Latest Post

Rute Baru LION AIR Group

Selasa, 21 Oktober 2014 | 21.10.14

WINGS AIR - Mulai 15 Oktober 2014
Flight No.FromToLocal Time
ETDETA
IW 1905SOLO (SOC)BANDUNG (BDO)07.2508.35
IW 1904BANDUNG (BDO)SOLO (SOC)09.0010.10

MALINDO AIR - Mulai 17 Oktober 2014 (Setiap hari Senin, Rabu, Jumat, dan Minggu)
Flight No.FromToLocal Time
ETDETA
OD 308IPOH (IPH)MEDAN KUALA NAMU (KNO)11.5012.05
OD 309MEDAN KUALA NAMU (KNO)IPOH (IPH)12.5015.05

THAI LION AIR - Mulai 24 Oktober 2014 - UFN (Setiap Hari)
Flight No.FromToLocal Time
ETDETA
SL 8005JAKARTA (CGK)BANGKOK DONMUEANG (DMK)11.5012.05
SL 8002BANGKOK DONMUEANG (DMK)JAKARTA (CGK)12.5015.05


Untuk Informasi lebih lanjut silahkan menghubungi call center LION AIR di nomor 0804 1 778 899.

Penambahan Rute Surabaya (SUB) - Palangkaraya (PKY) CITILINK


Penambahan Rute Penerbangan Citilink terhitung efektif mulai tanggal 07 November 2014 dengan rute sbb:
Flight No.FromToLocal Time
ETDETA
QG 784Surabaya (SUB)Palangkaraya (PKY)10.3011.40
QG 783Palangkaraya (PKY)Surabaya (SUB)12.1013.20


Untuk Informasi lebih lanjut silahkan menghubungi call center CITILINK di nomor 0804 1 080 808.

Citilink Jadikan Makassar Sebagai Hub Utama di Kawasan Timur

Kamis, 09 Oktober 2014 | 9.10.14


Maskapai penerbangan berbiaya murah (low cost carrier/LCC) Citilink Indonesia menjadikan hub utama di kawasan Indonesia Timur sekaligus memperkuat jaringan di regional ini.

CEO Citilink Indonesia Arif Wibowo mengatakan, untuk lebih mendongrak penumpang segmen LC perseroan tengah menjajaki penambahan rute ke sejumlah destinasi di regional timur C.

Perlu diketahui, anak usaha dari Garuda Indonesia itu telah melayani tiga rute dari Makassar dengan tujuan Jakarta, Balikpapan dan Surabaya. Khusus rute Makassar-Surabaya (PP) secara ekafektif dibuka pada Kamis (9/10) ini.

“Setelah Makassar-Surabaya, kami akan terus melakukan ekspansi ke beberapa kota utama di Indonesia Timur seperti Manado, Palu dan Jayapura,” kata Arief seperti dilansir Bisnis.com.

Pria yang juga ketua INACA itu menyebut, untuk mendukung rencana perseroan menjadikan Bandara Sultan Hasanuddin Makassar sebagai hub utama di wilayah Indonesia Timur juga menjadi pendorong rangkaian ekspansi tersebut juga dimaksudkan.

Secara nasional, perseroan dalam waktu dekat akan membuka rute Surabaya-Palembang-Padang, Surabaya Pekanbaru serta penambahan frekuensi penerbangan di Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta.

“Ini sejalan dengan target kami dengan 200 frekuensi penerbangan hingga akhir tahun ini. Kami hingga sejauh ini sudah terbang 170 frekuensi setiap harinya,” papar Arief.

Sumber

Abu Sinabung Mulai Ganggu Operasional Bandara Kuala Namu


Operasional Bandara Internasional Kuala Namu (KNIA) ikut terkena imbas dari meletusnya Gunung Sinabung. Lantaran adanya abu dari Sinabung, sejumlah penerbangan menjadi tertunda keberangkatannya dan terjadi penumpukan penumpang.

Contohnya pada penerbangan pesawat pertama dari Kualanamu yakni Garuda Indonesia pada pukul 05.10. lantaran ada abu vulkanik, pesawat baru bisa diberangkatkan sekitar pukul 08.10 WIB.

