Latest Post

Pesawat Buatan Habibie Diluncurkan 2016

Kamis, 03 Oktober 2013 | 3.10.13

TEMPO.CO , Batam: Mantan Presiden BJ Habibie mengungkapkan, pesawat buatan perusahaannya bakal selesai pada 2016. Pesawat buatan asli Indonesia itu, kata Habibie bernama R-80. Pesawat ini dibuat oleh PT Regio Aviasi Industri miliknya.

Menurut Habibie, pesawat ini dibuat oleh 15 tenaga ahli bidang pesawat terbang. Mereka kini tengah mendesain pesawat R-80 itu. Para tenaga ahli tersebut, menurut dia, berasal dari PT Dirgantara Indonesia yang telah berpengalaman lebih dari 20 tahun. Ada juga yang pernah bekerja untuk perusahaan Boeing dan Airbus.

Menurut Habibie, pesawat ini merupakan pengembangan dari pesawat N-250 yang dikenalkan pada 1997. Pesawat ini akan mampu terbang dengan jarak kurang 600 kilometer, dan irit bakar.

"Sudah ada yang pesan," kata BJ Habibie, Ahad 29 September 2013. Pihak yang memesan tersebut sebanyak seratus unit. Habibie mengaku tergerak membuat pesawat R-80 ini setelah mengetahui dari 250 juta penduduk Indonesia, baru 71 juta orang yang menikmati pesawat terbang sebagai alat transportasi.

Sebelumnya diberitakan NAM Air, maskapai anak usaha Sriwijaya Air yang mulai beroperasi Oktober 2013, telah memesan pesawat ini. Presiden Direktur NAM Air, Jefferson Jauwena mengatakan, meski R80 dibuat di dalam negeri, Jefferson tidak meragukan kualitasnya. Dia bercermin pada pesawat N-250 yang dibuat PT Dirgantara Indonesia satu dekade lalu, yang terbukti berkualitas baik. 

Demi Permen, Petugas Bandara Jeddah Kuntit Wartawan Indonesia

Metrotvnews.com, Jeddah: Kalau di Indonesia ada plesetan “Keluar Uang Habis Perkara” atau KUHP, di Arab Saudi lain lagi. Kalau urusan mau beres, tidak perlu mengeluarkan uang. Cukup keluarkan permen, urusan beres. Dan demi mendapatkan permen, petugas bandara rela menguntit wartawan Indonesia.

Itulah yang dialami wartawan dalam grup Media Center Haji (MCH) saat berada di Jeddah akhir pekan lalu, Sabtu (28/9).

Di Bandara King Abdul Azis, Jeddah, misalnya, para petugas yang biasanya galak, langsung berubah lembut ketika disuguhi permen khas Indonesia, terutama permen dari perusahaan penerbangan yang menerbangkan jemaah haji Indonesia.


Ketika memasuki areal parkir bandara, rombongan MCH diikuti dua orang petugas yang mengendarai mobil patroli. Di antara rombongan bertanya-tanya, karena tidak ada yang salah ketika kami melewati
check point atau saat masuk kawasan bandara yang pengawasannya sangat ketat. Lantas kenapa diikuti?

Dari dalam mobil, kami melihat dua orang petugas tersebut memberi isyarat mendekatkan tangannya ke mulut seperti menyuap makanan. Kami yang tidak mengerti maksudnya, bertanya ke Muhammad Sahe, supir MCH yang sudah lama bermukim di Arab Saudi.


“Oh, tidak apa-apa, mereka minta permen Indonesia. Mereka sangat suka permen Indonesia,” kata Sahe yang tak terlihat panik saat mengetahui diikuti dua petugas tersebut. Beberapa warga Indonesia yang bermukim di Arab Saudi juga mengakui dan merasakan bahwa urusan beres kalau ada permen khas Indonesia.


Di dalam kawasan bandara, permen Indonesia juga digemari para petugas lokal. Ketika ditunjukkan bungkusan permen Indonesia berwarna ungu bertuliskan 'Selamat Menunaikan Ibadah Haji', mereka langsung berkerumun ingin mendapatkan permen tersebut.


