Latest Post
17.9.15

Maskapai penerbangan nasional Garuda Indonesia menghentikan sementara aktivitas penerbangan yang menghubungkan antara Pontianak dan Putussibau. Penerbangan itu dihentikan paling tidak sampai dengan 30 September 2015. Alasannya, kabut asap yang terjadi di Pontianak dan sekitarnya semakin pekat, membuat perusahaan memutuskan untuk menghentikan sementara aktivitas penerbangan antara kedua kota tersebut.
Sementara itu, rute penerbangan dari Jakarta tujuan Pontianak dan sebaliknya diubah jadwalnya dengan keberangkatan pada siang hari. Sedangkan penerbangan menuju kota lain masih beroperasi secara normal.
“Untuk tujuan Pontianak-Putussibau kita tidak operate hingga 30 September mendatang. Tetapi untuk penerbangan rute lainnya masih normal seperti biasa. Untuk itu kami informasikan kepada penumpang, agar tidak berharap. Kasian jika harus menunggu. Putussibau jarak yang aman untuk pendaratan visual 5000 meter,” ungkap General Manager Garuda Indonesia Branch Office Pontianak Donald Jerry.
Sumber
Garuda Hentikan Sementara Rute Pontianak - Putussibau
Kamis, 17 September 2015 | 17.9.15

Maskapai penerbangan nasional Garuda Indonesia menghentikan sementara aktivitas penerbangan yang menghubungkan antara Pontianak dan Putussibau. Penerbangan itu dihentikan paling tidak sampai dengan 30 September 2015. Alasannya, kabut asap yang terjadi di Pontianak dan sekitarnya semakin pekat, membuat perusahaan memutuskan untuk menghentikan sementara aktivitas penerbangan antara kedua kota tersebut.
Sementara itu, rute penerbangan dari Jakarta tujuan Pontianak dan sebaliknya diubah jadwalnya dengan keberangkatan pada siang hari. Sedangkan penerbangan menuju kota lain masih beroperasi secara normal.
“Untuk tujuan Pontianak-Putussibau kita tidak operate hingga 30 September mendatang. Tetapi untuk penerbangan rute lainnya masih normal seperti biasa. Untuk itu kami informasikan kepada penumpang, agar tidak berharap. Kasian jika harus menunggu. Putussibau jarak yang aman untuk pendaratan visual 5000 meter,” ungkap General Manager Garuda Indonesia Branch Office Pontianak Donald Jerry.
Sumber
Labels:
Berita
17.9.15

Anak perusahaan Garuda Indonesia yang bergerak dalam segmen penerbangan berbiaya rendah, Citilink Indonesia, terus berupaya meningkatkan pelayanan kepada pelanggan. Salah satu caranya adalah dengan meningkatkan tingkat ketepatan waktu atau on time performance (OTP).
Direktur Komersial Citilink Indonesia Hans Nugroho mengatakan bahwa tingkat ketepatan waktu penerbangan Citilink kini sudah mencapai 84 persen. Angka itu akan ditingkatkan terus hingga mencapai 90 persen. “Kita juga fokus pada operational excellent, safety oriented, zero accident, dan OTP target 90 persen, saat ini 84 persen,” katanya.
Hans menuturkan, tingkat ketepatan waktu sangat penting bagi maskapai penerbangan karena menyangkut kepuasan pelanggan. Namun Citilink juga akan terus memperhatikan keamanan dan keselamatan penerbangan. “Kami tidak lagi bicara harga murah, tapi pelayanan dan keamanan. Menjaga keselamatan di darat dan udara, keamanan di bandara dan pesawat,” tuturnya.
Sumber
Citilink Indonesia Targetkan OTP Hingga 90 Persen

