Latest Post

Free Baggage Allowance Citilink

Rabu, 02 April 2014 | 2.4.14



Garuda Indonesia Terbang Langsung dari Jakarta ke Palu

Senin, 17 Maret 2014 | 17.3.14


Maskapai penerbangan nasional Garuda Indonesia meluncurkan layanan penerbangan langsung yang menghubungkan antara Jakarta dengan Palu di Sulawesi Tengah. Rute itu dioperasikan dengan pesawat Boeing 737-800 yang memiliki kapasitas sebanyak 156 kursi dengan frekuensi satu penerbangan sehari.

Direktur Pemasaran dan Penjualan Garuda Indonesia Erik Meijer mengatakan, pembukaan rute ini akan memberikan opsi yang lebih banyak bagi penumpang dari Jakarta yang akan ke Palu maupun sebaliknya. “Penerbangan langsung Jakarta-Palu PP ini merupakan bagian dari program pengembangan jaringan Garuda Indonesia, khususnya di wilayah timur Indonesia,” kata Erik.

Menurut Erik, Palu merupakan pasar penerbangan yang cukup potensial untuk dikembangkan karena pertumbuhan ekonomi di Sulawesi Tengah tergolong tinggi. Dengan demikian, Palu juga mulai dilirik oleh kalangan pebisnis untuk melakukan investasi. “Kami berharap dengan hadirnya Garuda melayani rute ini dapat membantu usaha-usaha pemerintah daerah untuk terus mengembangkan daerah ini,” katanya.

Penerbangan dari Jakarta tujuan Palu menggunakan nomor penerbangan GA622 yang diberangkatkan dari Bandara Soekarno-Hatta pukul 18.10 WIB dan tiba di Palu pukul 21.55 WITA. Sementara itu, rute sebaliknya menggunakan nomor penerbangan GA623 dengan jadwal keberangkatan dari Bandara Mutiara pukul 07.20 WITA dan mendarat di Jakarta pukul 08.50 WIB.


Sumber

Garuda Ubah Jadwal Penerbangan Manado - Balikpapan


Mulai Senin, 17 Maret 2014, maskapai penerbangan Garuda Indonesia mengubah jadwal penerbangan dari Manado tujuan Balikpapan. Penerbangan yang semula diberangkatkan pukul 06.05 WITA dari Bandara Sam Ratulangi, mulai besok akan diberangkatkan pukul 12.30 WITA.

Menurut Marketing Communications Executive Garuda Indonesia Cabang Balikpapan Ecky Lazuardi kepada Tribunnews.com, perubahan jadwal penerbangan hanya berlaku untuk rute dari Manado ke Balikpapan, sedangkan pada rute dari Balikpapan ke Manado jadwal masih seperti semula dengan keberangkatan pukul 17.50 WITA.

Rute penerbangan dari Balikpapan ke Manado dibuka oleh Garuda Indonesia sejak Agustus tahun lalu. Penerbangan pada rute ini dilayani setiap hari dengan menggunakan pesawat Bombardier CRJ1000 NextGen, yang memiliki kapasitas 12 kursi kelas bisnis dan 84 kursi kelas ekonomi.


Sumber

Surcharge Diterapkan, Penjualan Tiket Pesawat LCC Turun 20 Persen


Menyusul penerapan implementasi biaya tambahan (surcharge) oleh pemerintah pada 26 februari 2014 akibat pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS, penjualan tiket pesawat low cost carrier domestik mengalami penurunan hingga 20 persen.

Pelemahan rupiah tersebut, berdampak pada melambungnya harga bahan bakar pesawat. Alhasil untuk menyelamatkan industri penerbangan dari kebangkrutan, pemerintah memberlakukan fuel surcharge yang dibebankan kepada konsumen .

Menurut Ketua umum Association of the Indonesia Tours and Travel (Asita) Asnawi Bahar, ada kontraksi penjualan tiket seiring dengan penambahan surcharge tersebut. “Penjualan tiket pesawat low cost carrier menurun 10%—20% pada awal penerapan,” katanya dilansir Bisnis.com.

