Latest Post
15.6.14
Tiga maskapai 'sakit' menanti uluran tangan investor
Minggu, 15 Juni 2014 | 15.6.14
Merdeka.com - Kencangnya laju pertumbuhan sektor penerbangan menyisakan persoalan. Tiga maskapai penerbangan dalam kondisi sakit. Dua diantaranya sudah berhenti terbang. Ketiga maskapai sakit itu antara lain Sky Aviation, Merpati Nusantara Airlines serta Tiger Air Mandala.
Direktur Angkutan Udara Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Djoko Murjadmodjo menuturkan, tiga maskapai itu bermasalah dalam keuangan dan menunggu pertolongan investor.
"Sky Aviation berhenti operasi nunggu investor, sudah diberikan peringatan dari kelaikan. Kalau sekian bulan tidak terbang akan dibekukan izin, tapi sekarang belum. Merpati berhenti nunggu suntikan dana atau calon investor. Mandala sedang tunggu investor. Satu tahun enggak diurus. Mandala akhir bulan ini keputusan investornya," ucap Djoko ketika berbincang dengan wartawan di Kantornya, Jakarta, Jumat (13/6).
Djoko memberi peringatan khusus untuk Merpati. Jika AOC Merpati tidak diurus hingga Februari tahun depan, maka izinnya akan dicabut.
"Satu tahun tak terbang izin usaha mati dengan sendiri sampai Februari tahun depan. Kalau dia sudah dapat investor, suntikan dana hidupkan lagi AOC nya," katanya.
"Direktur operasi (Merpati) harus mengerti pesawat yang diterbangkan, direktur maintenance harus mengerti pesawat itu. Setelah itu AOC dikeluarkan, baru mengajukan rute terbang lagi. Yang penting personel dan duit itu yang megang saham. Kalau persyaratan lengkap kita bantu dan hidupkan," tutupnya.
Sumber
Direktur Angkutan Udara Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Djoko Murjadmodjo menuturkan, tiga maskapai itu bermasalah dalam keuangan dan menunggu pertolongan investor.
"Sky Aviation berhenti operasi nunggu investor, sudah diberikan peringatan dari kelaikan. Kalau sekian bulan tidak terbang akan dibekukan izin, tapi sekarang belum. Merpati berhenti nunggu suntikan dana atau calon investor. Mandala sedang tunggu investor. Satu tahun enggak diurus. Mandala akhir bulan ini keputusan investornya," ucap Djoko ketika berbincang dengan wartawan di Kantornya, Jakarta, Jumat (13/6).
Djoko memberi peringatan khusus untuk Merpati. Jika AOC Merpati tidak diurus hingga Februari tahun depan, maka izinnya akan dicabut.
"Satu tahun tak terbang izin usaha mati dengan sendiri sampai Februari tahun depan. Kalau dia sudah dapat investor, suntikan dana hidupkan lagi AOC nya," katanya.
"Direktur operasi (Merpati) harus mengerti pesawat yang diterbangkan, direktur maintenance harus mengerti pesawat itu. Setelah itu AOC dikeluarkan, baru mengajukan rute terbang lagi. Yang penting personel dan duit itu yang megang saham. Kalau persyaratan lengkap kita bantu dan hidupkan," tutupnya.
Sumber
Labels:
Berita
15.6.14
Garuda Indonesia Akan Kembangkan Sejumlah Rute dari Semarang
Untuk meningkatkan okupansi penumpang dari Semarang, Garuda Indonesia berencana mengembangkan sejumlah rute seperti Bandung, Pangkalan Bun, dan Banjarmasin. Senior Manajer Corporate Sales, Bussines, and Marketing Development Region III PT Garuda Indonesia (Persero) Hendrawan menyampaikan, Semarang merupakan rute potensial.
“Dalam waktu dekat ini kami akan mengembangkan sejumlah rute di antaranya, Bandung, Pangkalan Bun, dan Banjarmasin. Rute ini sangat potensi dan dapat dikaji untuk mengoperasionalkan pesawat baru Garuda melalui cabang Semarang,” katanya seperti dilansir Suara Merdeka.
