direktur Utama PT Angkasa Pura II Tri Sunoko mengungkapkan sudah ada setidaknya 6 maskapai yang bersedia mengalihkan penerbangannya melalui Soekarno Hatta tersebut.
Maskapai penerbangan itu antara lain Garuda Indonesia, Batik Air, Citilink, Air Asia, TigerairMandala, dan Merpati.
Untuk melayani penerbangan reguler dengan baik, manajemen PT Angkasa Pura II sedang melakukan renovasi total bandara Halim Perdanakusuma. Renovasi total dilakukan agar pesawat komersial dapat beroperasi setiap jam di bandara tersebut. (Nrm)
Sumber
Direktur Angkutan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Djoko Murjatmodjo menyebutkan beberapa maskapai penerbangan yang akan dipindahkan ke Bandara Halim ditujukan untuk rute domestik.
"Untuk jenis pesawatnya apa saja bisa karena Bandara Halim juga luas," ujar dia saat berbincang dengan Liputan6.com, Rabu (27/11/2013).
Djoko mengungkapkan jika pemerintah baru akan menggelar pertemuan untuk penentuan maskapai penerbangan mana saja yang akan dipindahkan ke Bandara Halim Perdanakusuma pekan depan.
Sebab itu, dia mengaku belum dapat memastikan maskapai mana saja yang akan diminta memindahkan penerbangannya. Sebelumnya disebutkan sebanyak 6 sampai 7 maskapai sudah bersedia dipindahkan ke bandara yang berlokasi di pinggiran Jakarta ini.
Namun, dia memastikan pemindahan beberapa rute penerbangan akan tetap berlangsung sesuai jadwal yakni pada awal 2014.
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mengatakan penggunaan Bandara Halim sebagai bandara komersial difungsikan untuk mengurangi kepadatan arus penerbangan yang terjadi di Bandara Internasional Soekarno Hatta.
"Halim bisa beroperasi awal Januari di bawah AP II, kira-kira sekitar 60 hingga 80 penerbangan bisa dipindah ke Halim per hari," ungkap Dahlan.
Dengan kepindahan setidaknya 80 penerbangan dari Bandara Soekarno-Hatta ke Halim Perdanakusuma, Dahlan meminta untuk sementara tidak ada penambahan jumlah penerbangan melalui Bandara Soekarno-Hatta.
Sementara Direktur Utama PT Angkasa Pura II Tri Sunoko mengungkapkan sudah ada setidaknya 6 maskapai yang bersedia mengalihkan penerbangannya melalui Soekarno Hatta tersebut.
Maskapai penerbangan itu antara lain Garuda Indonesia, Batik Air, Citilink, Air Asia, TigerairMandala, dan Merpati.
Untuk melayani penerbangan reguler dengan baik, manajemen PT Angkasa Pura II sedang melakukan renovasi total bandara Halim Perdanakusuma. Renovasi total dilakukan agar pesawat komersial dapat beroperasi setiap jam di bandara tersebut. (Nrm)
karena belum adanya pertemuan, Kemenhub belum dapat memastikan maskapai mana saja yang akan diminta memindahkan penerbangannya.
Meski begitu, dia memastikan pemindahan beberapa rute penerbangan akan tetap berlangsung sesuai jadwal yakni pada awal 2014.
Sebelumnya, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mengatakan penggunaan Bandara Halim sebagai bandara komersial difungsikan untuk mengurangi kepadatan arus penerbangan yang terjadi di Bandara Internasional Soekarno Hatta.
"Halim bisa beroperasi awal Januari di bawah AP II, kira-kira sekitar 60 hingga 80 penerbangan bisa dipindah ke Halim per hari," ungkap Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan.
Dengan kepindahan setidaknya 80 penerbangan dari Bandara Soekarno-Hatta ke Halim Perdanakusuma, Dahlan meminta untuk sementara tidak ada penambahan jumlah penerbangan melalui Bandara Soekarno-Hatta.
Sementara Direktur Utama PT Angkasa Pura II Tri Sunoko mengungkapkan sudah ada setidaknya 6 maskapai yang bersedia mengalihkan penerbangannya melalui Soekarno Hatta tersebut.
Maskapai penerbangan itu antara lain Garuda Indonesia, Batik Air, Citilink, Air Asia, TigerairMandala, dan Merpati.
