Latest Post
4.3.13
Rute Indonesia Air Bandung - Palembang mulai dilirik penumpang
Senin, 04 Maret 2013 | 4.3.13
Photo: Harayatayuga/Haryadi
(4/3/2013) Maskapai penerbangan Indonesia Air, yang baru saja melakukan penerbangan perdana pesawat Airbus A320 pada 22 Februari lalu, menyatakan optimis bisa sukses pada rute barunya Bandung-Palembang.
Semula, tingkat keterisian penumpang (load factor) rute Bandung-Palembang saat mulai beroperasi hanya sekitar 50 persen dari total 174 kursi yang tersedia. Kini, pemesan tiket pada rute tersebut sudah semakin membaik, bahkan bisa mencapai 100 penumpang per hari.
Sejak Indonesia Air membuka penerbangan langsung Bandung-Palembang, waktu tempuh antara kedua kota ini menjadi semakin cepat. Selama ini penumpang dari Bandung yang akan ke Palembang atau sebaliknya kebanyakan melalui Bandara Soekarno-Hatta Jakarta. Hal itu dianggap kurang efisien dari segi waktu karena penumpang harus menggunakan travel atau bus untuk menuju Bandara Soekarno-Hatta dari Bandung dan sebaliknya.
Sementara untuk persaingan dengan maskapai lain, Indonesia Air menyatakan optimis karena tidak memiliki pesaing. Selama ini Bandung-Palembang telah dilayani oleh Merpati Nusantara dengan pesawat MA60. Namun penerbangan Merpati ini melakukan pemberhentian di Bandar Lampung sebelum melanjutkan penerbangan ke Palembang.
Untuk penerbangan jarak dekat antara Bandung dan Palembang, Indonesia Air mematok harga antara Rp 232.000 hingga Rp 421.000 sekali jalan. Dengan harga ini, penumpang mendapatkan bagasi gratis dan makanan ringan serta air mineral dalam penerbangan.
Indonesia Air hanya menargetkan load factor sebesar 70-85 persen pada rute Bandung-Palembang. Menurut pihak maskapai, untuk mencapai load factor 100 persen sangat sulit dicapai karena perusahaan menggunakan pesawat besar, kecuali pada peak season.
Selain Bandung-Palembang, Indonesia Air juga memiliki rute lain seperti Bandung-Balikpapan, Bandung-Pekanbaru, dan Bandung-Medan.
Sumber
(4/3/2013) Maskapai penerbangan Indonesia Air, yang baru saja melakukan penerbangan perdana pesawat Airbus A320 pada 22 Februari lalu, menyatakan optimis bisa sukses pada rute barunya Bandung-Palembang.
Semula, tingkat keterisian penumpang (load factor) rute Bandung-Palembang saat mulai beroperasi hanya sekitar 50 persen dari total 174 kursi yang tersedia. Kini, pemesan tiket pada rute tersebut sudah semakin membaik, bahkan bisa mencapai 100 penumpang per hari.
Sejak Indonesia Air membuka penerbangan langsung Bandung-Palembang, waktu tempuh antara kedua kota ini menjadi semakin cepat. Selama ini penumpang dari Bandung yang akan ke Palembang atau sebaliknya kebanyakan melalui Bandara Soekarno-Hatta Jakarta. Hal itu dianggap kurang efisien dari segi waktu karena penumpang harus menggunakan travel atau bus untuk menuju Bandara Soekarno-Hatta dari Bandung dan sebaliknya.
Sementara untuk persaingan dengan maskapai lain, Indonesia Air menyatakan optimis karena tidak memiliki pesaing. Selama ini Bandung-Palembang telah dilayani oleh Merpati Nusantara dengan pesawat MA60. Namun penerbangan Merpati ini melakukan pemberhentian di Bandar Lampung sebelum melanjutkan penerbangan ke Palembang.
Untuk penerbangan jarak dekat antara Bandung dan Palembang, Indonesia Air mematok harga antara Rp 232.000 hingga Rp 421.000 sekali jalan. Dengan harga ini, penumpang mendapatkan bagasi gratis dan makanan ringan serta air mineral dalam penerbangan.