Dia menyebut, Garuda Indonesia kedatangan 27 armada baru belum lama ini dan rencananya pesawat-pesawat tersebut akan dikembangkan dan untuk menambah rute. Terkait kondisi tersebut Garuda akan melakukan evaluasi sampai akhir tahun 2014 selanjutnya akan dikaji rute mana yang layak dibuka.
“Sementara itu untuk meningkatkan jumlah okupansi, maskapai penerbangan milik pemerintah itu akan menggandeng mitra kerja agar lebih bisa mempromosikan destinasi yang ada di Jawa Tengah,” kata dia.
Di sisi lain, General Manager Garuda Indonesia Semarang, Flora Izza mengatakan, sekarang ini pihaknya sedang mengajukan rute baru yaitu Semarang-Bandung. “Paling tidak di triwulan III tahun ini harapan tersebut bisa terealisasi karena sejauh ini okupansi kami sangat baik yakni di kisaran 80%,” ungkapnya.
Sementara itu untuk meningkatkan jumlah okupansi, maskapai penerbangan milik pemerintah itu akan menggandeng mitra kerja agar lebih bisa mempromosikan destinasi yang ada di Jawa Tengah. “Jawa Tengah salah satunya Semarang ini memiliki potensi yang luar biasa, tidak hanya untuk MICE tetapi juga wisatanya,” jelas Manajer Penjualan Garuda Indonesia Cabang Semarang Herri Darmawan.
Sumber
“Dalam waktu dekat ini kami akan mengembangkan sejumlah rute di antaranya, Bandung, Pangkalan Bun, dan Banjarmasin. Rute ini sangat potensi dan dapat dikaji untuk mengoperasionalkan pesawat baru Garuda melalui cabang Semarang,” katanya seperti dilansir Suara Merdeka.
Dia menyebut, Garuda Indonesia kedatangan 27 armada baru belum lama ini dan rencananya pesawat-pesawat tersebut akan dikembangkan dan untuk menambah rute. Terkait kondisi tersebut Garuda akan melakukan evaluasi sampai akhir tahun 2014 selanjutnya akan dikaji rute mana yang layak dibuka.
“Sementara itu untuk meningkatkan jumlah okupansi, maskapai penerbangan milik pemerintah itu akan menggandeng mitra kerja agar lebih bisa mempromosikan destinasi yang ada di Jawa Tengah,” kata dia.
Di sisi lain, General Manager Garuda Indonesia Semarang, Flora Izza mengatakan, sekarang ini pihaknya sedang mengajukan rute baru yaitu Semarang-Bandung. “Paling tidak di triwulan III tahun ini harapan tersebut bisa terealisasi karena sejauh ini okupansi kami sangat baik yakni di kisaran 80%,” ungkapnya.
Sementara itu untuk meningkatkan jumlah okupansi, maskapai penerbangan milik pemerintah itu akan menggandeng mitra kerja agar lebih bisa mempromosikan destinasi yang ada di Jawa Tengah. “Jawa Tengah salah satunya Semarang ini memiliki potensi yang luar biasa, tidak hanya untuk MICE tetapi juga wisatanya,” jelas Manajer Penjualan Garuda Indonesia Cabang Semarang Herri Darmawan.
Sumber
Labels:
Berita
11.6.14
Xpress Air Terbangi Pontianak-Johor Baru Mulai 14 Juni 2014
Rabu, 11 Juni 2014 | 11.6.14
Maskapai penerbangan Xpress Air akan meluncurkan rute internasional baru yang menghubungkan antara Bandara Supadio Pontianak dengan Johor Baru di Malaysia mulai 14 Juni 2014 mendatang.