Perlu diketahui, untuk penerbangan dengan pesawat jet, surcharge ditambahkan sebesar Rp 60.000 dan Rp 50.000 untuk pesawat turbo propeller di luar harga tiket. Lewat aturan Permenhub No. 2/2014 tentang Besaran Biaya Tambahan Tarif, harga tiket pesawat tujuan domestik mengalami kenaikan sebesar 7 hingga 9 persen.

“Efek psikologis calon penumpang muncul saat harga tiket pesawat low cost carrier mendadak lebih mahal atau hampir sama dengan harga tiket pesawat full service. Banyak dari mereka menunda perjalanan akibat penerapan surcharge,” tuturnya.

Namun, penurunan penjualan tiket low cost carrier tersebut tidak berlangsung lama menyusul tingginya kebutuhan penggunaan transportasi udara. “Kami memprediksi, penjualan akan kembali normal pada bulan kedua penerapan surcharge.”

Dalam penerapan surcharge, Asita meminta kepada pemerintah dan maskapai untuk jangan terlalu lama mempertahankan biaya tambahan itu. “Jika rupiah membaik, harga avtur sudah seperti semula, surcharge tersebut harus segera dicabut untuk mendongkrak kembali penjualan tiket pesawat,” katanya

Menangapi hal itu, Ketua umum Indonesia National Air Carriers Association (INACA) Arif Wibowo mengatakan kontraksi penjualan tidak akan berlangsung lama. “Itu hanya efek psikologis dari konsumen saja,” katanya.


Sumber

Dieng Sunrise Tour

Rabu, 12 Maret 2014 | 12.3.14



Dieng, merupakan objek wisata yang jarang di kunjungi akan tetapi disini terdapat tempat untuk melihat sunrise yang tidak kalah dengan Bromo, banyak wisatawan yang bilang kalau di bukit si Kunir adalah The Golden Sunrise in Java, untuk itu, mari membuktikan apakah di si Kunir atau Sunrise di Dieng adalah terbagus di Jawa, nikmati paket ini dengan kerabat, teman, keluarga atau pacar anda, dan nikmati sensasi paket tour ini.




DAY 1

- Jam 17.00 mulai penjemputan
- Jam 18.00 di perkirakan mulai keberangakatan menuju Dieng Jawa Tengah
- Menikmati makan malam di mie ongklok
- Cek in hotel / homestay di daerah Dieng
- Istirahat dan persiapan untuk Sunrise Tour

DAY 2

- Persiapan dan cek out hotel
- Menuju si Kunir
- Menikmati keindahan Sunrise Tour Dieng yang sangat menakjubkan
- Menuju Kawah Singkidan dan menikmati makan pagi di local resto
- Menikmati keindahan kawah singkidan
- Menuju area Candi Arjuna
- Menikmati keindahan Candi Arjuna
- Menuju telaga warna dan menikmati Kawah Pengilon
- Makan siang nasi box di sekitar teater telaga warna
- Menuju kawah silere, air tejun sirawe dan menikmati sumber air panas
- Kembali menuju alun alun dieng
- Menikmati belanja oleh oleh khas Dieng
- Makan malam di Local Resto
- Kembali menuju Jogjakarta

Minimal paket 6 orang ( Rp. 350.000 / pax )

Include :

  • Transport AC PP Jogja-Dieng
  • Makan sesuai jadwal
  • Penginapan 1 kamar 2 orang 1 malam
  • Tiket masuk
  • Documentasi
  • Driver & Tour leader
Exclude :
  • Pengeluaran pribadi
  • Shopping
  • Tipping
Akomodasi
  • Hotel/ Homestay
  • 1 Night
  • 1 Room for 2 person

Celebes Air Berpeluang Garap Rute Merpati


TEMPO.CO, Makassar - Celebes Air, maskapai baru milik Bosowa Grup, dinilai memiliki peluang untuk menggarap rute perintis yang pernah dilalui oleh Merpati. Kebutuhan masyarakat akan jalur transportasi udara yang cepat dan aman semakin besar. "Celebes Air mempunyai peluang besar," kata Kepala Dinas Perhubungan, Informasia, dan Komunikasi Provinsi Sulawesi Selatan Masykur Sulthan sebelum peresmian penerbangan perdana Celebes Air di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar, Senin, 10 Maret 2014.

