Latest Post

Garuda Buka Banyak Rute di Bulan November

Sabtu, 02 November 2013 | 2.11.13

Maskapai penerbangan Garuda Indonesia kembali berekspansi di bulan November ini. Perusahaan plat merah tersebut setidaknya akan membuka tiga rute domestik baru, yaitu Denpasar-Semarang, Batam-Bandar Lampung dan Makassar-Sorong-Manokwari-Jayapura.

 Ketiga rute penerbangan ini masing-masing akan dilayani Garuda Indonesia satu kali sehari.

Rute Denpasar-Semarang dan sebaliknya akan dioperasikan mulai 5 November, Batam-Bandar Lampung dan sebaliknya pada 6 November dan Makassar-Sorong-Manokwari-Jayapura dan sebaliknya akan dibuka pada 21 November.

Seluruh rute penerbangan ini akan dioperasikan dengan pesawat buatan Kanada, Bombardier CRJ1000 NextGen, yang berkapasitas 96 kursi, terdiri dari 12 kursi kelas bisnis dan 84 kursi kelas ekonomi.

Dengan pembukaan rute-rute baru ini semakin memperkuat jaringan rute domestik Garuda Indonesia dan meningkatkan konektivitas antar kota,baik kota besar maupun kota kecil yang ada di Indonesia.

Sumber

Cekcok di Bandara, Komisioner Ombudsman Kesal dengan Pelayanan Garuda

Selasa, 29 Oktober 2013 | 29.10.13

Pekanbaru, - Komisioner Ombudsman, Azlaini Agus membantah menampar staf Garuda Indonesia di Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru. Dia mengaku memarahi petugas di bandara lantaran kesal karena ketidakpastian keberangkatan pesawat menuju Bandara Kuala Namu, Sumut.

Azlaini menjelaskan dirinya hendak menuju Medan dengan pesawat Garuda dari Pekanbaru. Dia menaiki pesawat Garuda GA 227 yang jam keberangkatannya pukul 07.45 WIB, Senin (28/10/2013).

"Kebetulan pagi tadi saya ada tugas ke Medan. Pada jam 07.30 WIB penumpang GA 277 diminta agar segera boarding/naik pesawat. Semua penumpang berdiri berjejer di gate 1 Keberangkatan Bandara SSK II Pekanbaru," kata Azlaini saat dihubungi detikcom.
Saat itu Azlaini yang berada di barisan belakang hendak keluar dari pintu 1. Tapi penumpang tidak diperbolehkan menuju ke tempat tunggu bus yang mengantar ke pesawat. "Tetapi disuruh petugas berdiri di depan luar gate 1," jelasnya

Mantan anggota DPR dari PAN ini langsung bertanya ke petugas megnenai alasan penumpang tidak diizinkan menaiki bus. Menurutnya si petugas mengatakan bus yang akan membawa penumpang belum berada di tempat tunggu.

"Kalau busnya belum stand by, mengapa penumpang disuruh boarding? dan kemudian disuruh berjejal berdiri? Petugas tidak bisa menjawab, hanya cengar-cengir saja," cerita dia.
Setelah 8 menit berdiri, penumpang kemudian diminta menuju bus yang disiapkan. Azlaini menyebut bus berhenti selama 20 menit. Petugas yang berada di dalam bus juga tidak memberi penjelasan mengapa penumpang tertahan lama di bus.

"Saya meminta kepada petugas agar manajernya datang ke gate manual untuk menjelaskan mengapa sampai 20 menit kita terlantar di situ, dan mengapa tidak langsung diantar ke pesawat, waktu itu sudah menunjukkan jam 08.03. Tetapi beberapa petugas perempuan ketika ditanya, juga tidak bisa memberikan informasi mengapa kami harus menunggu lama di situ, dan tidak langsung ke pesawat," kata Azlaini.

Karena petugas tak bisa menjawab, Azlaini marah dan membentak salah seorang petugas perempuan. Petugas itu menangis dan pergi. Setelah itu datang petugas lainnya yang semula bertugas pengurusan boarding di gate 1.