Indonesia Air hanya menargetkan load factor sebesar 70-85 persen pada rute Bandung-Palembang. Menurut pihak maskapai, untuk mencapai load factor 100 persen sangat sulit dicapai karena perusahaan menggunakan pesawat besar, kecuali pada peak season.
Selain Bandung-Palembang, Indonesia Air juga memiliki rute lain seperti Bandung-Balikpapan, Bandung-Pekanbaru, dan Bandung-Medan.
Sumber
Labels:
Berita
25.2.13
Jangan Merokok & 4 Tips Penting Saat Traveling ke Raja Ampat
Senin, 25 Februari 2013 | 25.2.13
Waisai - Traveling ke Raja Ampat adalah impian para traveler. Tapi ternyata, ada beberapa hal penting yang harus diperhatikan saat Anda menjelajahi kepulauan di Papua Barat tersebut. Selain dilarang merokok, inilah 4 hal penting lainnya.
Lautan biru jernih, ikan-ikan lucu, terumbu karang beraneka ragam, dan gugusan pulau karang adalah pesona dari Raja Ampat. Sekitar 75% spesies laut dunia pun berada di Raja Ampat. Sepanjang mata memandang, rasa takjub tak akan habis saat berlayar atau menyelami bawah lautnya. Tapi ternyata, ada 5 hal penting bagi traveler saat bertualang di Raja Ampat.
Disusun detikTravel, Senin (25/2/2013), berikut 5 hal penting yang harus diperhatikan saat traveling ke Raja Ampat:
1. Jangan merokok
Tahukah Anda, terdapat larangan merokok saat sedang berada di dalam boat di Raja Ampat. Hal ini pun menjadi catatan penting yang harus diperhatikan bagi Anda para perokok.
Mengapa? Sebabnya bensin-bensin di boat tersimpan simpan di bawah tempat duduk penumpang. Larangan merokok pun terpampang di dalam boat. Tak hanya itu, supir boat pun akan mengingatkan para perokok untuk bersabar selama di jalan. Jangan sekali-kali menyalakan rokok di dalam boat ya!
2. Bawa uang tunai
Anda akan sulit menemukan mesin ATM di pulau-pulau di Raja Ampat. Untuk itu, sebaiknya Anda menyiapkan uang tunai saat traveling ke gugusan pulau di Papua Barat tersebut.
Anda akan kesulitan jika tidak membawa uang tunai. Pembayaran homestay, boat, hingga suvenir di Pulau Arborak dan Waisai, tidak bisa dilakukan dengan pembayaran debit. Siapkan uang Anda dan buatlah rincian pengeluaran secermat-cermatnya.
3. Siapkan baterai cadangan
Tahukah Anda, beberapa resor atau homestay tidak menyediakan listrik untuk 24 jam. Oleh sebab itu, siapkan baterai cadangan untuk kamera, laptop atau pun ponsel Anda.
Betapa repotnya jika tiba-tiba baterai kamera Anda habis. Anda tidak akan bisa memotret kecantikan tiap-tiap pulau atau bawah laut Raja Ampat. Dengan membawa baterai cadangan, perjalanan pun menjadi lebih nyaman bukan?
4. Bawa dry bag
Hampir sepanjang perjalanan di Raja Ampat, Anda akan berlayar di lautan. Jangan bosan, sebabnya lautan biru jernih dan pulau cantik di tengah laut akan memanjakan pandangan Anda.
Untuk itu, bawalah kantung anti air atau dry bag sebagai pelindung peralatan Anda. Masukan kamera, ponsel, atau barang elektronik lainnya saat berlayar di Raja Ampat. Jangan sampai barang Anda basah dan rusak ya!
5. Makin banyak teman, makin murah
Nah, kalau ini adalah hal penting untuk menghemat biaya. Semakin banyak teman Anda saat traveling ke Raja Ampat, maka Anda dapat mengirit biaya perjalanan. Contohnya, satu boat biasanya mematok harga berkisar antara enam sampai belasan juta rupiah. Hal ini disebabkan mahalnya harga bahan bakar di Papua barat.