Menurut Masykur, Celebes Air sebagai perusahaan lokal diharapkan bisa menjadi kebanggaan masyarakat Sulawesi Selatan. Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dapat mengkomunikasikan Celebes Air ke gubernur-gubernur di kawasan timur Indonesia. "Jika pemerintah membutuhkan pesawat, tidak lagi mencari maskapai asing," ujarnya.

Di Sulawesi Selatan, ujar Masykur, terdapat delapan bandara perintis yang berlokasi di Toraja, Luwu Utara, Luwu Timur, Toraja, Bone, dan Kepulauan Selayar. Untuk menghubungkan daerah-daerah yang tidak bisa diakses melalui jalur darat, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan memberi subsidi penerbangan perintis sebesar Rp 35 miliar tahun 2013. Jumlahnya meningkat menjadi sekitar Rp 40 miliar pada 2014.

Sebelum Celebes Air beroperasi, sudah ada maskapai yang menerbangi rute perintis di Sulawesi Selatan, yakni Susi Air dan Aviastar dengan kapasitas 12-18 penumpang. Dua maskapai ini selalu penuh penumpang.

Direktur Bosowa Resources Munafri Arifuddin mengatakan kehadiran Celebes Air adalah sesuatu yang luar biasa di dalam Bosowa Grup karena perusahaan ini tidak pernah memikirkan akan masuk ke bisnis penerbangan. Dalam waktu dekat, ujar dia, pihaknya berencana membeli pesawat ATR berkapasitas 100 penumpang. Saat ini, pesawat yang digunakan adalah jenis Twin Otter.


Sumber

Tiga Maskapai Garap Rute Kupang - Darwin - Dili


TEMPO.CO, Kupang - Tiga maskapai akan melayani penerbangan dengan rute Kupang-Dili-Darwin mulai April 2014. Tiga maskapai yang direkomendasikan untuk melayani rute ini adalah Garuda Indonesia, Lion Air, dan TransNusa.

Ketua Komisi Perhubungan Dewan Perwakilan Rakyat Laurens Bahang Dama mengatakan pesawat yang menempuh rute Kupang-Darwin itu akan transit di Dili, Timor Leste. Sebelumnya rute ini pernah dilayani pesawat Boeing milik PT Merpati Nusantara Airlines, tapi ditutup setelah terjadi konflik di Timor-Timur pada 1999.

Jika rute penerbangan ini dibuka kembali, kata Laurens, sektor pariwisata akan hidup dan investasi asing di Nusa Tenggara Timur akan meningkat. "Saat ini tinggal menunggu tanda tangan dari Kementerian Perhubungan," katanya dalam kunjungan kerja bersama anggota Komisi di Bandara El Tari Kupang, Selasa, 11 Maret 2014.
Sebelum rute penerbangan tersebut dibuka, beberapa fasilitas Bandara El Tari seperti ruang tunggu penumpang dan tempat parkir pesawat tengah dibenahi. Selama pembenahan, Laurens mengatakan rute Kupang-Darwin sudah bisa dioperasikan karena fasilitas dasar yang berhubungan dengan bandara internasional telah terpenuhi, yakni kantor Bea-Cukai, Imigrasi, dan Karantina. 


General Manager PT Angkasa Pura 1 Bandara El Tari Imam Pramono mengatakan landasan pacu Bandara El Tari Kupang yang memiliki panjang 2.500 meter dan lebar 45 meter mampu didarati pesawat Boeing 737 series 900. Sedangkan apron Bandara berkapasitas 12 pesawat selalu penuh. Terminal penumpang pun akan diperluas dari 5.000 menjadi 6.000 meter persegi. "Akan selesai Juni mendatang," katanya.


Sumber