Azlaini mengatakan ada petugas lain yang juga datang memberitahukan penumpang tidak bisa menaiki pesawat sebab pilot menyatakan belum siap terbang. Ketidaksiapan ini karena pilot masih meminta konfirmasi dari Bandara Kuala Namu terkait cuaca.

"Di situ jelaslah bahwa para penumpang termasuk saya, diterlantarkan selama setengah jam, hanya karena tidak ada kordinasi yang layak antara petugas darat (yang mengrus boarding) dari Gapura Angkasa dengan awak pesawat (pilot)," paparnya.

"Kalau memang pilot masih menunggu konfirmasi dari Kuala Namu, dan belum ok untuk take off, seharusnya penumpang tidak disuruh boarding, biarkan saja penumpang duduk di ruang tunggu. Toh Garuda juga sering delay," kata Azlaini kecewa.

Yogyakarta Bakal Punya Bandara Baru yang Dilengkapi Fasilitas Kereta

Senin, 28 Oktober 2013 | 28.10.13

Jakarta - PT Angkasa Pura I (AP I) sedang membangun bandara baru di Yogyakarta, lokasinya di Kabupaten Kulon Progo. Bandara baru ini bakal menggantikan Bandara Adisutjipto.

Biaya pembangunan bandara baru ini diperkirakan menelan investasi Rp 6 triliun. 'The New Yogyakarta Airport' ini akan dilengkapai fasilitas transportasi kereta bandara layaknya Bandara Kuala Namu di Sumatera Utara.

"Kita mau membangun terminal baru di Yogja. Kita ingin membangun betul-betul city. Bukan semata city tapi airport city. Di mana si airport sebagai nucleus (inti). Kemudian infrastruktur di sekitarnya hidup karena ada intermoda transportasi. Ada kereta. Itu yang ingin kita capai," ucap Direktur Utama AP I Tommy Soetomo saat berbincang dengan detikFinance di Kantor Pusat AP I, Kemayoran Jakarta, dikutip Senin (28/10/2013).

Menurut Tommy, bandara baru ini rencananya bisa beroperasi 2016, saat ini masih dalam proses pembebasan lahan yang berjalan mulus. “Kita sekarang tinggal menunggu penerbitan izin lokasi dari Kemenhub (kementerian perhubungan,” jelasnya.

Bandara baru ini juga akan mendukung Provinsi Yogyakarta sebagai destinasi wisata dari turis domestik dan dunia.

“Nanti di Yogyakarta benar-benar komplek. Nanti ada tempat convention, property development, tempat pengembangan industri. Itu semua terintegrasi jadi nanti pusat hubungan lalu lintas orang dan barang itu adalah centrum-nya airport,” jelasnya.

Ia menuturkan untuk mengembangkan The New Yogyakarta Airport ini, AP I menggandeng mitra luar negeri. AP I mengajak GVK, yang merupakan perusahaan dan operator bandara asal India yang sukses mengelola Bandara Mumbai dan Bandara Bangalore.

“Kita sudah sejak lama tahun 2011 bekerjasama dengan GVK India," katanya.

Bandara Adisutjipto merupakan bandara komersial yang dimiliki oleh pihak militer. Bandara ini sudah sangat padat, misalnya data per tahun 2012, jumlah
volume penumpang domestik dan internasional mencapai 4.998.028 penumpang per tahun. Apalagi jadwal penerbangan komersial kerap terganggu karena ada aktivitas pesawat militer.

Menurut Tommy, pengembangan bandara yang dimiliki militer relatif sulit karena terkendala perizinan. “Lahan atau airport yang kita kelola itu kebanyakan milik TNI. Itu yang susah dikembangkan,” terangnya. (feb/hen)

Awal Januari 2014, Tarif KA Ekonomi Naik

Jumat, 25 Oktober 2013 | 25.10.13

JOGJA–Tarif kereta api untuk kelas ekonomi jarak jauh akan mengalami perubahan. Per 1 Januari 2014 mendatang, tarif kereta api Bengawan naik dari Rp. 50.000 menjadi Rp. 95.000.
 