Dengan banyak teman, maka Anda bisa patungan bersama untuk menyewa kapal. Asyiknya lagi, harga sewa boat di raja Ampat tidak tergantung pada jumlah penumpang. Satu boat dapat diisi hingga 15 orang, jadi ajak teman-teman Anda ya!
Itulah 5 hal penting saat traveling ke Raja Ampat. Perhatikan setiap poinnya, serta nikmatilah pemandangan cantik sepanjang perjalanan. Satu lagi hal penting lainnya, jangan membuang sampah sembarangan ke laut ya!
Lautan biru jernih, ikan-ikan lucu, terumbu karang beraneka ragam, dan gugusan pulau karang adalah pesona dari Raja Ampat. Sekitar 75% spesies laut dunia pun berada di Raja Ampat. Sepanjang mata memandang, rasa takjub tak akan habis saat berlayar atau menyelami bawah lautnya. Tapi ternyata, ada 5 hal penting bagi traveler saat bertualang di Raja Ampat.
Disusun detikTravel, Senin (25/2/2013), berikut 5 hal penting yang harus diperhatikan saat traveling ke Raja Ampat:
1. Jangan merokok
Tahukah Anda, terdapat larangan merokok saat sedang berada di dalam boat di Raja Ampat. Hal ini pun menjadi catatan penting yang harus diperhatikan bagi Anda para perokok.
Mengapa? Sebabnya bensin-bensin di boat tersimpan simpan di bawah tempat duduk penumpang. Larangan merokok pun terpampang di dalam boat. Tak hanya itu, supir boat pun akan mengingatkan para perokok untuk bersabar selama di jalan. Jangan sekali-kali menyalakan rokok di dalam boat ya!
2. Bawa uang tunai
Anda akan sulit menemukan mesin ATM di pulau-pulau di Raja Ampat. Untuk itu, sebaiknya Anda menyiapkan uang tunai saat traveling ke gugusan pulau di Papua Barat tersebut.
Anda akan kesulitan jika tidak membawa uang tunai. Pembayaran homestay, boat, hingga suvenir di Pulau Arborak dan Waisai, tidak bisa dilakukan dengan pembayaran debit. Siapkan uang Anda dan buatlah rincian pengeluaran secermat-cermatnya.
3. Siapkan baterai cadangan
Tahukah Anda, beberapa resor atau homestay tidak menyediakan listrik untuk 24 jam. Oleh sebab itu, siapkan baterai cadangan untuk kamera, laptop atau pun ponsel Anda.
Betapa repotnya jika tiba-tiba baterai kamera Anda habis. Anda tidak akan bisa memotret kecantikan tiap-tiap pulau atau bawah laut Raja Ampat. Dengan membawa baterai cadangan, perjalanan pun menjadi lebih nyaman bukan?
4. Bawa dry bag
Hampir sepanjang perjalanan di Raja Ampat, Anda akan berlayar di lautan. Jangan bosan, sebabnya lautan biru jernih dan pulau cantik di tengah laut akan memanjakan pandangan Anda.
Untuk itu, bawalah kantung anti air atau dry bag sebagai pelindung peralatan Anda. Masukan kamera, ponsel, atau barang elektronik lainnya saat berlayar di Raja Ampat. Jangan sampai barang Anda basah dan rusak ya!
5. Makin banyak teman, makin murah
Nah, kalau ini adalah hal penting untuk menghemat biaya. Semakin banyak teman Anda saat traveling ke Raja Ampat, maka Anda dapat mengirit biaya perjalanan. Contohnya, satu boat biasanya mematok harga berkisar antara enam sampai belasan juta rupiah. Hal ini disebabkan mahalnya harga bahan bakar di Papua barat.
Dengan banyak teman, maka Anda bisa patungan bersama untuk menyewa kapal. Asyiknya lagi, harga sewa boat di raja Ampat tidak tergantung pada jumlah penumpang. Satu boat dapat diisi hingga 15 orang, jadi ajak teman-teman Anda ya!
Itulah 5 hal penting saat traveling ke Raja Ampat. Perhatikan setiap poinnya, serta nikmatilah pemandangan cantik sepanjang perjalanan. Satu lagi hal penting lainnya, jangan membuang sampah sembarangan ke laut ya!
