CIREBON, (PRLM).- Kereta api siap mengangkut
batu bara dari Cirebon untuk memenuhi kebutuhan sejumlah industri di
Bandung. Selain lebih cepat dan aman, pengangkutan dengan kereta api
juga bisa mengurangi tingkat kerusakan jalan Cirebon-Bandung.
Sebelumnya, PT Kereta Api Indonesia (Persero) membuka jalur kereta
penumpang Ciremai Ekspres untuk melayani rute Cirebon - Bandung, dengan
empat kali pemberangkatan setiap hari.
Menurut Direktur Komersial PT KAI, Sulistyo Wimbo Hardjito, saat ini
PT KAI memiliki 75 lokomotif baru yang ditujukan untuk mengembangkan
bisnis baru.
Lokomotif tersebut direncanakan untuk membawa angkutan barang melalui kereta api, di antaranya mengangkut batu bara.
Sulistyo bahkan menjamin, tidak ada pembatasan kapasitas angkut batu
bara. "Berapa pun kami siap mengangkut batu bara. Kami bahkan bisa
mengangkut sampai 60 gerbong. Hanya saja kalau sampai 60 gerbong panjang
kereta bisa sampai 500 meter," katanya.
Seperti diketahui saat ini pengangkutan batu bara yang bersandar di
Pelabuhan Cirebon menuju sejumlah pabrik di Bandung masih menggunakan
truk-truk terbuka.
Hanya saja, menurut Sulistyo, untuk bisa mengangkut batu bara dari
Cirebon ke Bandung, PT KAI membutuhkan rekomendasi atau dukungan pemda.
Rekomendasi, berupa larangan dari pemda agar angkutan batu bara tidak melalui jalan raya.
"Permintaan dari Pemerintah Provinsi Jabar sudah ada, tergantung dari
pemerintah di daerah. Kami sudah siap dengan sarana dan prasarananya,"
katanya. (A-92/A-88)***
Sumber
Latest Post
3.10.13
PT KAI Siap Angkut Batu Bara dari Cirebon ke Bandung
Kamis, 03 Oktober 2013 | 3.10.13
Labels:
Berita
3.10.13
Enam Perusahaan Teken Kesepakatan Rel KA Bengkulu - Sumsel
BENGKULU, KOMPAS.com - Pemerintah Provinsi Bengkulu dan
enam perusahaan asing dan nasional menandatangani nota kesepahaman
rencana pembangunan rel kereta api yang menghubungkan Bengkulu dengan
Sumatra Selatan sepanjang 230 kilometer, Rabu (25/9/2013).
"Nota kesepahaman ini menindaklanjuti hasil pertemuan antara pemerintah Indonesia yang diwakili Menko Ekuin Hatta Rajasa dengan pemerintah Korea Selatan setahun lalu," kata Gubernur Bengkulu, Junaidi Hamsyah.
Ia mengatakan hal itu saat menyampaikan sambutan dalam acara penandatanganan nota kesepahaman rencana pembangunan rel Kereta Api (KA) Bengkulu-Sumatra Selatan. PT Mandela Resources menjadi pemrakarsa konsorsium perusahaan yang akan membangun rel KA umum tahap pertama dan akan difokuskan mengangkut hasil tambang batubara.
"Pembangunan rel KA ini sudah melalui studi kelayakan pada 2011 dan koordinasi terus kami laksanakan hingga penandatanganan nota kesepahaman ini," katanya.
Menurut Gubernur, investasi tersebut merupakan kerjasama antarnegara untuk percepatan pembangunan wilayah Sumatera Bagian Selatan. Enam perusahaan yang terlibat dalam konsorsium tersebut yakni PT Hanwha S&C, PT Dohwa Engineering, PT Bara Alam Utama, PT True North Bridge dan PT Coalindo Adhi Nusantara.
Adapun peran masing-masing perusahaan yakni PT Hanhwa sebagai kontraktor, PT Dohwa sebagai teknik pembangunan, PT Bara Alam Utama sebagai pengguna jalur untuk mengangkut batubara yang diproduksi, PT True North Bridge sebagai konsultan finansial dan PT Coalindo Adhi Nusanta sebagai pemasaran batubara.