Manajer Humas PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daops) 6 Jogja Sumarsono mengatakan, kenaikan itu dilakukan karena kontrak penyelenggaraan kewajiban pelayanan publik atau Public Service Obligation (PSO) bidang angkutan pelayanan kelas ekonomi tahun anggaran 2013 berakhir.

“Dan belum ditandatanganinya kontrak yang sama [PSO] untuk tahun anggaran 2014. maka, per 1 Januari 2014 nanti, tarif kereta api ekonomi jarak jauh mengalmi perubahan,” ujar Sumarsono, Kamis (24/10/2013).
PSO tersebut merupakan pemberian subsidi oleh pemerintah atas selisih tarif antara pengoperasian kereta api dengan pendapatan dan diberikan untuk kereta ekonomi jarak jauh. Di wilayah Daops 6, terdapat tiga kereta api ekonomi jarak jauh yang dioperasikan dan akan mengalami perubahan tarif.

Antara lain KA Bengawan Solo Jebres – Tanjung Priok yang berangkat pukul 15.30 WIB dengan tarif nonsubsidi Rp. 95.000. Kereta api Progo dengan relasi Stasiun Lempuyangan – Pasar Senen dengan tarif baru Rp. 85.000. Sedangkan untuk KA Sri Tanjung dengan relasi Stasiun Lempuyangan – Banyuwangi berangkat pukul 07.45 WIB akan berlaku tarif nonsubsidi Rp. 95.000. “Sebelumnya ketiga kereta api ini mendapatkan subsidi dari pemerintah dan tarifnya Rp. 50.000,” imbuh Sumarsono.

Penetapan tarif kereta api ekonomi nonsubsidi ini tetap berdasar peraturan Menteri Perhubungan RI No. 28/2012 tentang Pedoman Perhitungan dan Penetapan Tarif Angkutan Orang dengan Kereta Api. Sumarsono menambahkan pemesanan tiket kereta api ekonomi jarak jauh ini untuk keberangkatan 1 Januari 2014 sudah dapat dilayani.

“Karena memang pemesanannya sudah bisa dilakukan pada H-90. Calon penumpang yang akan memesan, bisa mendapatkan secara langsung di loket penjualan di semua stasiun, atau internet reservation. Kini juga tersedia juga pemesanan melalui Blackberry Application, kantor pos, pegadaian an mini market,” tandas Sumarsono.

Sumber

Sriwijaya Hentikan Penerbangan Banjarmasin - Jakarta

BANJARMASIN - Branch Manager Sriwijaya Air area Banjarmasin, Ismihadi mengatakan, terhitung sejak 24 Oktober besok layanan untuk penerbangan rute Banjarmasin-Jakarta akan dihentikan.

Tidak dibeberkan secara detail penyebab utamanya. Namun yang jelas itu merupakan kebijakan pusat. Tapi dia masih meyakinkan penghentian hanya untuk sementara waktu.
"Hanya sementara waktu saja. 

Lebih dikarenakan strukturisasi saja. Mungkin jadwalnya ditata ulang," beber Ismihadi, Rabu (24/10/2013).

Lalu bagaimana yang sudah beli tiket tanggal 24 Oktober dan di atas tanggal tersebut? Dipastikan dana sudah dibayar dikembalikan secara penuh. Cukup datang ke kantor cabang di Jl A Yani 3,5 Banjarmasin.

Disinggung padatnya penerbangan rute Banjarmasin-Jakarta saat ini, tak dibantahnya memang ramai. Hal itu memunculkan persaingan yang cukup ketat. Untuk mengatasinya, Sriwijaya melakukan langkah strukturisasi rute.

Sumber

Menang Melawan Lion Air, Penumpang: Saya Nggak Neko-neko

Jakarta - Robert Mangatas Silitonga tak bisa menyembunyikan kegembirannya. Putusan Mahkamah Agung (MA) yang menghukum Lion Air untuk mengganti bagasi Robert menjadi jawaban atas raibnya koper miliknya.