20.2.13
Pembangunan Bandara Kulonprogo Terancam Mandek
Rabu, 20 Februari 2013 | 20.2.13
Rencana pembangunan bandara baru Yogyakarta di Kulonprogo terancam terhenti karena mundurnya investor asal India yang akan menjadi mitra kerja PT Angkasa Pura I selaku operator bandara.
Informasi terhentinya rencana pembangunan bandara baru ini disampaikan oleh Badan Perencanaan Pembangunan nasional (Bappenas). Namun hingga kini, Pemda Daerah Istimewa Yogyakarta belum menerima wacana pembatalan ini.
Dalam informasi yang dikeluarkan oleh Deputi Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Deddy S Priatna, seperti yang dikutip dari Okezone.com, tidak ada kemajuan berarti dalam proses pembangunan bandara, baik di Kulonprogo maupun di Bali. Apalagi investor asal India juga memilih mundur.
Sementara itu, Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sultan Hamengkubuwono yang dikonfirmasi juga mengaku belum mengetahui masalah ini. Sultan belum mendengar permasalahan yang ada.
Senada dengan Sultan, Kepala Bappeda DIY Tavip Agus Rayanto juga belum mendengar adanya wacana tersebut. Namun menurut sepengetahuannya, investor India hanya mitra dari PT Angkasa Pura I.
Menurutnya selama ini memang ada pekerjaan di Bappenas yang menangani masalah kerjasama antara pemerintah dengan swasta. Hal itu diatur dalam kepres dan peraturan menteri terkait termasuk dalam perijinan teknis.
Terlepas dari masalah itu, menurut Tavip, gubernur justru menginginkan agar investor yang terlibat merupakan investor dalam negeri. Apalagi dana yang akan dipakai merupakan APBN, sehingga pihak yang akan terlibat wajib mengikuti proses lelang.
Sejauh ini, PT Angkasa Pura selaku pemrakarsa belum mengajukan izin resmi kepada gubernur. Padahal rekomendasi sangat penting untuk melengkapi persyaratan mengajukan izin lokasi kepada Kementerian Perhubungan.
Sumber
Informasi terhentinya rencana pembangunan bandara baru ini disampaikan oleh Badan Perencanaan Pembangunan nasional (Bappenas). Namun hingga kini, Pemda Daerah Istimewa Yogyakarta belum menerima wacana pembatalan ini.
Dalam informasi yang dikeluarkan oleh Deputi Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Deddy S Priatna, seperti yang dikutip dari Okezone.com, tidak ada kemajuan berarti dalam proses pembangunan bandara, baik di Kulonprogo maupun di Bali. Apalagi investor asal India juga memilih mundur.
Sementara itu, Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sultan Hamengkubuwono yang dikonfirmasi juga mengaku belum mengetahui masalah ini. Sultan belum mendengar permasalahan yang ada.
Senada dengan Sultan, Kepala Bappeda DIY Tavip Agus Rayanto juga belum mendengar adanya wacana tersebut. Namun menurut sepengetahuannya, investor India hanya mitra dari PT Angkasa Pura I.
Menurutnya selama ini memang ada pekerjaan di Bappenas yang menangani masalah kerjasama antara pemerintah dengan swasta. Hal itu diatur dalam kepres dan peraturan menteri terkait termasuk dalam perijinan teknis.
Terlepas dari masalah itu, menurut Tavip, gubernur justru menginginkan agar investor yang terlibat merupakan investor dalam negeri. Apalagi dana yang akan dipakai merupakan APBN, sehingga pihak yang akan terlibat wajib mengikuti proses lelang.
Sejauh ini, PT Angkasa Pura selaku pemrakarsa belum mengajukan izin resmi kepada gubernur. Padahal rekomendasi sangat penting untuk melengkapi persyaratan mengajukan izin lokasi kepada Kementerian Perhubungan.
Sumber
Labels:
Berita
17.2.13
Garuda Indonesia, Maskapai Haji Terbaik
Minggu, 17 Februari 2013 | 17.2.13
JAKARTA, - Setelah meraih apresiasi sebagai The Worlds Best Regional Airlines 2012 dari Skytrax, London, dan The Best International Airline dari Roy Morgan, Australia , Garuda Indonesia belum lama ini kembali meraih penghargaan The Best Airline dalam pelaksanaan penerbangan haji.