“Garuda pesawat pertama yang terbang, namun ini masih banyak yang belum bisa terbang. Jadi penumpang menumpuk di sini,” kata Kaka seperti dilansir detik.com.

Humas dan Protokoler PT Angkasa Pura II Cabang KNIA, Dewandono Prasetyo Nugroho menyatakan memang ada gangguan penerbangan karena abu tersebut. Tetapi karena belum mendapat informasi lengkap, dia belum dapat memberikan informasi lebih detil. “Saya belum ada informasinya,” katanya.

Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, beberapa kali meletus pada Rabu (8/10) hingga Kamis dinihari. Abu vulkanik dari letusan itu melayang hingga lebih dari 80 kilometer mencapai Kabupaten Deli Serdang, Medan dan Serdang Bedagai.

Di KNIA, abu itu menyelimuti pesawat yang parkir. Penundaan penerbangan dilakukan karena pesawat harus dipastikan dalam keadaan baik sebelum terbang. Pesawat yang berselimut abu vulkanik, harus dibersihkan terlebih dahulu.

Garuda bakal pisahkan lagi pembayaran airport tax

Kamis, 25 September 2014 | 25.9.14

Merdeka.com - Setelah mendukung pelaksanaan penerapan passenger service charge (PSC) atau yang lebih dikenal airport tax oleh penumpang, pada tiket selama dua tahun ini. Garuda Indonesia bakal kembali memisahkan pembayaran layanan airport dengan tiket.

Garuda Indonesia menegaskan pemisahan kembali, karena habisnya masa berlaku kontrak kerjasama pengutipan PSC pada 30 September 2014 mendatang. "Maka efektif 1 Oktober 2014, Garuda Indonesia tidak lagi melakukan pengutipan biaya PSC pada tiket," ujar Juru Bicara PT Garuda Indonesia Pudjobroto dalam siaran persnya, Rabu (24/9).

Dengan berakhirnya kerjasama tersebut, maka efektif 1 Oktober 2014 prosedur pengutipan biaya PSC telah diambil alih oleh pihak pengelola bandara kepada penumpang secara langsung, disaat keberangkatan di bandara.

Dia menegaskan, Garuda Indonesia, selama ini merupakan airline yang paling mendukung kebijakan pemerintah, dan keinginan pengguna jasa untuk menyatukan PSC pada tiket. Hal ini terbukti bahwa selama 2 tahun ini, hanya Garuda Indonesia Group yang melaksanakannya.

Pada saat awal kesepakatan antar pemangku kepentingan, disepakati bahwa dalam periode bridging, semua airline akan ikut. Namun terbukti, hingga sampai akhir masa kontrak, belum ada airline lain yang ikut, sehingga Indonesia tidak bisa masuk ke daftar negara IATA yang menerapkan kebijakan ini.

Penerapan PSC pada tiket yang selama ini diterapkan, dalam perjalanannya muncul beberapa hal yang tidak menguntungkan bagi Garuda. Antara lain terjadinya PSC tiket multileg stop over yang tidak ter-collect, yang setiap bulannya mencapai Rp 2,2 Miliar.

Biaya PSC yang dibayarkan oleh penumpang atas penggunaan jasa pelayanan dan fasilitas bandara ketika melakukan perjalanan dengan pesawat udara merupakan wewenang dan tanggung jawab penuh Pengelola Bandara, bukan tanggung jawab maskapai.

Peraturan Direktur Jendral Perhubungan Udara No. KP/447/2014, tanggal 9 Sep 2014 perihal pembayaran PSC pada tiket, akan menjadi payung hukum bagi pengelola bandara untuk mengimplementasikan PSC pada tiket sesuai dengan IATA standard. Di mana hal tersebut akan menjadi one for all solutions yaitu system PSC pada tiket sesuai IATA Standard berlaku untuk semua airline domestik dan internasional yang terbang dari dan ke Indonesia dan diterapkan secara serentak.