Untuk melayani penerbangan reguler dengan baik, manajemen PT Angkasa Pura II sedang melakukan renovasi total bandara Halim Perdanakusuma. Renovasi total dilakukan agar pesawat komersial dapat beroperasi setiap jam di bandara tersebut. (Nrm)
Sumber
Labels:
Berita
27.11.13
Rute Baru Lion Air
Mulai Tanggal 6 Desember 2013:
Balikpapan – Batam (Non Stop) 11.20 WITA
Batam – Balikpapan (Non Stop) 16.45 WIB
Manado – Batam (via BPN) 06.00 WITA
Batam – Manado (via BPN) 16.45 WIB
Makassar – Batam (via BPN) 09.10 WITA
Batam – Makassar (via BPN) 16.45 WIB
Palu – Batam (via BPN) 06.05 WITA
Batam – Palu (via BPN) 16.45 WIB
Berau – Batam (via BPN) 07.00 WITA
Tarakan - Batam (via BPN) 06.00 WIT
2X Balikpapan - Semarang 06.40, 16.15 WITA
2X Semarang - Balikpapan 08.00, 17.35 WIB
Labels:
Informasi
27.11.13

Liputan6.com, Jakarta : Bandara Halim Perdanakusuma akan mulai dimanfaatkan untuk mengurai kepadatan Bandara Soekarno Hatta Cengkareng di 2014. Sebelumnya disebutkan sebanyak 6 maskapai sudah bersedia dipindahkan ke bandara yang berlokasi di pinggiran Jakarta ini.
Namun, Direktur Angkutan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Djoko Murjatmodjo mengaku penentuan maskapai penerbangan yang akan dipindahkan ke Bandara Halim Perdanakusuma baru akan digelar pekan depan.
"Nanti yang menentukan maskapainya dari Kemenhub, masih tunggu kabar Angkasa Pura," ujar dia saat berbincang dengan Liputan6.com, Rabu (27/11/2013).
Djoko mengaku karena belum adanya pertemuan, Kemenhub belum dapat memastikan maskapai mana saja yang akan diminta memindahkan penerbangannya.
Meski begitu, dia memastikan pemindahan beberapa rute penerbangan akan tetap berlangsung sesuai jadwal yakni pada awal 2014.
Sebelumnya, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan mengatakan penggunaan Bandara Halim sebagai bandara komersial difungsikan untuk mengurangi kepadatan arus penerbangan yang terjadi di Bandara Internasional Soekarno Hatta.
"Halim bisa beroperasi awal Januari di bawah AP II, kira-kira sekitar 60 hingga 80 penerbangan bisa dipindah ke Halim per hari," ungkap Dahlan.
Dengan kepindahan setidaknya 80 penerbangan dari Bandara Soekarno-Hatta ke Halim Perdanakusuma, Dahlan meminta untuk sementara tidak ada penambahan jumlah penerbangan melalui Bandara Soekarno-Hatta.
Sebelumnya Direktur Utama PT Angkasa Pura II Tri Sunoko mengungkapkan sudah ada setidaknya 6 maskapai yang bersedia mengalihkan penerbangannya melalui Soekarno Hatta tersebut.
Sebelumnya dikabarkan maskapai penerbangan itu antara lain Garuda Indonesia, Batik Air, Citilink, Air Asia, TigerairMandala, dan Merpati.
Untuk melayani penerbangan reguler dengan baik, manajemen PT Angkasa Pura II sedang melakukan renovasi total bandara Halim Perdanakusuma. Renovasi total dilakukan agar pesawat komersial dapat beroperasi setiap jam di bandara tersebut. (Nrm)
Daftar Maskapai Komersial di Bandara Halim Ditunjuk Pekan Depan

Liputan6.com, Jakarta : Bandara Halim Perdanakusuma akan mulai dimanfaatkan untuk mengurai kepadatan Bandara Soekarno Hatta Cengkareng di 2014. Sebelumnya disebutkan sebanyak 6 maskapai sudah bersedia dipindahkan ke bandara yang berlokasi di pinggiran Jakarta ini.
Namun, Direktur Angkutan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Djoko Murjatmodjo mengaku penentuan maskapai penerbangan yang akan dipindahkan ke Bandara Halim Perdanakusuma baru akan digelar pekan depan.
"Nanti yang menentukan maskapainya dari Kemenhub, masih tunggu kabar Angkasa Pura," ujar dia saat berbincang dengan Liputan6.com, Rabu (27/11/2013).
Djoko mengaku karena belum adanya pertemuan, Kemenhub belum dapat memastikan maskapai mana saja yang akan diminta memindahkan penerbangannya.
Meski begitu, dia memastikan pemindahan beberapa rute penerbangan akan tetap berlangsung sesuai jadwal yakni pada awal 2014.
Sebelumnya, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan mengatakan penggunaan Bandara Halim sebagai bandara komersial difungsikan untuk mengurangi kepadatan arus penerbangan yang terjadi di Bandara Internasional Soekarno Hatta.
"Halim bisa beroperasi awal Januari di bawah AP II, kira-kira sekitar 60 hingga 80 penerbangan bisa dipindah ke Halim per hari," ungkap Dahlan.