Presiden Direktur PT Mandela Resources, Joko Sudibyo mengatakan, konsorsium tersebut siap melanjutkan penandatanganan nota kesepakatan kerjasama setelah pemerintah Indonesia menetapkan status proyek itu menjadi Kerjasama Pemerintah dan Swasta (KPS). Dengan status KPS atau "Public Private Patnership", maka pemerintah bertanggungjawab menyediakan lahan.
"Semua perusahaan yang terlibat dalam konsorsium ini sudah punya pengalaman baik dalam proyek seperti ini," katanya. Apalagi didukung hasil studi kelayakan di tujuh kabupaten dan kota yang dilintasi jalu rel KA itu, semuanya mempunyai harapan tinggi terhadap realisasi proyek itu.
"Nota kesepahaman ini menindaklanjuti hasil pertemuan antara pemerintah Indonesia yang diwakili Menko Ekuin Hatta Rajasa dengan pemerintah Korea Selatan setahun lalu," kata Gubernur Bengkulu, Junaidi Hamsyah.
Ia mengatakan hal itu saat menyampaikan sambutan dalam acara penandatanganan nota kesepahaman rencana pembangunan rel Kereta Api (KA) Bengkulu-Sumatra Selatan. PT Mandela Resources menjadi pemrakarsa konsorsium perusahaan yang akan membangun rel KA umum tahap pertama dan akan difokuskan mengangkut hasil tambang batubara.
"Pembangunan rel KA ini sudah melalui studi kelayakan pada 2011 dan koordinasi terus kami laksanakan hingga penandatanganan nota kesepahaman ini," katanya.
Menurut Gubernur, investasi tersebut merupakan kerjasama antarnegara untuk percepatan pembangunan wilayah Sumatera Bagian Selatan. Enam perusahaan yang terlibat dalam konsorsium tersebut yakni PT Hanwha S&C, PT Dohwa Engineering, PT Bara Alam Utama, PT True North Bridge dan PT Coalindo Adhi Nusantara.
Adapun peran masing-masing perusahaan yakni PT Hanhwa sebagai kontraktor, PT Dohwa sebagai teknik pembangunan, PT Bara Alam Utama sebagai pengguna jalur untuk mengangkut batubara yang diproduksi, PT True North Bridge sebagai konsultan finansial dan PT Coalindo Adhi Nusanta sebagai pemasaran batubara.
Presiden Direktur PT Mandela Resources, Joko Sudibyo mengatakan, konsorsium tersebut siap melanjutkan penandatanganan nota kesepakatan kerjasama setelah pemerintah Indonesia menetapkan status proyek itu menjadi Kerjasama Pemerintah dan Swasta (KPS). Dengan status KPS atau "Public Private Patnership", maka pemerintah bertanggungjawab menyediakan lahan.
"Semua perusahaan yang terlibat dalam konsorsium ini sudah punya pengalaman baik dalam proyek seperti ini," katanya. Apalagi didukung hasil studi kelayakan di tujuh kabupaten dan kota yang dilintasi jalu rel KA itu, semuanya mempunyai harapan tinggi terhadap realisasi proyek itu.
Labels:
Berita
3.10.13
Oknum Berseragam Polisi Lecehkan Pramugari Garuda
![]() |
| Ilustrasi |
BALIKPAPAN, KOMPAS.com — Seseorang yang berseragam
polisi diduga melecehkan pramugari Garuda Indonesia dalam penerbangan
Jakarta-Balikpapan, Rabu (2/10/2013) pagi.
Aksi pria nakal ini tepergok sejumlah penumpang di dalam pesawat itu.
Kejadian dalam penerbangan GA 0562 yang berangkat dari Jakarta pukul 06.55 ini dialami seorang pramugari ketika ia berjalan dari bagian belakang ke bagian depan kabin, sekitar 20 menit menjelang pendaratan di Bandara Sepinggan, Balikpapan.
Saat bersamaan, seseorang yang mengenakan seragam polisi berpapasan dengannya di dekat baris kursi nomor 35.
Saat bersinggungan badan, tangan orang berseragam polisi ini meremas bokong pramugari.
Si pramugari terkaget dan sempat menatap penumpang tersebut. Akan tetapi, kejadian ini berlalu begitu saja.