Rencana Xpress Air untuk melayani rute internasional baru itu diungkapkan oleh PT Angkasa Pura II Bandara Supadio. “Mereka sudah meminta rute penerbangan sejak awal tahun lalu. Rencananya tanggal 14 Juni nanti mereka akan memulai penerbangan perdananya,” kata kepala Dinas Operasional Penerbangan PT Angkasa Pura II Bandara Supadio Pontianak Syarif Usmulyani seperti dilansir Antara.
Usmulyani mengatakan, rute Pontianak-Johor Baru ini akan dilayani oleh Xpress Air sebanyak satu kali sehari. “Kita berharap, dengan semakin banyaknya rute penerbangan yang ada di bandara Supadio bisa memenuhi kebutuhan transportasi masyatakat Kalbar. Saya juga yakin, dengan banyaknya rute penerbangan di Supadio tentu akan berpengaruh pada peningkatan ekonomi masyarakat,” tuturnya.
Menurutnya, dengan adanya peluncuran rute baru ini maupun rute dari maskapai penerbangan lain tentu saja akan berimbas pada kapasitas tampung terminal bandara yang juga akan meningkat. Namun dengan adanya penambahan rute baru, menunjukkan permintaan transportasi udara di Kalimantan Barat mengalami kemajuan yang cukup baik.
“Ketika banyaknya rute penerbangan yang terus bertambah, maka ekspektasi masyarakat semakin meningkat terhadap dunia penerbangan di Kalimantan Barat khususnya, bukan hanya fokus terhadap penerbangan ke Jakarta saja, namun banyak rute penerbangan lain yang langsung dari Pontianak tanpa harus transit lagi,” katanya.
Sumber
Rencana Xpress Air untuk melayani rute internasional baru itu diungkapkan oleh PT Angkasa Pura II Bandara Supadio. “Mereka sudah meminta rute penerbangan sejak awal tahun lalu. Rencananya tanggal 14 Juni nanti mereka akan memulai penerbangan perdananya,” kata kepala Dinas Operasional Penerbangan PT Angkasa Pura II Bandara Supadio Pontianak Syarif Usmulyani seperti dilansir Antara.
Usmulyani mengatakan, rute Pontianak-Johor Baru ini akan dilayani oleh Xpress Air sebanyak satu kali sehari. “Kita berharap, dengan semakin banyaknya rute penerbangan yang ada di bandara Supadio bisa memenuhi kebutuhan transportasi masyatakat Kalbar. Saya juga yakin, dengan banyaknya rute penerbangan di Supadio tentu akan berpengaruh pada peningkatan ekonomi masyarakat,” tuturnya.
Menurutnya, dengan adanya peluncuran rute baru ini maupun rute dari maskapai penerbangan lain tentu saja akan berimbas pada kapasitas tampung terminal bandara yang juga akan meningkat. Namun dengan adanya penambahan rute baru, menunjukkan permintaan transportasi udara di Kalimantan Barat mengalami kemajuan yang cukup baik.
“Ketika banyaknya rute penerbangan yang terus bertambah, maka ekspektasi masyarakat semakin meningkat terhadap dunia penerbangan di Kalimantan Barat khususnya, bukan hanya fokus terhadap penerbangan ke Jakarta saja, namun banyak rute penerbangan lain yang langsung dari Pontianak tanpa harus transit lagi,” katanya.
Sumber
Labels:
Berita
5.6.14
18 Rute Sky Aviation Resmi Ditawarkan ke Maskapai Lain
Kamis, 05 Juni 2014 | 5.6.14
Lantaran ketidakmampuan perusahaan itu untuk mengaktifkan rute-rute yang mati suri sejak Maret 2014, 18 rute penerbangan Maskapai Sky Aviation resmi ditawarkan ke maskapai lain.
Direktur Angkutan Udara Ditjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Djoko Murjatmodjo menuturkan, Sky Aviation sudah dua kali melakukan permohonan perpanjangan penundaan penerbangan hingga batas waktu 31 Mei 2014 lalu, setelah sudah tidak lagi mengudara sejak 18 Maret 2014.