Dengan kepindahan setidaknya 80 penerbangan dari Bandara Soekarno-Hatta ke Halim Perdanakusuma, Dahlan meminta untuk sementara tidak ada penambahan jumlah penerbangan melalui Bandara Soekarno-Hatta.
Sebelumnya Direktur Utama PT Angkasa Pura II Tri Sunoko mengungkapkan sudah ada setidaknya 6 maskapai yang bersedia mengalihkan penerbangannya melalui Soekarno Hatta tersebut.
Sebelumnya dikabarkan maskapai penerbangan itu antara lain Garuda Indonesia, Batik Air, Citilink, Air Asia, TigerairMandala, dan Merpati.
Untuk melayani penerbangan reguler dengan baik, manajemen PT Angkasa Pura II sedang melakukan renovasi total bandara Halim Perdanakusuma. Renovasi total dilakukan agar pesawat komersial dapat beroperasi setiap jam di bandara tersebut. (Nrm)
Labels:
Berita
27.11.13

TEMPO.CO, Sleman - Potensi wisata Candi Borobudur dan Candi Prambanan menjadi alasan kuat bagi Silk Air, maskapai penerbangan asal Singapura membuka rute ke Yogyakarta, begitu pula sebaliknya. Selain itu Yogyakarta diberkahi kekayaan alam dan warisan budaya Jawa. Bahkan, menjadi kota tujuan wisata kedua di Indonesia setelah Bali.
"Yogyakarta diberkahi dengan keajaiban alam dan warisan budaya kerajaan Mataram abad ke-18 dan 19," kata Chief Excecutive Silk Air Leslie Thng, saat pembukaan rute baru Yogyakarta-Singapura di Sky Lounge, Bandar Udara Adisutjipto, Senin, 25 November 2013.
Dengan alasan itu, wisatawan dari Singapura difasilitasi dengan moda transportasi udara oleh Silk Air. Sebaliknya, Singapura bagi orang Indonesia melalui Yogyakarta, diimingi wisata belanja dan wisata lainnya di Marine Life Park, Adventure Cove Waterpark, Universal Studio dan masih banyak destinasi wisata lainnya.
Maskapai penerbangan yang berbasis di Singapura ini mempunyai jadwal terbang 3 kali dalam satu minggu, yaitu setiap Senin, Jumat dan Minggu. Pesawat yang digunakan adalah pesawat Airbus A319 dan A320 yang menawarkan kelas bisnis dan ekonomi. Kapasitas tempat duduknya adalah 180 kursi, termasuk 12 kursi kelas bisnis.
Penerbangan dari Singapura ke Yogyakarta diberangkatkan dari Changi Airport pada pukul 08.10 (waktu Singapura) dan tiba di bandara Adisutjipto pada 09.30 WIB. Sedangkan ke Singapura diberangkatkan pukul 11.00 WIB dan tiba di Changi pukul 14.25 (waktu Singapura).
Ia menyatakan, Yogyakarta merupakan destinasi ke 45 dari seluruh penerbangan jaringan Silk Air, 12 di antaranya juga ke kota-kota di Indonesia.
"Tingkat keterisian penumpang Yogyakarta-Singapura cukup menjanjikan. Kami siap bersaing tidak hanya dengan tiket murah tetapi dengan kualitas yang baik," kata dia.
Kedua candi, Borobudur dan Prambanan menjadi situs warisan budaya yang selama ini menjadi daya pikat wisatawan dari Singapura. Tidak hanya wisatawan asal negara itu, tetapi banyak pula wisatawan dari negara lain yang melalui Singapura ke Yogyakarta.
Diakuinya, bisnis penerbangan maskapai dengan low cost carrier cukup ketat. Namun, ia optimis dengan persaingan itu untuk meraih pasar.
Selain Yogyakarta, Silk Air mempunyai rute penerbangan dari Balikpapan, Bandung, Lombok, Makassar, Manado, Medan, Pekanbaru, Semarang, Solo dan Surabaya. Para penumpang pesawat yang datang dengan penerbangan perdana ke Yogyakarta disambut dengan tari-tarian di taxi way.
Kepala Dinas Pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta M Tazbir Abdullah, menyatakan pada periode Januari-September 2013 jumlah wisatawan dari Singapura ke Yogyakarta tercatat 6.000 orang. Wisatawan asal negara itu masuk dalam daftar 10 besar jumlah wisatawan mancanegara di Daerah Istimewa Yogyakarta.
"Ini merupakan langkah yang bagus. Agen perjalanan di Singapura dan Yogyakarta juga saling mempromosikan potensi wisata masing-masing," kata dia.