Orang yang berseragam polisi itu menuju toilet, sementara si pramugari bergegas ke depan untuk melakukan persiapan sebelum pendaratan.
Ketika hendak keluar dari pesawat, Kompas sempat menanyai pramugari tersebut soal kejadian itu.
Aksi pria nakal ini tepergok sejumlah penumpang di dalam pesawat itu.
Kejadian dalam penerbangan GA 0562 yang berangkat dari Jakarta pukul 06.55 ini dialami seorang pramugari ketika ia berjalan dari bagian belakang ke bagian depan kabin, sekitar 20 menit menjelang pendaratan di Bandara Sepinggan, Balikpapan.
Saat bersamaan, seseorang yang mengenakan seragam polisi berpapasan dengannya di dekat baris kursi nomor 35.
Saat bersinggungan badan, tangan orang berseragam polisi ini meremas bokong pramugari.
Si pramugari terkaget dan sempat menatap penumpang tersebut. Akan tetapi, kejadian ini berlalu begitu saja.
Orang yang berseragam polisi itu menuju toilet, sementara si pramugari bergegas ke depan untuk melakukan persiapan sebelum pendaratan.
Ketika hendak keluar dari pesawat, Kompas sempat menanyai pramugari tersebut soal kejadian itu.
Ia hanya mengiyakan ketika ditanya soal kejadian itu.
"Terima kasih, Pak," katanya ketika disarankan untuk melapor ke petugas dan juga ke pihak Garuda.
Hingga sekarang, pihak Garuda belum bisa dikonfirmasi soal kejadian ini.
Hingga sekarang, pihak Garuda belum bisa dikonfirmasi soal kejadian ini.
Labels:
Berita
2.10.13
Usia Bayi Yang Di Anjurkan Untuk Naik Pesawat
Rabu, 02 Oktober 2013 | 2.10.13
Para ibu yang mempunyai bayi dan berencana traveling menggunakan
pesawat pasti masih punya ketakutan dan kekhawatiran apakah penerbangan
nanti aman untuk bayi Anda. Atau ada juga ibu yang masih ragu untuk
membawa terbang bayinya karena pertimbangan keamanan. Mungkin Anda juga
masih bertanya-tanya berapa sih umur ideal yang aman untuk bayi diajak
terbang dengan pesawat. Ada beberapa pendapat yang bisa menjawab
pertanyaan tersebut, antara lain menurut pendapat International Civil
Aviation, International Air Transport Association, British Thoracis
Society dan Canadian Pediatric Society usia yang aman bagi bayi untuk
menempuh perjalanan udara yaitu di atas tujuh hari.
Namun menurut Aerospace Medical Association, usia yang aman bagi bayi untuk menempuh perjalanan udara yaitu saat umurnya telah mencapai dua minggu. Sedangkan menurut Center for Disease Control and Prevention, usia enam minggu merupakan batas minimal aman terbang bagi bayi. Perlu diketahui bahwa aturan tersebut hanya berlaku terhadap bayi yang lahir normal dan sehat. Akan berbeda untuk bayi dengan kelahiran prematur atau bayi yang lahir dengan kesehatan yang tidak cukup baik. Untuk bayi prematur sendiri, Anda harus lebih bersabar untuk mengajaknya terbang menggunakan pesawat karena Anda harus menunggu hingga bayi berumur enam bulan jika bayi tidak mempunyai riwayat penyakit sistem pernafasan atau setidaknya dua tahun jika bayi mempunyai riwayat sakit pernafasan maupun sakit lainnya.
Tubuh bayi memang masih sangat lemah dan bayi masih terbiasa dengan lingkungan rahim ibu sehingga masih sulit beradaptasi terutama jika berada di lingkungan baru. Tekanan udara yang tinggi di pesawat mungkin akan mengakibatkan rasa sakit pada telinga, begitu juga pada telinga bayi Anda. Meskipun hal ini tidak mengakibatkan telinga bayi menjadi tuli, namun kenyamanan bayi tentu harus kita prioritaskan. Untuk itu ada baiknya jika tidak terpaksa sekali tunggulah bayi Anda di usia yang lebih memungkinkan untuk diajak menggunakan pesawat terbang yaitu kurang lebih enam minggu. Namun jika memang keadaan sudah sangat mendesak, sebaiknya sebelum memesan tiket konsultasikan dahulu kepada dokter tentang kesehatan bayi Anda. Untuk tiket pesawat, sebaiknya langsung pesan di maskapai dan beritahukan kepada maskapai bahwa Anda terbang bersama bayi Anda, sebutkan pula umurnya. Pastikan juga maskapi tersebut menyediakan keamanan khusus bayi, seperti seatbelt khusus bayi. Dengan begitu bayi Anda tetap aman selama penerbangan.