“Berdasarkan Peraturan Menteri No.25/2008, permohonan penundaan penerbangan pada rute tertentu bisa diajukan selama 21 hari. Setelah itu jika masih belum mampu menghidupkan kembali rute itu, maskapai menurutnya, bisa mengajukan permohonan perpanjangan selama 60 hari,” kata dia seperti dilansir Bisnis.com.
Adapaun 18 rute itu meliputi Denpasar-LAbuan Bajo, Denpasar Maumere, Kupang-Maumere, Alor-Kupang, Ende-Kupang, Batam Pangkal Pinang, Batam-Tanjung Karang, Batam-Pontianak, Batam-Natuna, Batam-Matak. Rute lainnya adalah Pangkal Pinang-Tanjung Pandan, Palembang-Tanjung Pandan, Dumai-Pekanbaru, Pekan Baru-Tanjung Pinang.
Kemudian, Natuna-Pontianak, Matak-Tanjung Pinang, Surabaya-Tanjung Pinang serta Yogyakarta-Tanjung Pinang. Jika dijumlahkan, total ada 95 frekuensi penerbangan dari 18 rute tersebut yang sudah mati suri sejak tiga bulan yang lalu.
“Karena Sky Aviation sudah mengajukan perpanjangan sejak Maret, maka akhir Mei lalu, secara resmi seluruh rute yang dimiliki maskapai itu kami tawarkan ke pihak lain yang berminat,” ujarnya.
Berdasarkan data yang diperoleh, kapasitas eksisting 2014 Sky Aviation tidak berubah dibandingkan kapasitas eksisting 2014. Maskapai itu memiliki 70 rute dengan total 152 frekuensi.
Sumber
Direktur Angkutan Udara Ditjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Djoko Murjatmodjo menuturkan, Sky Aviation sudah dua kali melakukan permohonan perpanjangan penundaan penerbangan hingga batas waktu 31 Mei 2014 lalu, setelah sudah tidak lagi mengudara sejak 18 Maret 2014.
“Berdasarkan Peraturan Menteri No.25/2008, permohonan penundaan penerbangan pada rute tertentu bisa diajukan selama 21 hari. Setelah itu jika masih belum mampu menghidupkan kembali rute itu, maskapai menurutnya, bisa mengajukan permohonan perpanjangan selama 60 hari,” kata dia seperti dilansir Bisnis.com.
Adapaun 18 rute itu meliputi Denpasar-LAbuan Bajo, Denpasar Maumere, Kupang-Maumere, Alor-Kupang, Ende-Kupang, Batam Pangkal Pinang, Batam-Tanjung Karang, Batam-Pontianak, Batam-Natuna, Batam-Matak. Rute lainnya adalah Pangkal Pinang-Tanjung Pandan, Palembang-Tanjung Pandan, Dumai-Pekanbaru, Pekan Baru-Tanjung Pinang.
Kemudian, Natuna-Pontianak, Matak-Tanjung Pinang, Surabaya-Tanjung Pinang serta Yogyakarta-Tanjung Pinang. Jika dijumlahkan, total ada 95 frekuensi penerbangan dari 18 rute tersebut yang sudah mati suri sejak tiga bulan yang lalu.
“Karena Sky Aviation sudah mengajukan perpanjangan sejak Maret, maka akhir Mei lalu, secara resmi seluruh rute yang dimiliki maskapai itu kami tawarkan ke pihak lain yang berminat,” ujarnya.
Berdasarkan data yang diperoleh, kapasitas eksisting 2014 Sky Aviation tidak berubah dibandingkan kapasitas eksisting 2014. Maskapai itu memiliki 70 rute dengan total 152 frekuensi.
Sumber
Labels:
Berita
27.5.14
Garuda Gratiskan Biaya Pembatalan Penerbangan ke Bangkok
Selasa, 27 Mei 2014 | 27.5.14
Menyusul krisis politik di Thailand yang semakin parah, maskapai penerbangan nasional Garuda Indonesia menerapkan kebijakan yang mengizinkan para calon penumpang dengan tujuan Bangkok bisa membatalkan penerbangannya tanpa dikenakan biaya. “Karena ini termasuk force majeur,” kata Vice President Corporate Communication Garuda Indonesia Pujobroto.