Anak perusahaan Garuda Indonesia yang bergerak dalam segmen penerbangan berbiaya rendah, Citilink Indonesia, terus berupaya meningkatkan pelayanan kepada pelanggan. Salah satu caranya adalah dengan meningkatkan tingkat ketepatan waktu atau on time performance (OTP).
Direktur Komersial Citilink Indonesia Hans Nugroho mengatakan bahwa tingkat ketepatan waktu penerbangan Citilink kini sudah mencapai 84 persen. Angka itu akan ditingkatkan terus hingga mencapai 90 persen. “Kita juga fokus pada operational excellent, safety oriented, zero accident, dan OTP target 90 persen, saat ini 84 persen,” katanya.
Hans menuturkan, tingkat ketepatan waktu sangat penting bagi maskapai penerbangan karena menyangkut kepuasan pelanggan. Namun Citilink juga akan terus memperhatikan keamanan dan keselamatan penerbangan. “Kami tidak lagi bicara harga murah, tapi pelayanan dan keamanan. Menjaga keselamatan di darat dan udara, keamanan di bandara dan pesawat,” tuturnya.
Sumber
Labels:
Berita
17.9.15

Citilink Indonesia akan terus melakukan ekspansi dengan membuka rute penerbangan baru maupun menambah frekuensi penerbangan yang sudah ada. Menurut rencana, tidak lama lagi anak perusahaan Garuda Indonesia itu akan membuka rute penerbangan dari Jakarta menuju dua kota di Sulawesi, yaitu Palu dan Manado.
Direktur Komersial Citilink Indonesia Hans Nugroho mengatakan bahwa pembukaan kedua rute penerbangan itu tidak akan lama lagi. Namun, dia belum bisa mengatakan waktu pastinya karena perusahaan sedang mengurus berbagai hal mengenai pembukaan rute tersebut. “Semuanya sedang diatur sehingga belum bisa dipastikan kapan. Yang jelas semuanya dari Cengkareng (Bandara Soekarno-Hatta),” tuturnya.
Belum lama ini Citilink Indonesia sudah melakukan ekspansi dengan membuka rute-rute baru seperti Jakarta-Pontianak, Surabaya-Pontianak, Surabaya-Bandung, dan Bandung-Palembang.
Sumber
Citilink Indonesia Bakal Terbang ke Palu dan Manado

Citilink Indonesia akan terus melakukan ekspansi dengan membuka rute penerbangan baru maupun menambah frekuensi penerbangan yang sudah ada. Menurut rencana, tidak lama lagi anak perusahaan Garuda Indonesia itu akan membuka rute penerbangan dari Jakarta menuju dua kota di Sulawesi, yaitu Palu dan Manado.
Direktur Komersial Citilink Indonesia Hans Nugroho mengatakan bahwa pembukaan kedua rute penerbangan itu tidak akan lama lagi. Namun, dia belum bisa mengatakan waktu pastinya karena perusahaan sedang mengurus berbagai hal mengenai pembukaan rute tersebut. “Semuanya sedang diatur sehingga belum bisa dipastikan kapan. Yang jelas semuanya dari Cengkareng (Bandara Soekarno-Hatta),” tuturnya.
Belum lama ini Citilink Indonesia sudah melakukan ekspansi dengan membuka rute-rute baru seperti Jakarta-Pontianak, Surabaya-Pontianak, Surabaya-Bandung, dan Bandung-Palembang.
Sumber
Labels:
Berita
16.9.15

Meskipun baru beberapa tahun beroperasi, maskapai penerbangan berbiaya rendah Citilink Indonesia terus menunjukkan prestasinya. Anak perusahaan Garuda Indonesia itu setidaknya sudah mendapatkan tiga penghargaan bertaraf nasional, antara lain Indonesia Original Brand 2015 dari Majalah SWA, Best eMark Award 2014 dari Telkom University, dan Marketing Award 2015 versi Majalah Marketing.
Direktur Utama Citilink Indonesia Albert Burhan mengatakan bahwa berbagai penghargaan yang sudah diraih oleh perusahaan menunjukkan semangat kerja keras dari para karyawan demi memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan. “Penghargaan ini membuktikan kerja keras yang telah dilakukan seluruh karyawan untuk memenuhi harapan konsumen atau penumpang Citilink akan standar pelayanan yang berkualitas,” kata Albert.
Menurut Albert, kini yang menjadi tantangan besar bagi karyawan Citilink adalah menjaga dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada para pelanggan sehingga Citilink bisa tetap berkontribusi positif dalam industri penerbangan di Indonesia.
Sumber
Citilink Dapatkan Tiga Penghargaan Bertaraf Nasional
Rabu, 16 September 2015 | 16.9.15