Penghargaan diberikan oleh Direktorat Jenderal Penerbangan Sipil Arab Saudi ( General Authority of Civil Aviation/GACA) dan King Abdul Aziz International Airport, Jeddah, atas kinerja Garuda Indonesia yang baik selama pelaksanaan penerbangan haji tahun 2012.
Penghargaan tersebut disampaikan oleh Direktur Jenderal King Abdulaziz International Airport H.E. Abdulhameed H. Abalary kepada General Manager Garuda Indonesia Arab Saudi Fikdanel Taufik.
Demikian diinformasikan juru bicara Garuda Indonesia, Pujobroto, Kamis (14/2/2013) di Jakarta.
Penghargaan diberikan berdasarkan penilaian GACA terhadap tiga aspek, yaitu perencanaan penerbangan haji , operasional dan pelayanan ( service) , dan tingkat ketepatan penerbangan ( On-Time Performance/ OTP) .
Garuda Indonesia dinilai memiliki tingkat ketepatan penerbangan (On-Time Performance ) paling tepat waktu, baik dalam fase kedatangan (arrival) maupun keberangkatan ( departure), serta terbaik dalam sistem/prosedur penanganan penumpang pada saat kedatangan maupun keberangkatan.
Selain itu, Garuda Indonesia juga dinilai memiliki perencanaan operasional yang baik karena dapat memanfaatkan utilisasi slot atau schedule penerbangan haji hingga 100 persen (maksimal), meskipun jamaah haji yang dilayani mencapai 295 kloter.
Sebelumnya, selama tiga tahun berturut-turut, pada pelaksanaan penerbangan haji 1430 H/ 2009 hingga 1432 H/ 2011 lalu, Garuda Indonesia juga memperoleh apresiasi dari GACA Arab Saudi untuk kategori Excellent Service and Cooperation .
Garuda juga memperoleh predikat Long Life Achievement untuk Sertifikasi ISO 9001-2008 untuk pelayanan haji selama 10 tahun berturut-turut, dan berdasarkan hasil riset kepuasan pelanggan (customer satisfaction) yang dilaksanakan oleh lembaga independen pada periode operasional haji 2012, Garuda Indonesia meraih persentase tingkat kepuasan pelanggan di atas 80 persen.
Garuda merupakan maskapai yang mengangkut jamaah haji dengan jumlah terbesar, yaitu sebanyak 112,473 orang yang tergabung dalam sekitar 295 kelompok terbang (kloter) dari 10 embarkasi.
Untuk mengoptimalkan layanannya, Garuda Indonesia mengoperasikan sebanyak 15 pesawat dalam pelaksanaan penerbangan haji, yang terdiri dari satu pesawat B 767-300 ER berkap asitas 325 seat, tiga pesawat B-747-400 kapasitas 455 seat, dan sebelas pesawat A330 dengan kapasitas 325 seat, 360 seat, dan 375 seat.
Pesawatpesawat tersebut rata rata berusia muda dan bahkan ada pesawat yang di produksi pada tahun 2010. Proses tender p esawat tersebut dilaksanakan secara terbuka dan transparan, dan diumumkan di media cetak nasional dan internasional.
Sepanjang musim haji tahun 1433 H/ 2012, Garuda Indonesia telah menyelesaikan penerbangan haji dengan tingkat ketepatan penerbangan ( On-Time Performance ) secara keseluruhan sebesar 85 persen. Hal ini berarti terjadi peningkatan ketepatan penerbangan dibandingkan pelaksanaan penerbangan haji tahun 2011, yaitu sebesar 83,3 persen .
Garuda Indonesia akan kembali melayani penerbangan haji untuk tahun 1434 H/ 2013. Phase I / Keberangkatan haji akan dilaksanakan mulai 10 September hingga 9 Oktober 2013 mendatang, sementara Phase II/ Kedatangan akan dilayani mulai 20 Oktober hingga 19 November 2013 mendatang.