Tidak hanya itu, Garuda Indonesia juga membebaskan para calon penumpang untuk mengubah jadwal penerbangan (reschedule) atau mengganti rute penerbangan (reroute) yang juga tanpa dikenakan biaya. Namun, pembebasan biaya ini hanya perlaku antara 23 Mei hingga 30 Juni mendatang.
Saat ini Garuda Indonesia sudah mengurangi frekuensi penerbangan dari Jakarta ke Bangkok dari yang semula tiga kali sehari menjadi dua kali sehari. Garuda Indonesia juga tidak menutup kemungkinan akan kembali mengurangi penerbangan menjadi satu kali sehari jika krisis politik tak kunjung usai. ”Kalau (krisis politik) masih berlanjut, bisa jadi hanya satu kali sehari,” tutur Pujobroto.
Sumber
Tidak hanya itu, Garuda Indonesia juga membebaskan para calon penumpang untuk mengubah jadwal penerbangan (reschedule) atau mengganti rute penerbangan (reroute) yang juga tanpa dikenakan biaya. Namun, pembebasan biaya ini hanya perlaku antara 23 Mei hingga 30 Juni mendatang.
Saat ini Garuda Indonesia sudah mengurangi frekuensi penerbangan dari Jakarta ke Bangkok dari yang semula tiga kali sehari menjadi dua kali sehari. Garuda Indonesia juga tidak menutup kemungkinan akan kembali mengurangi penerbangan menjadi satu kali sehari jika krisis politik tak kunjung usai. ”Kalau (krisis politik) masih berlanjut, bisa jadi hanya satu kali sehari,” tutur Pujobroto.
Sumber
Labels:
Berita
27.5.14
Sriwijaya Air Akan Tambah Frekuensi Penerbangan Ternate - Makassar
Maskapai penerbangan Sriwijaya Air akan menambah frekuensi penerbangan pada rute Ternate-Makassar. Jika saat ini rute tersebut dilayani sebanyak satu kali sehari, maka mulai 1 Juni 2014 Sriwijaya Air akan menambah tiga penerbangan dalam seminggu, sehingga total maskapai penerbangan ini akan mengoperasikan rute Ternate-Makassar sebanyak 10 kali seminggu.
District Manager Sriwijaya Air Ternate Ahmad Yani Azwar mengatakan, penerbangan harian dari Ternate ke Makassar selama ini diberangkatkan dengan jawal setiap pukul 15.00 WIT, sedangkan penerbangan tambahan akan dioperasikan setiap pukul 08.00 WIT. “Kita layani tiga kali seminggu untuk penerbangan pukul 08.00 WIT, yakni Rabu, Jumat dan Minggu,” katanya.
Tambahan penerbangan yang dilakukan Sriwijaya Air ini akan semakin mempermudah konektivitas penumpang dari Ternate ke sejumlah kota lain di Indonesia melalui Bandara Sultan Hasanuddin Makassar. Penumpang dapat terhubung dengan destinasi Sriwiaya Air lainnya seperti kota-kota di Kalimantan dan Papua. “Tiket dapat dibeli secara online melalui website, atau ke kantor penjualan Sriwijaya dan agen-agen yang tersebar di seluruh Maluku Utara,” pungkasnya.
Sumber
District Manager Sriwijaya Air Ternate Ahmad Yani Azwar mengatakan, penerbangan harian dari Ternate ke Makassar selama ini diberangkatkan dengan jawal setiap pukul 15.00 WIT, sedangkan penerbangan tambahan akan dioperasikan setiap pukul 08.00 WIT. “Kita layani tiga kali seminggu untuk penerbangan pukul 08.00 WIT, yakni Rabu, Jumat dan Minggu,” katanya.