Meskipun baru beberapa tahun beroperasi, maskapai penerbangan berbiaya rendah Citilink Indonesia terus menunjukkan prestasinya. Anak perusahaan Garuda Indonesia itu setidaknya sudah mendapatkan tiga penghargaan bertaraf nasional, antara lain Indonesia Original Brand 2015 dari Majalah SWA, Best eMark Award 2014 dari Telkom University, dan Marketing Award 2015 versi Majalah Marketing.
Direktur Utama Citilink Indonesia Albert Burhan mengatakan bahwa berbagai penghargaan yang sudah diraih oleh perusahaan menunjukkan semangat kerja keras dari para karyawan demi memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan. “Penghargaan ini membuktikan kerja keras yang telah dilakukan seluruh karyawan untuk memenuhi harapan konsumen atau penumpang Citilink akan standar pelayanan yang berkualitas,” kata Albert.
Menurut Albert, kini yang menjadi tantangan besar bagi karyawan Citilink adalah menjaga dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada para pelanggan sehingga Citilink bisa tetap berkontribusi positif dalam industri penerbangan di Indonesia.
Sumber
Labels:
Berita
16.9.15

Perusahaan penerbangan yang sebagian besar sahamnya dimiliki negara, Garuda Indonesia, telah menutup dua rute penerbangan dari Batam, yaitu Batam-Surabaya dan Batam-Bandung. Padahal, kedua rute penerbangan itu baru dibuka pada Desember 2014 menggunakan pesawat Boeing 737-800.
Kepala Bagian Umum Bandara Hang Nadim Batam Suwarso mengatakan, Garuda Indonesia telah menutup rute Batam-Surabaya dan Batam-Bandung sejak setelah Lebaran 2015. “Setelah lebaran Garuda sudah tidak lagi terbang ke Surabaya dan Bandung. Awalnya penerbangan dua tujuan tersebut dilayani satu kali sehari,” kata dia.
Menurut Suwarso, Garuda Indonesia beralasan menutup kedua rute penerbangan itu lantaran mengalihkan pesawat yang digunakan untuk melayani rute penerbangan lain. Namun, berdasarkan pantauan dia, rute penerbangan Batam-Surabaya dan Batam-Bandung yang dioperasikan oleh Garuda Indonesia sepi penumpang. “Alasannya dari maskapai karena pengalihan rute. Tapi menurut pantauan kami karena memang sepi penumpang. Mereka kalah bersaing dengan Lion Air yang sudah lama eksis pada rute tersebut,” ungkap Suwarso.
Dengan penutupan rute Batam-Surabaya dan Batam-Bandung, kini Garuda Indonesia hanya tinggal mengoperasikan tiga rute penerbangan dari Bandara Hang Nadim Batam, di antaranya menuju Jakarta, Medan, dan Bandar Lampung. Penerbangan ke Jakarta dilayani empat kali sehari menggunakan pesawat Boeing 737-800, sedangkan penerbangan ke Medan dan Bandar Lampung masing-masing dilayani satu kali sehari menggunakan pesawat Bombardier CRJ1000 NextGen.
Sumber
Garuda Telah Tutup Rute dari Batam ke Bandung dan Surabaya