Selain Garuda Indonesia, penghargaan tersebut juga diberikan kepada empat maskapai terbaik lain yang melaksanakan penerbangan haji di King Abdulaziz International Airport (KAIA), yaitu Turkish Airline, Emirates Airline, Saudi Airline,Egypt Air.
Labels:
Berita
13.2.13
Tips Saat Berkunjung ke Bandara Luar Negeri
Rabu, 13 Februari 2013 | 13.2.13
Ketika Anda berkunjung keluar negeri untuk suatu acara ataupun hanya berlibur, pasti transportasi yang sering di pilih adalah pesawat. Mungkin bagi Anda yang sudah sering berpergian ke luar negeri tak ada masalah dengan bandara di luar negeri. Tapi untuk Anda yang belum pernah keluar negeri dan berencana untuk pergi keluar negeri pasti akan sedikit kebingungan tentang apa saja yang pertama kali harus Anda lakukan saat tiba di bandara luar negeri nantinya. Tak usah bingung, Anda bisa membaca tips berikut ini:
Tetap tenang menghadapi proses imigrasi
Proses imigrasi selalu terjadi saat Anda berkunjung ke luar negeri, walaupun sedikit membuat Anda tak nyaman karena berbagai pertanyaan petugas imigrasi serta tatapannya yang lekat memperhatikan kesamaan Anda dan foto Anda, Anda harus tetap tenang menghadapinya. Jawab semua pertanyaan yang diperlukan dan tetaplah bersikap ramah pada mereka.
Jangan lupa cek barang dan bagasi Anda
Selalu cek barang bawaan Anda dan barang bagasi Anda, jangan sampai ada barang Anda yang tertinggal ataupun tertukar dengan penumpang lainnya. Cek secara detail, dari barang terkecil seperti dompet, paspor maupun ponsel.
Tukarkan uang Anda
Jika Anda belum sempat menukarkan mata uang Anda dengan mata uang lokal, maka Anda bisa menukarnya di money changer yang ada di bandara. Memang jika Anda menukarkan di money changer bandara uang Anda akan dihargai lebih rendah. Namun jika memang Anda belum menyiapkan uang lokal maka tak ada pilihan Anda harus menukarkannya untuk keperluan transportasi dan makan. Jangan tukarkan semua persediaan uang Anda di money changer bandara, tukarkan secukupnya saja.
Persiapkan peta dan brosur tempat tujuan
Di bandara banyak disediakan brosur yang menjelaskan tentang tempat-tempat wisata, peta-peta menuju tempat-tempat penting juga hotel. Semua bisa Anda dapatkan secara gratis, jadi jangan segan untuk mengambilnya karena pasti akan berguna di perjalanan Anda nanti.
Selalu perhatikan situasi
Walaupun Anda baru pertama kali tiba di bandara luar negeri dan mungkin sedikit bingung dengan situasi dan arah, tapi jangan perlihatkan ekspresi kebingungan Anda. Anda akan lebih mudah dibujuk oleh jasa-jasa yang sebenarnya tidak Anda butuhkan. Tetap fokus dan pelajari bagaimana cara orang-orang keluar dari bandara. Cari tahu dimana jejeran taksi maupun alat transportasi lain di bandara.
Gunakan transportasi paling aman menuju tempat tujuan
Anda bisa menanyakan tentang transportasi apa saja yang bisa Anda gunakan di bandara pada petugas Informasi Center. Tanyakan transportasi mana yang paling aman dan paling mudah mencapai tempat tujuan Anda.
Sumber
Sumber
Labels:
Tips
13.2.13

Bandara adalah pintu pariwisata yang dipadati orang tiap harinya. Beragam wisatawan dari berbagai negara singgah di sini. Oleh karenanya. bandara dilengkapi dengan sistem keamanan yang cukup ketat seperti metal detector atau sinar X. Kadang proses pemeriksaan itu memakan waktu cukup lama atau bahkan terhenti jika sistem keamanan itu menunjukkan peringatan yang artinya Anda harus diperiksa lebih detail oleh petugas. Walaupun Anda tidak membawa atau menggunakan barang berbahaya, tapi ada beberapa benda yang bisa memperlama pemeriksaan keamanan Anda di bandara. Jadi hindari 5 benda ini saat melakukan pemeriksaan di bandara:
Perhiasan atau ikat pinggang berbahan logam
Metal detector dari namanya saja kita sudah tahu kalau alat ini memang khusus dibuat untuk mendeteksi keberadaan barang berbahaya yang terbuat dari logam. Jika ada benda logam yang menempel ditubuh Anda maka secara otomatis ketika Anda melewatinya, alat ini akan berbunyi secara otomatis dan petugas bandara pun akan segera memeriksa Anda secara lebih detail. Itu artinya jangan kenakan aksesoris atau benda apapun dari logam ketika Anda melewati pemeriksaan bandara atau waktu Anda akan terbuang sia-sia.