Menurut Dahlan, sudah dua tahun Garuda Indonesia menerapkan sistem praktis ini sayangnya tidak diikuti maskapai penerbangan lainnya. Padahal Kementerian Perhubungan selaku regulator sudah mengeluarkan aturan untuk penggabungan tiket dan airport tax ini. "Karena jadi korban yang lain tidak mau melaksanakan. Tapi dengan peraturan yang baru, semua harus melaksanakan," jelas dia.

Selama ini Garuda Indonesia menanggung dampak negatif akibat program penggabungan tiket dan airport tax. Langkah Garuda yang kembali memisahkan airport tax, sebagai tindakan yang tepat. Selama ini, harga tiket Garuda dan anak usahanya Citilink yang merupakan penerbangan kelas murah terkesan lebih mahal ketimbang maskapai penerbangan lainnya. "Betul aja kalau gitu. Terserah kemenhub. Mau mau maju atau primitif. Kalau mau primitif terus," ungkapnya.

Dahlan mengatakan ada syarat jika Garuda Indonesia kembali menggabungkan pembayaran airport tax. Seluruh maskapai nasional yang melayani penerbangan nasional yang melayani penerbangan reguler telah menerapkan penggabungan airport dan tiket."Kalau yang lain melaksanakan. Dia (Garuda Indonesia) harus balik lagi," katanya.


Sumber

Jangan Simpan Barang Ini di Bagasi Pesawat

Selasa, 09 September 2014 | 9.9.14

Saatnya memesan penerbangan dan pergi ke destinasi favorit. Selain menyiapkan dana dan membuat jadwal kegiatan di tempat tujuan, ada satu hal penting yang tidak boleh diremehkan, yakni mengemas barang.

Ketrampilan mengemas barang juga penting ketika hendak bepergian dengan pesawat terbang. Jika barang bawaan tak terlalu banyak, gunakan saja tas koper kecil yang bisa masuk ke dalam kabin.

Dimensi kabin umumnya berukuran 40 cm x 30 cm x 20 cm. Saat ini sudah banyak tas koper yang memiliki ukuran lebih kecil dari itu, sehingga perjalanan penumpang pun lebih praktis. Menggunakan kabin lebih aman dibanding meletakkan tas di bagasi.

Konsekuensi terburuk meletakkan tas di bagasi adalah hilangnya barang berharga. Oleh sebab itu, penumpang pun harus cerdas mengemas barang. Jika terpaksa menggunakan bagasi, sebaiknya barang-barang penting seperti di bawah ini disatukan ke dalam tas kecil yang bisa Anda bawa di kabin.

Paspor
Visa
Kartu identitas atau ID Card
Tiket maskapai atau E-ticket
Nomor reservasi hotel dan rental mobil
Uang
Kartu kredit
Kunci rumah
Laptop
Gadget
Surat-surat berharga


Sumber

Harga Rendah, Garuda Indonesia Tunda Penjualan Saham Citilink

Chief Executive Officer Garuda Indonesia Emirsyah Satar telah memastikan bahwa perusahaan akan menunda penjualan sebagian saham anak usahanya, Citilink Indonesia. Penundaan itu dilakukan karena harga yang diminta oleh calon investor masih terlalu rendah.

Pada bulan Juli, maskapai penerbangan nasional Indonesia itu mengumumkan sedang melakukan pembicaraan dengan dua investor stragis yang siap membeli saham Citilink Indonesia. Pada saat itu Garuda Indonesia berencana menjual 40-49 persen saham, sehingga masih menjadi pemegang saham mayoritas.

Beberapa kali Emirsyah Satar mengatakan bahwa calon investor itu berasal dari kalangan maskapai penerbangan. Sejumlah spekulasi beredar, maskapai penerbangan yang tertarik membeli saham Citilink Indonesia adalah Ryanair dari Irlandia dan All Nippon Airways (ANA) asal Jepang. Belakangan Singapore Airlines juga dikabarkan menjadi kandidat kuat. Namun kabar-kabar itu tidak ada yang dikonfirmasi kebenarannya.

Mendapatkan investor strategis menjadi hal yang sangat penting bagi pertumbuhan Citilink dalam rangka bersaing dengan maskapai penerbangan berbiaya rendah lainnya yang terus mengalami pertumbuhan, Lion Air.

Sumber