Sumber
Namun menurut Aerospace Medical Association, usia yang aman bagi bayi untuk menempuh perjalanan udara yaitu saat umurnya telah mencapai dua minggu. Sedangkan menurut Center for Disease Control and Prevention, usia enam minggu merupakan batas minimal aman terbang bagi bayi. Perlu diketahui bahwa aturan tersebut hanya berlaku terhadap bayi yang lahir normal dan sehat. Akan berbeda untuk bayi dengan kelahiran prematur atau bayi yang lahir dengan kesehatan yang tidak cukup baik. Untuk bayi prematur sendiri, Anda harus lebih bersabar untuk mengajaknya terbang menggunakan pesawat karena Anda harus menunggu hingga bayi berumur enam bulan jika bayi tidak mempunyai riwayat penyakit sistem pernafasan atau setidaknya dua tahun jika bayi mempunyai riwayat sakit pernafasan maupun sakit lainnya.
Tubuh bayi memang masih sangat lemah dan bayi masih terbiasa dengan lingkungan rahim ibu sehingga masih sulit beradaptasi terutama jika berada di lingkungan baru. Tekanan udara yang tinggi di pesawat mungkin akan mengakibatkan rasa sakit pada telinga, begitu juga pada telinga bayi Anda. Meskipun hal ini tidak mengakibatkan telinga bayi menjadi tuli, namun kenyamanan bayi tentu harus kita prioritaskan. Untuk itu ada baiknya jika tidak terpaksa sekali tunggulah bayi Anda di usia yang lebih memungkinkan untuk diajak menggunakan pesawat terbang yaitu kurang lebih enam minggu. Namun jika memang keadaan sudah sangat mendesak, sebaiknya sebelum memesan tiket konsultasikan dahulu kepada dokter tentang kesehatan bayi Anda. Untuk tiket pesawat, sebaiknya langsung pesan di maskapai dan beritahukan kepada maskapai bahwa Anda terbang bersama bayi Anda, sebutkan pula umurnya. Pastikan juga maskapi tersebut menyediakan keamanan khusus bayi, seperti seatbelt khusus bayi. Dengan begitu bayi Anda tetap aman selama penerbangan.
Sumber
Labels:
Tips
1.10.13
Libur Idul Adha, Tiket Pesawat Terbang Naik 40 Persen
Selasa, 01 Oktober 2013 | 1.10.13
Harga tiket pesawat terbang tujuan Padang, Surabaya, dan Semarang naik untuk keberangkatan pada musim libur bersama Hari Raya Idul Adha. Kenaikan tarif mulai dari Rp 100.000 hingga Rp 400.000.
Untuk harga tiket Jakarta-Padang saja, misalnya, maskapai Garuda Indonesia memasang tarif Rp 1 juta atau naik Rp 400.000 dari tarif normal.
Andi Sarifudin, Direktur PT Divalina Tour & Travel, agen tiket perjalanan di kawasan Jalan Jaksa, Menteng, Jakarta Pusat mengatakan, daerah Padang, Surabaya, dan Semarang paling banyak diminati konsumen saat Lebaran Haji.
"Kebanyakan yang pulang mudik Lebaran Haji itu ke Padang," ujar Andi Sarifudin ditemui Warta Kota di kantornya, Senin (30/9/2013).
Pria asal Makassar itu mengatakan, kebanyakan maskapai penerbangan menaikkan harga tiket ketiga rute favorit itu, di antaranya maskapai penerbangan Lion Air, Sriwijaya Air, dan Citilink mengumumkan pesawat akhir pekan, untuk penerbangan H-3 menjelang Lebaran Idul Adha naik 40 persen.