Jaket
Ya, jaket wajib Anda lepas saat akan melewati metal detector. Jaket harus diletakan di alat pemindai sinar X. Jadi saat Anda terburu-buru mengejar waktu terbang sebaiknya tidak perlu menggunakan jaket.
Pakaian yang terlalu longgar
Jika hanya mengenakan pakaian longgar memang tidak dilarang. Tetapi jika pakaian Anda kelewatan longgar akan menimpulkan kecurigaan petugas keamanan bandara. Mereka akan berpikir Anda menyimpan sesuatu di balik pakaian longgar Anda. Yang harus Anda ingat juga, hati-hati memilih pakaian jangan menggunakan pakaian yang mengundang isu sara. Contoh kejadian yang pernah dialami oleh seorang wanita penumpang pesawat American Airlines. Dia dilarang naik pesawat oleh sang pilot gara-gara mengenakan kaos yang bertuliskan kata makian. Dia diperbolehkan naik pesawat setelah menutup kata tersebut dengan syal.
Sepatu yang susah dilepas
Beberapa bandara memang ketat melakukan sistem keamanan. Tak jarang petugas bandara menyuruh kita untuk melepas sepatu guna menghindari kemungkinan penyelundupan barang. Jadi jika Anda sedang terburu-buru hindari menggunakan sepatu yang bertali atau yang sulit untuk dilepaskan karena hal ini akan menghambat perjalanan Anda.
Yang Tidak Perlu Di Kenakan Saat Pemeriksaan Di Bandara

Bandara adalah pintu pariwisata yang dipadati orang tiap harinya. Beragam wisatawan dari berbagai negara singgah di sini. Oleh karenanya. bandara dilengkapi dengan sistem keamanan yang cukup ketat seperti metal detector atau sinar X. Kadang proses pemeriksaan itu memakan waktu cukup lama atau bahkan terhenti jika sistem keamanan itu menunjukkan peringatan yang artinya Anda harus diperiksa lebih detail oleh petugas. Walaupun Anda tidak membawa atau menggunakan barang berbahaya, tapi ada beberapa benda yang bisa memperlama pemeriksaan keamanan Anda di bandara. Jadi hindari 5 benda ini saat melakukan pemeriksaan di bandara:
Perhiasan atau ikat pinggang berbahan logam
Metal detector dari namanya saja kita sudah tahu kalau alat ini memang khusus dibuat untuk mendeteksi keberadaan barang berbahaya yang terbuat dari logam. Jika ada benda logam yang menempel ditubuh Anda maka secara otomatis ketika Anda melewatinya, alat ini akan berbunyi secara otomatis dan petugas bandara pun akan segera memeriksa Anda secara lebih detail. Itu artinya jangan kenakan aksesoris atau benda apapun dari logam ketika Anda melewati pemeriksaan bandara atau waktu Anda akan terbuang sia-sia.
Jaket
Ya, jaket wajib Anda lepas saat akan melewati metal detector. Jaket harus diletakan di alat pemindai sinar X. Jadi saat Anda terburu-buru mengejar waktu terbang sebaiknya tidak perlu menggunakan jaket.