Tambahan penerbangan yang dilakukan Sriwijaya Air ini akan semakin mempermudah konektivitas penumpang dari Ternate ke sejumlah kota lain di Indonesia melalui Bandara Sultan Hasanuddin Makassar. Penumpang dapat terhubung dengan destinasi Sriwiaya Air lainnya seperti kota-kota di Kalimantan dan Papua. “Tiket dapat dibeli secara online melalui website, atau ke kantor penjualan Sriwijaya dan agen-agen yang tersebar di seluruh Maluku Utara,” pungkasnya.
Sumber
Labels:
Berita
27.5.14
Mulai 28 Mei, Malindo Air Terbang dari Subang ke Batam
Anak perusahaan Lion Group di Malaysia, Malindo Air, akan membuka penerbangan yang menghubungkan antara Subang Airport di Kuala Lumpur dengan Batam mulai 28 Mei 2014. Rencananya rute ini akan dilayani tiga kali seminggu dengan pesawat ATR 72-600 berkapasitas 72 kursi.
Mengenai rencana pembukaan penerbangan Subang-Batam dan sebaliknya ini ditegaskan langsung oleh Direktur Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Humas Badan Pengusahaan Batam Dwi Djoko Wiwoho. “Insya Allah pada 28 Mei ini maskapai itu mulai melayani rute tersebut,” kata Dwi Djoko.
Seperti diketahui, Bandara Hang Nadim merupakan bandara internasional yang dikelola oleh BP Batam bersama dengan Kementerian Perhubungan, tidak seperti bandara-bandara besar lainnya yang biasanya dikelola oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) seperti Angkasa Pura.
Saat ini Malindo Air sudah melayani penerbangan dari Kuala Lumpur ke Jakarta dan Denpasar. Dengan adanya tambahan rute penerbangan ini, maka Batam akan menjadi destinasi ketiga bagi Malindo Air di Indonesia. “Mudah-mudahan mereka benar terbang pada 28 Mei ini. Sehingga ada pilihan bagi masyarakat Batam yang ingin ke Malaysia menggunakan pesawat terbang,” kata Djoko.
Dalam layanan penerbangan Subang-Batam, Malindo Air akan bersaing dengan maskapai penerbangan Malaysia lainnya, yakni Firefly, yang sudah beroperasi empat kali dalam seminggu dengan menggunakan pesawat sejenis. “Jika Malindo terbang berarti akan ada dua maskapai resmi melayani penerbangan jalur internasional dari Batam ke Malaysia tersebut,” kata dia.
Sumber
Mengenai rencana pembukaan penerbangan Subang-Batam dan sebaliknya ini ditegaskan langsung oleh Direktur Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Humas Badan Pengusahaan Batam Dwi Djoko Wiwoho. “Insya Allah pada 28 Mei ini maskapai itu mulai melayani rute tersebut,” kata Dwi Djoko.
Seperti diketahui, Bandara Hang Nadim merupakan bandara internasional yang dikelola oleh BP Batam bersama dengan Kementerian Perhubungan, tidak seperti bandara-bandara besar lainnya yang biasanya dikelola oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) seperti Angkasa Pura.
Saat ini Malindo Air sudah melayani penerbangan dari Kuala Lumpur ke Jakarta dan Denpasar. Dengan adanya tambahan rute penerbangan ini, maka Batam akan menjadi destinasi ketiga bagi Malindo Air di Indonesia. “Mudah-mudahan mereka benar terbang pada 28 Mei ini. Sehingga ada pilihan bagi masyarakat Batam yang ingin ke Malaysia menggunakan pesawat terbang,” kata Djoko.
Dalam layanan penerbangan Subang-Batam, Malindo Air akan bersaing dengan maskapai penerbangan Malaysia lainnya, yakni Firefly, yang sudah beroperasi empat kali dalam seminggu dengan menggunakan pesawat sejenis. “Jika Malindo terbang berarti akan ada dua maskapai resmi melayani penerbangan jalur internasional dari Batam ke Malaysia tersebut,” kata dia.
Sumber
Labels:
Berita