"Harga tiket penerbangan Lion Jakarta ke Padang itu Rp 700.000 untuk tanggal 13 Oktober. Padahal, harga tiket normalnya Rp 500.000-an," ujarnya.
Andi mengatakan kondisi kenaikan harga tiket pesawat Rp 200.000 ini masih dianggap normal, karena momentumnya berbeda dengan Hari Raya Idul Fitri.
"Lebaran haji orang nggak terlalu khawatir, dianggapnya (penjualan tiket) normal, tidak seperti Idul Fitri, banyak yang mencari karena khawatir kosong," ujarnya.
Saat ditanya berapa banyak penjualan tiket untuk lebaran Idul Adha tahun ini, Andi mengatakan belum satu pun pesanan tiket yang keluar.
Hanya saja, situasi lebaran haji relatif normal. "Paling sehari bisa 10 tiket perrutenya. Jadi kalau ada 3 rute sampai 4 rute favorit tinggal dikalikan saja," ujarnya.
Faisal, staf dari agen perjalanan masih di Jalan Jaksa mengatakan, kenaikan harga pun terjadi di maskapai penerbangan nasional Garuda Indonesia. Untuk tujuan Jakarta-Padang, Garuda menjual tiket seharga Rp 1 jutaan.
"Harga normalnya cuma Rp 600.000. Tapi itu untuk tarif tiket hari ini yah, kemungkinan bisa berubah lagi besok," ujarnya.
Turun 30 persen
Sumber
Untuk harga tiket Jakarta-Padang saja, misalnya, maskapai Garuda Indonesia memasang tarif Rp 1 juta atau naik Rp 400.000 dari tarif normal.
Andi Sarifudin, Direktur PT Divalina Tour & Travel, agen tiket perjalanan di kawasan Jalan Jaksa, Menteng, Jakarta Pusat mengatakan, daerah Padang, Surabaya, dan Semarang paling banyak diminati konsumen saat Lebaran Haji.
"Kebanyakan yang pulang mudik Lebaran Haji itu ke Padang," ujar Andi Sarifudin ditemui Warta Kota di kantornya, Senin (30/9/2013).
Pria asal Makassar itu mengatakan, kebanyakan maskapai penerbangan menaikkan harga tiket ketiga rute favorit itu, di antaranya maskapai penerbangan Lion Air, Sriwijaya Air, dan Citilink mengumumkan pesawat akhir pekan, untuk penerbangan H-3 menjelang Lebaran Idul Adha naik 40 persen.
"Harga tiket penerbangan Lion Jakarta ke Padang itu Rp 700.000 untuk tanggal 13 Oktober. Padahal, harga tiket normalnya Rp 500.000-an," ujarnya.
Andi mengatakan kondisi kenaikan harga tiket pesawat Rp 200.000 ini masih dianggap normal, karena momentumnya berbeda dengan Hari Raya Idul Fitri.
"Lebaran haji orang nggak terlalu khawatir, dianggapnya (penjualan tiket) normal, tidak seperti Idul Fitri, banyak yang mencari karena khawatir kosong," ujarnya.
Saat ditanya berapa banyak penjualan tiket untuk lebaran Idul Adha tahun ini, Andi mengatakan belum satu pun pesanan tiket yang keluar.
Hanya saja, situasi lebaran haji relatif normal. "Paling sehari bisa 10 tiket perrutenya. Jadi kalau ada 3 rute sampai 4 rute favorit tinggal dikalikan saja," ujarnya.
Faisal, staf dari agen perjalanan masih di Jalan Jaksa mengatakan, kenaikan harga pun terjadi di maskapai penerbangan nasional Garuda Indonesia. Untuk tujuan Jakarta-Padang, Garuda menjual tiket seharga Rp 1 jutaan.
"Harga normalnya cuma Rp 600.000. Tapi itu untuk tarif tiket hari ini yah, kemungkinan bisa berubah lagi besok," ujarnya.
Turun 30 persen
Sumber
Labels:
Berita
30.9.13
Jakarta - Penerbangan Lion Air dari Manado ke Jakarta pagi tadi tertunda. Para penumpang mengamuk di dalam pesawat yang hendak berangkat, hingga membuka paksa pintu darurat. Waduh!