Pakaian yang terlalu longgar
Jika hanya mengenakan pakaian longgar memang tidak dilarang. Tetapi jika pakaian Anda kelewatan longgar akan menimpulkan kecurigaan petugas keamanan bandara. Mereka akan berpikir Anda menyimpan sesuatu di balik pakaian longgar Anda. Yang harus Anda ingat juga, hati-hati memilih pakaian jangan menggunakan pakaian yang mengundang isu sara. Contoh kejadian yang pernah dialami oleh seorang wanita penumpang pesawat American Airlines. Dia dilarang naik pesawat oleh sang pilot gara-gara mengenakan kaos yang bertuliskan kata makian. Dia diperbolehkan naik pesawat setelah menutup kata tersebut dengan syal.
Sepatu yang susah dilepas
Beberapa bandara memang ketat melakukan sistem keamanan. Tak jarang petugas bandara menyuruh kita untuk melepas sepatu guna menghindari kemungkinan penyelundupan barang. Jadi jika Anda sedang terburu-buru hindari menggunakan sepatu yang bertali atau yang sulit untuk dilepaskan karena hal ini akan menghambat perjalanan Anda.
Labels:
Tips
7.2.13
Kurator: Batavia Air Sudah Tak Punya Uang Tunai Lagi
Kamis, 07 Februari 2013 | 7.2.13
Kurator dari PT Metro Batavia (Batavia Air) selaku penanggung jawab
aset pailit Batavia Air mengaku telah menghitung nilai aset milik PT
Metro Batavia. Hingga saat ini, nilai aset yang dimiliki PT Metro
Batavia itu hanya Rp 1 miliar.
Sementara itu, nilai utang dari Batavia Air tercatat sebesar Rp 1,2 triliun. “Aset tercatat saat ini Rp 1 miliar yang berasal dari 20 bank. Uang kas mereka habis semua. Sementara itu, utangnya sebesar Rp 1,2 triliun,” ujar Turman Panggabean, salah satu kurator Batavia Air, seperti dikutip, Kamis (7/2/2013).
Turman menyatakan, utang terbesar maskapai ini berbentuk utang ke bank sebesar Rp 230 miliar. Setelah, itu utang kepada karyawan Rp 140 miliar, utang ke penyuplai sebesar Rp 140 miliar, dan utang tiket ke penumpang sebesar Rp 95 miliar. Sisa utang lainnya, Turman tidak dapat menjelaskannya.
Turman mengatakan bahwa 16 pesawat yang dimiliki Batavia Air bukan kepemilikan maskapai tersebut karena menggunakan sistem sewa dengan pihak ketiga.
Turman menyebut, ada beberapa aset Batavia Air kini berupa properti. Namun, penaksiran harga belum dilakukan sehingga aset tersebut belum tercatat. “Ruko-ruko milik Batavia ada banyak, tetapi kami masih menyelidiki apa itu punya perusahaan atau pemilik perusahaan. Kami sedang melacak surat-suratnya ada di mana saja,” ujar Turman. (SPC/25/Kompas)
Sumber
Sementara itu, nilai utang dari Batavia Air tercatat sebesar Rp 1,2 triliun. “Aset tercatat saat ini Rp 1 miliar yang berasal dari 20 bank. Uang kas mereka habis semua. Sementara itu, utangnya sebesar Rp 1,2 triliun,” ujar Turman Panggabean, salah satu kurator Batavia Air, seperti dikutip, Kamis (7/2/2013).
Turman menyatakan, utang terbesar maskapai ini berbentuk utang ke bank sebesar Rp 230 miliar. Setelah, itu utang kepada karyawan Rp 140 miliar, utang ke penyuplai sebesar Rp 140 miliar, dan utang tiket ke penumpang sebesar Rp 95 miliar. Sisa utang lainnya, Turman tidak dapat menjelaskannya.
Turman mengatakan bahwa 16 pesawat yang dimiliki Batavia Air bukan kepemilikan maskapai tersebut karena menggunakan sistem sewa dengan pihak ketiga.
Turman menyebut, ada beberapa aset Batavia Air kini berupa properti. Namun, penaksiran harga belum dilakukan sehingga aset tersebut belum tercatat. “Ruko-ruko milik Batavia ada banyak, tetapi kami masih menyelidiki apa itu punya perusahaan atau pemilik perusahaan. Kami sedang melacak surat-suratnya ada di mana saja,” ujar Turman. (SPC/25/Kompas)
Sumber
Labels:
Berita