Menurut Faisal Indra Kusuma, Asisten Manajer Data dan Laporan dan Humas PT Angkasa Pura (AP) I Bandar Udara Adisutjipto maskapai penerbangan yang sudah melayani rute dari Yogyakarta ke Singapura adalah Air Asia, Tiger Airways dan yang baru saja buka Silk Air. Air Asia dan Tiger setiap hari ada jam terbang ke Singapura. Tingkat keterisian penumpang pesawat juga sangat menjanjikan, yaitu masing-masing mencapai 80 persen. "Kapasitas penumpang pesawat Airbus untuk Air Asia dan Tiger Airways 180 kursi," kata dia.
Alasan Silk Air Buka Rute Yogyakarta - Singapura

TEMPO.CO, Sleman - Potensi wisata Candi Borobudur dan Candi Prambanan menjadi alasan kuat bagi Silk Air, maskapai penerbangan asal Singapura membuka rute ke Yogyakarta, begitu pula sebaliknya. Selain itu Yogyakarta diberkahi kekayaan alam dan warisan budaya Jawa. Bahkan, menjadi kota tujuan wisata kedua di Indonesia setelah Bali.
"Yogyakarta diberkahi dengan keajaiban alam dan warisan budaya kerajaan Mataram abad ke-18 dan 19," kata Chief Excecutive Silk Air Leslie Thng, saat pembukaan rute baru Yogyakarta-Singapura di Sky Lounge, Bandar Udara Adisutjipto, Senin, 25 November 2013.
Dengan alasan itu, wisatawan dari Singapura difasilitasi dengan moda transportasi udara oleh Silk Air. Sebaliknya, Singapura bagi orang Indonesia melalui Yogyakarta, diimingi wisata belanja dan wisata lainnya di Marine Life Park, Adventure Cove Waterpark, Universal Studio dan masih banyak destinasi wisata lainnya.
Maskapai penerbangan yang berbasis di Singapura ini mempunyai jadwal terbang 3 kali dalam satu minggu, yaitu setiap Senin, Jumat dan Minggu. Pesawat yang digunakan adalah pesawat Airbus A319 dan A320 yang menawarkan kelas bisnis dan ekonomi. Kapasitas tempat duduknya adalah 180 kursi, termasuk 12 kursi kelas bisnis.
Penerbangan dari Singapura ke Yogyakarta diberangkatkan dari Changi Airport pada pukul 08.10 (waktu Singapura) dan tiba di bandara Adisutjipto pada 09.30 WIB. Sedangkan ke Singapura diberangkatkan pukul 11.00 WIB dan tiba di Changi pukul 14.25 (waktu Singapura).
Ia menyatakan, Yogyakarta merupakan destinasi ke 45 dari seluruh penerbangan jaringan Silk Air, 12 di antaranya juga ke kota-kota di Indonesia.
"Tingkat keterisian penumpang Yogyakarta-Singapura cukup menjanjikan. Kami siap bersaing tidak hanya dengan tiket murah tetapi dengan kualitas yang baik," kata dia.
Kedua candi, Borobudur dan Prambanan menjadi situs warisan budaya yang selama ini menjadi daya pikat wisatawan dari Singapura. Tidak hanya wisatawan asal negara itu, tetapi banyak pula wisatawan dari negara lain yang melalui Singapura ke Yogyakarta.
Diakuinya, bisnis penerbangan maskapai dengan low cost carrier cukup ketat. Namun, ia optimis dengan persaingan itu untuk meraih pasar.
Selain Yogyakarta, Silk Air mempunyai rute penerbangan dari Balikpapan, Bandung, Lombok, Makassar, Manado, Medan, Pekanbaru, Semarang, Solo dan Surabaya. Para penumpang pesawat yang datang dengan penerbangan perdana ke Yogyakarta disambut dengan tari-tarian di taxi way.
Kepala Dinas Pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta M Tazbir Abdullah, menyatakan pada periode Januari-September 2013 jumlah wisatawan dari Singapura ke Yogyakarta tercatat 6.000 orang. Wisatawan asal negara itu masuk dalam daftar 10 besar jumlah wisatawan mancanegara di Daerah Istimewa Yogyakarta.
"Ini merupakan langkah yang bagus. Agen perjalanan di Singapura dan Yogyakarta juga saling mempromosikan potensi wisata masing-masing," kata dia.
Menurut Faisal Indra Kusuma, Asisten Manajer Data dan Laporan dan Humas PT Angkasa Pura (AP) I Bandar Udara Adisutjipto maskapai penerbangan yang sudah melayani rute dari Yogyakarta ke Singapura adalah Air Asia, Tiger Airways dan yang baru saja buka Silk Air. Air Asia dan Tiger setiap hari ada jam terbang ke Singapura. Tingkat keterisian penumpang pesawat juga sangat menjanjikan, yaitu masing-masing mencapai 80 persen. "Kapasitas penumpang pesawat Airbus untuk Air Asia dan Tiger Airways 180 kursi," kata dia.
Labels:
Berita


.jpg)
.jpg)