Perusahaan penerbangan yang sebagian besar sahamnya dimiliki negara, Garuda Indonesia, telah menutup dua rute penerbangan dari Batam, yaitu Batam-Surabaya dan Batam-Bandung. Padahal, kedua rute penerbangan itu baru dibuka pada Desember 2014 menggunakan pesawat Boeing 737-800.
Kepala Bagian Umum Bandara Hang Nadim Batam Suwarso mengatakan, Garuda Indonesia telah menutup rute Batam-Surabaya dan Batam-Bandung sejak setelah Lebaran 2015. “Setelah lebaran Garuda sudah tidak lagi terbang ke Surabaya dan Bandung. Awalnya penerbangan dua tujuan tersebut dilayani satu kali sehari,” kata dia.
Menurut Suwarso, Garuda Indonesia beralasan menutup kedua rute penerbangan itu lantaran mengalihkan pesawat yang digunakan untuk melayani rute penerbangan lain. Namun, berdasarkan pantauan dia, rute penerbangan Batam-Surabaya dan Batam-Bandung yang dioperasikan oleh Garuda Indonesia sepi penumpang. “Alasannya dari maskapai karena pengalihan rute. Tapi menurut pantauan kami karena memang sepi penumpang. Mereka kalah bersaing dengan Lion Air yang sudah lama eksis pada rute tersebut,” ungkap Suwarso.
Dengan penutupan rute Batam-Surabaya dan Batam-Bandung, kini Garuda Indonesia hanya tinggal mengoperasikan tiga rute penerbangan dari Bandara Hang Nadim Batam, di antaranya menuju Jakarta, Medan, dan Bandar Lampung. Penerbangan ke Jakarta dilayani empat kali sehari menggunakan pesawat Boeing 737-800, sedangkan penerbangan ke Medan dan Bandar Lampung masing-masing dilayani satu kali sehari menggunakan pesawat Bombardier CRJ1000 NextGen.
Sumber
Labels:
Berita
16.9.15

Rencana maskapai penerbangan Garuda Indonesia untuk mengoperasikan rute penerbangan antara Wakatobi di Sulawesi Tenggara dan Denpasar di Bali sudah semakin mendekati kenyataan. Pasalnya, Kementerian Perhubungan dikabarkan bakal segera mengeluarkan izin bagi Garuda Indonesia untuk mengoperasikan rute penerbangan tersebut.
Bupati Wakatobi Hugua mengatakan, Pemerintah Kabupaten Wakatobi bersama dengan Garuda Indonesia sudah mengajukan izin untuk membuka rute penerbangan Wakatobi-Denpasar sejak awal tahun ini. Namun, izin rute penerbangan itu tak kunjung keluar. Kini, Menteri Perhubungan Ignasius Jonan sudah memberikan kepastian akan mengeluarkan izin rute bagi Garuda Indonesia. “Menteri Perhubungan menyampaikan rencana penerbitan izin operasional rute penerbangan Wakatobi-Bali oleh maskapai Garuda Indonesia itu, saat berkunjung di Wakatobi bersama anggota Komisi V DPR RI Minggu, 13 September 2015,” katanya.
Menurut Hugua, sebagai daerah yang masuk dalam kawasan ekonomi khusus pariwisata, Wakatobi bisa berkembang lebih pesat jika terhubung dengan Bali melalui jalur udara lantaran akan semakin banyak wisatawan domestik dan wisatawan asing yang berkunjung ke Wakatobi. “Kalau penerbangan Wakatobi-Denpasar sudah terbuka, maka arus transportasi barang dan jasa di Wakatobi akan semakin lancar. Kalau wisatawan sudah banyak yang berkunjung di Wakatobi, maka tingkat kesejahteraan masyarakat di Wakatobi akan semakin membaik dari tahun ke tahun,” katanya.
Sumber
Garuda Segera Kantongi Izin Rute Wakatobi - Denpasar