"Saya ini nggak neko-neko. Lah orang kopernya hilang. Kalau neko-neko ya saya tulis isi kopernya ratusan juta. Tapi karena isinya segitu ya cuma segitu. Mungkin bagi perusahaan sekelas Lion Air ini kecil," kata Robert saat berbincang dengan detikcom, Kamis (24/10/2013).

Koper yang dimaksud yaitu koper yang berisi setumpuk baju senilai Rp 19,1 juta. Koper Polo warna hitam itu hilang pada penerbangan 12 Juli 2011 rute Medan-Semarang. Sesampainya di Bandara Ahmad Yani, koper beserta isinya senilai Rp 19,1 juta raib.

"Sebetulnya ada juga yang nggak dinilai harganya bagi saya pribadi, yaitu kain ulos," papar Robert.

Robert sudah berusaha meminta pertanggungjawaban secara kekeluargaan tetapi pihak Lion Air tidak menggubris. Lion Air hanya menawarkan uang pengganti Rp 2 juta.

"Ya bagaimana lagi. Kami merasa tidak puas dan merasa dilecehkan dalam tanda kutip," ujar Robert.

Atas dasar itu, Robert menggugat Lion Air sebesar Rp 19,1 juta dan kerugian immateril Rp 1,9 miliar. PN Semarang mengabulkan hukuman dengan menghukum kerugian materil Rp 19,1 juta dan immateril Rp 19,1 juta. Putusan ini dikuatkan oleh Pengadilan Tinggi Semarang dan MA. Duduk sebagai majelis kasasi yaitu I Made Tara, Takdir Rahmadi dan Sultony Mohdally.

"Saya menunggu salinan putusannya. Setelah itu akan mengajukan eksekusi," terangnya.

Sebelum putusan ini, MA juga menghukum Lion Air dalam kasus serupa. Penumpang Herlina menang melawan Lion Air hingga tingkat kasasi. Lion Air dihukum mengganti Rp 25 juta atas hilangnya koper Herlina pada penerbangan 4 Agustus 2011.

(asp/try)

Sumber

Jalur Kereta Jakarta - Sukabumi Mulai Beroperasi November 2013

VIVAnews - Jalur kereta api Jakarta menuju Sukabumi, Jawa Barat, mulai pertengahan bulan depan siap beroperasi kembali. Setidaknya, akan ada dua hingga tiga kali perjalanan rangkaian kereta penumpang yang akan melewati jalur tersebut setiap harinya.

Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI), Ignasius Jonan, Kamis 24 Oktober 2013, mengungkapkan, saat ini, PT KAI tengah mempersiapkan pengaktifan kembali jalur tersebut.

"Nanti, setelah itu Cianjur-Sukabumi, tapi makan waktu. Kalau Cianjur makan waktu 2-3 bulan lagi," ujarnya.

Dia mengatakan, untuk rencana pengaktifan kembali jalur Jakarta-Sukabumi itu, rangkaian kereta yang digunakan hanya mengalihkan dari jalur lainnya.

"Kalau mau gerbong baru tunggu setahun," tambahnya.

Dia pun mengungkapkan kenapa jalur tersebut sempat dinonaktifkan PT KAI. Menurut dia, jalur tersebut merupakan salah satu yang merugi dan membutuhkan investasi besar guna memperbaiki fasilitasnya.

"Karena, prasarananya banyak yang rusak, lalu harga karcisnya terlalu murah," ungkapnya.

Namun, dia optimistis dengan rencana pengembangan baru dan perbaikan yang akan dilakukan PT KAI. Dia juga memastikan jalur tersebut tidak akan mendapatkan subsidi dari pemerintah.
Karena itu, dia menambahkan, nantinya fasilitas yang akan dinikmati masyarakat yang menggunakan jalur tersebut dijamin memadai. "Potensinya mungkin 2.000-3.000 penumpang sehari," kata Jonan

Seperti diketahui, banyaknya keluhan dari masyarakat mengenai sulitnya akses kendaraan jalur darat menuju Sukabumi menjadi alasan mengapa upaya tersebut ingin dilakukan.

Keluhan itu kemudian disampaikan Menteri BUMN, Dahlan Iskan, kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono saat pencanangan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan di Sukabumi, awal pekan ini. (ren)