Salah seorang pembaca yang mengetahui peristiwa tersebut mengabarkan insiden ini lewat fasilitas Info Anda detikcom, Senin (30/9/2013). Dia mengatakan, para penumpang protes karena masalah kenyamanan pesawat.
"Penerbangan yang sudah tertunda boardingnya ternyata di pesawat pendingin udaranya tidak berfungsi, padahal rute Manado-Jakarta memakan waktu lebih dari 3 jam nonstop," terang pembaca tersebut.
Karena tidak nyaman, para penumpang sempat protes ke pramugari, namun mereka hanya diberi tisu. Lalu, saat hendak mendatangi pilot, mereka kaget karena pesawat bergerak sehingga menjatuhkan sebagian penumpang yang sedang tidak duduk.
"Sebagai bentuk protes dan kekhawatiran atas keselamtan penumpang dan penerbangan, maka sebagian penumpang mengambil inisiatif membuka jendela darurat yang memaksa pilot membatalkan penerbangan," jelasnya.
Humas Bandara Manado, Alan Pusung, membenarkan peristiwa ini. Namun penjelasan detail soal kronologi kejadian, belum bisa dipastikan. Alan masih mengumpulkan informasi.
"Betul ada, tapi belum ada informasi lebih detail, saya sudah di lokasi," terangnya saat dikonfirmasi detikcom via telepon.
Direktur Umum Lion Air, Edward Sirait, saat hendak dikonfirmasi tak mengangkat telepon.
Sumber
Ngamuk di Bandara Manado, Penumpang Lion Air Buka Pintu Darurat Pesawat
Senin, 30 September 2013 | 30.9.13
Jakarta - Penerbangan Lion Air dari Manado ke Jakarta pagi tadi tertunda. Para penumpang mengamuk di dalam pesawat yang hendak berangkat, hingga membuka paksa pintu darurat. Waduh!Salah seorang pembaca yang mengetahui peristiwa tersebut mengabarkan insiden ini lewat fasilitas Info Anda detikcom, Senin (30/9/2013). Dia mengatakan, para penumpang protes karena masalah kenyamanan pesawat.
"Penerbangan yang sudah tertunda boardingnya ternyata di pesawat pendingin udaranya tidak berfungsi, padahal rute Manado-Jakarta memakan waktu lebih dari 3 jam nonstop," terang pembaca tersebut.
Karena tidak nyaman, para penumpang sempat protes ke pramugari, namun mereka hanya diberi tisu. Lalu, saat hendak mendatangi pilot, mereka kaget karena pesawat bergerak sehingga menjatuhkan sebagian penumpang yang sedang tidak duduk.
"Sebagai bentuk protes dan kekhawatiran atas keselamtan penumpang dan penerbangan, maka sebagian penumpang mengambil inisiatif membuka jendela darurat yang memaksa pilot membatalkan penerbangan," jelasnya.
Humas Bandara Manado, Alan Pusung, membenarkan peristiwa ini. Namun penjelasan detail soal kronologi kejadian, belum bisa dipastikan. Alan masih mengumpulkan informasi.
"Betul ada, tapi belum ada informasi lebih detail, saya sudah di lokasi," terangnya saat dikonfirmasi detikcom via telepon.
Direktur Umum Lion Air, Edward Sirait, saat hendak dikonfirmasi tak mengangkat telepon.
Sumber
Labels:
Berita
30.9.13
Penumpang Kesal Lion Air Pindahkan Jam Penerbangan
JAKARTA, KOMPAS.com — Penumpang Lion Air dengan nomor
penerbangan GT 20 dari Bandara Soekarno-Hatta tujuan Bandara Ngurah Rai,
Bali, merasa dirugikan akibat pemindahan penerbangan yang dilakukan
maskapai tersebut, Senin (30/9/2013). Petugas konter check in
Lion Air di Bandara Soekarno-Hatta menyatakan, penumpang mesti
dipindahkan penerbangannya ke pesawat lain dengan alasan yang belum
terkonfirmasi.
Salah satu penumpang Lion Air dengan nomor penerbangan GT 20, Panca, mengatakan, keberangkatannya menuju Bali terpaksa mengalami kemunduran dari jadwal sebelumnya pada pukul 09.35. Menurutnya, petugas check in di Bandara menyatakan, penumpang dengan nomor penerbangan tersebut dipindahkan ke pesawat dengan nomor penerbangan GT 22 yang baru akan diberangkatkan pada pukul 11.00.