Rencana maskapai penerbangan Garuda Indonesia untuk mengoperasikan rute penerbangan antara Wakatobi di Sulawesi Tenggara dan Denpasar di Bali sudah semakin mendekati kenyataan. Pasalnya, Kementerian Perhubungan dikabarkan bakal segera mengeluarkan izin bagi Garuda Indonesia untuk mengoperasikan rute penerbangan tersebut.
Bupati Wakatobi Hugua mengatakan, Pemerintah Kabupaten Wakatobi bersama dengan Garuda Indonesia sudah mengajukan izin untuk membuka rute penerbangan Wakatobi-Denpasar sejak awal tahun ini. Namun, izin rute penerbangan itu tak kunjung keluar. Kini, Menteri Perhubungan Ignasius Jonan sudah memberikan kepastian akan mengeluarkan izin rute bagi Garuda Indonesia. “Menteri Perhubungan menyampaikan rencana penerbitan izin operasional rute penerbangan Wakatobi-Bali oleh maskapai Garuda Indonesia itu, saat berkunjung di Wakatobi bersama anggota Komisi V DPR RI Minggu, 13 September 2015,” katanya.
Menurut Hugua, sebagai daerah yang masuk dalam kawasan ekonomi khusus pariwisata, Wakatobi bisa berkembang lebih pesat jika terhubung dengan Bali melalui jalur udara lantaran akan semakin banyak wisatawan domestik dan wisatawan asing yang berkunjung ke Wakatobi. “Kalau penerbangan Wakatobi-Denpasar sudah terbuka, maka arus transportasi barang dan jasa di Wakatobi akan semakin lancar. Kalau wisatawan sudah banyak yang berkunjung di Wakatobi, maka tingkat kesejahteraan masyarakat di Wakatobi akan semakin membaik dari tahun ke tahun,” katanya.
Sumber
Labels:
Berita
13.9.15

Maskapai penerbangan berbiaya rendah terbesar di Indonesia, Lion Air, berencana melakukan ekspansi usaha dengan membuka rute penerbangan baru dari Bandara Adi Sumarmo Solo. Rencananya, maskapai penerbangan berlogo singa itu akan membuka rute Solo-Batam dan Solo-Banjarmasin.
Manajer Lion Air Solo Taufik Dwi Setiandi mengatakan bahwa Lion Air sedang mengurus izin untuk membuka kedua rute penerbangan itu di Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan. “Untuk saat ini kita masih mengurus perizinan di Kementerian Perhubungan, dan jika izin sudah keluar kita bisa langsung beroperasi,” katanya.
Menurut Taufik, pihak Lion Air sudah mempersiapkan slot time di masing-masing bandara dan juga mempersiapkan armada pesawat yang digunakan untuk melayani rute-rute penerbangan tersebut. Jika tidak ada kendala, rute penerbangan Solo-Batam dan Solo-Banjarmasin akan beroperasi pada Oktober mendatang. “Target kita kalau tidak akhir bulan ini ya awal Oktober nanti sudah beroperasi,” ungkap Taufik.
Taufik menambahkan, Lion Air mengincar rute penerbangan Solo-Batam dan Solo-Banjarmasin lantaran potensi penumpang pada kedua rute penerbangan itu cukup tinggi. Apalagi kedua rute itu memiliki potensi wisata yang masih bisa dikembangkan.
Sumber
Lion Air Bakal Hubungkan Solo dengan Batam dan Banjarmasin
Minggu, 13 September 2015 | 13.9.15

Maskapai penerbangan berbiaya rendah terbesar di Indonesia, Lion Air, berencana melakukan ekspansi usaha dengan membuka rute penerbangan baru dari Bandara Adi Sumarmo Solo. Rencananya, maskapai penerbangan berlogo singa itu akan membuka rute Solo-Batam dan Solo-Banjarmasin.
Manajer Lion Air Solo Taufik Dwi Setiandi mengatakan bahwa Lion Air sedang mengurus izin untuk membuka kedua rute penerbangan itu di Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan. “Untuk saat ini kita masih mengurus perizinan di Kementerian Perhubungan, dan jika izin sudah keluar kita bisa langsung beroperasi,” katanya.
Menurut Taufik, pihak Lion Air sudah mempersiapkan slot time di masing-masing bandara dan juga mempersiapkan armada pesawat yang digunakan untuk melayani rute-rute penerbangan tersebut. Jika tidak ada kendala, rute penerbangan Solo-Batam dan Solo-Banjarmasin akan beroperasi pada Oktober mendatang. “Target kita kalau tidak akhir bulan ini ya awal Oktober nanti sudah beroperasi,” ungkap Taufik.
Taufik menambahkan, Lion Air mengincar rute penerbangan Solo-Batam dan Solo-Banjarmasin lantaran potensi penumpang pada kedua rute penerbangan itu cukup tinggi. Apalagi kedua rute itu memiliki potensi wisata yang masih bisa dikembangkan.
Sumber
Labels:
Berita