"Tadi pas masuk check in dengan nomor GT 20, petugas counter check in bilang penerbangan GT 20 ditiadakan, dialihkan ke GT 22," kata Panca, saat dihubungi Kompas.com, Senin pagi.
Panca menuturkan, akibatnya, keberangkatannya pun mengalami keterlambatan. Yang menjadi simpang siur, penumpang diberikan alasan yang berbeda dari petugas check in dengan petugas customer service di sana.
"Petugas check in-nya bilang alasannya bandara di Bali ditutup ada penyelenggaraan APEC," ujar Panca.
Namun, Panca yang merupakan jurnalis fotografer dari sebuah media nasional ini heran dengan penjelasan tersebut. Pasalnya, Panca yang hendak melakukan peliputan APEC mengatakan memiliki jadwal penutupan bandara di Bali yang bukan jatuh pada hari ini.
"Saya buka jadwal saya. Penutupan airport di Bali itu tanggal 6, 8, dan 9," ujar Panca.
Petugas check in tersebut, menurutnya, tak mampu menjelaskan dan meminta seorang temannya lagi untuk menjelaskan hal tersebut. Setelah itu, petugas check in di sana mengantar Panca ke bagian customer service, dan dijelaskan bahwa pemindahan penerbangan itu menurut petugas tersebut dengan alasan operasional. Akibatnya, Panca merasa dirugikan dengan pemindahan penerbangan tersebut.
"Jelas merasa dirugikan. Karena untuk penerbangan jam 09.35, dari rumah saja itu saya sudah berangkat jam 07.00," ujar Panca.
Pihak Lion Air belum memberikan penjelasan terkait kejadian ini. Sementara Direktur Umum Lion Air Edward Sirait belum merespons saat dihubungi.
Salah satu penumpang Lion Air dengan nomor penerbangan GT 20, Panca, mengatakan, keberangkatannya menuju Bali terpaksa mengalami kemunduran dari jadwal sebelumnya pada pukul 09.35. Menurutnya, petugas check in di Bandara menyatakan, penumpang dengan nomor penerbangan tersebut dipindahkan ke pesawat dengan nomor penerbangan GT 22 yang baru akan diberangkatkan pada pukul 11.00.
"Tadi pas masuk check in dengan nomor GT 20, petugas counter check in bilang penerbangan GT 20 ditiadakan, dialihkan ke GT 22," kata Panca, saat dihubungi Kompas.com, Senin pagi.
Panca menuturkan, akibatnya, keberangkatannya pun mengalami keterlambatan. Yang menjadi simpang siur, penumpang diberikan alasan yang berbeda dari petugas check in dengan petugas customer service di sana.
"Petugas check in-nya bilang alasannya bandara di Bali ditutup ada penyelenggaraan APEC," ujar Panca.
Namun, Panca yang merupakan jurnalis fotografer dari sebuah media nasional ini heran dengan penjelasan tersebut. Pasalnya, Panca yang hendak melakukan peliputan APEC mengatakan memiliki jadwal penutupan bandara di Bali yang bukan jatuh pada hari ini.
"Saya buka jadwal saya. Penutupan airport di Bali itu tanggal 6, 8, dan 9," ujar Panca.
Petugas check in tersebut, menurutnya, tak mampu menjelaskan dan meminta seorang temannya lagi untuk menjelaskan hal tersebut. Setelah itu, petugas check in di sana mengantar Panca ke bagian customer service, dan dijelaskan bahwa pemindahan penerbangan itu menurut petugas tersebut dengan alasan operasional. Akibatnya, Panca merasa dirugikan dengan pemindahan penerbangan tersebut.
"Jelas merasa dirugikan. Karena untuk penerbangan jam 09.35, dari rumah saja itu saya sudah berangkat jam 07.00," ujar Panca.
Pihak Lion Air belum memberikan penjelasan terkait kejadian ini. Sementara Direktur Umum Lion Air Edward Sirait belum merespons saat dihubungi.
Labels:
Berita