“Rasanya lain, sangat khas. Enak, seperti kepribadian orang Indonesia yang ramah dan menarik,” ujar Musa, seorang petugas bandara berpakaian khas Arab Saudi sambil memegang permen aneka rasa di tangannya. (Dika Dania Kardi)

PT KAI Siap Angkut Batu Bara dari Cirebon ke Bandung

CIREBON, (PRLM).- Kereta api siap mengangkut batu bara dari Cirebon untuk memenuhi kebutuhan sejumlah industri di Bandung. Selain lebih cepat dan aman, pengangkutan dengan kereta api juga bisa mengurangi tingkat kerusakan jalan Cirebon-Bandung.

Sebelumnya, PT Kereta Api Indonesia (Persero) membuka jalur kereta penumpang Ciremai Ekspres untuk melayani rute Cirebon - Bandung, dengan empat kali pemberangkatan setiap hari.
Menurut Direktur Komersial PT KAI, Sulistyo Wimbo Hardjito, saat ini PT KAI memiliki 75 lokomotif baru yang ditujukan untuk mengembangkan bisnis baru.

Lokomotif tersebut direncanakan untuk membawa angkutan barang melalui kereta api, di antaranya mengangkut batu bara.
Sulistyo bahkan menjamin, tidak ada pembatasan kapasitas angkut batu bara. "Berapa pun kami siap mengangkut batu bara. Kami bahkan bisa mengangkut sampai 60 gerbong. Hanya saja kalau sampai 60 gerbong panjang kereta bisa sampai 500 meter," katanya.
Seperti diketahui saat ini pengangkutan batu bara yang bersandar di Pelabuhan Cirebon menuju sejumlah pabrik di Bandung masih menggunakan truk-truk terbuka.
Hanya saja, menurut Sulistyo, untuk bisa mengangkut batu bara dari Cirebon ke Bandung, PT KAI membutuhkan rekomendasi atau dukungan pemda.

Rekomendasi, berupa larangan dari pemda agar angkutan batu bara tidak melalui jalan raya.
"Permintaan dari Pemerintah Provinsi Jabar sudah ada, tergantung dari pemerintah di daerah. Kami sudah siap dengan sarana dan prasarananya," katanya. (A-92/A-88)***

Sumber

Enam Perusahaan Teken Kesepakatan Rel KA Bengkulu - Sumsel

BENGKULU, KOMPAS.com - Pemerintah Provinsi Bengkulu dan enam perusahaan asing dan nasional menandatangani nota kesepahaman rencana pembangunan rel kereta api yang menghubungkan Bengkulu dengan Sumatra Selatan sepanjang 230 kilometer, Rabu (25/9/2013).

"Nota kesepahaman ini menindaklanjuti hasil pertemuan antara pemerintah Indonesia yang diwakili Menko Ekuin Hatta Rajasa dengan pemerintah Korea Selatan setahun lalu," kata Gubernur Bengkulu, Junaidi Hamsyah.

Ia mengatakan hal itu saat menyampaikan sambutan dalam acara penandatanganan nota kesepahaman rencana pembangunan rel Kereta Api (KA) Bengkulu-Sumatra Selatan. PT Mandela Resources menjadi pemrakarsa konsorsium perusahaan yang akan membangun rel KA umum tahap pertama dan akan difokuskan mengangkut hasil tambang batubara.

"Pembangunan rel KA ini sudah melalui studi kelayakan pada 2011 dan koordinasi terus kami laksanakan hingga penandatanganan nota kesepahaman ini," katanya.

Menurut Gubernur, investasi tersebut merupakan kerjasama antarnegara untuk percepatan pembangunan wilayah Sumatera Bagian Selatan. Enam perusahaan yang terlibat dalam konsorsium tersebut yakni PT Hanwha S&C, PT Dohwa Engineering, PT Bara Alam Utama, PT True North Bridge dan PT Coalindo Adhi Nusantara.

Adapun peran masing-masing perusahaan yakni PT Hanhwa sebagai kontraktor, PT Dohwa sebagai teknik pembangunan, PT Bara Alam Utama sebagai pengguna jalur untuk mengangkut batubara yang diproduksi, PT True North Bridge sebagai konsultan finansial dan PT Coalindo Adhi Nusanta sebagai pemasaran batubara.

Presiden Direktur PT Mandela Resources, Joko Sudibyo mengatakan, konsorsium tersebut siap melanjutkan penandatanganan nota kesepakatan kerjasama setelah pemerintah Indonesia menetapkan status proyek itu menjadi Kerjasama Pemerintah dan Swasta (KPS). Dengan status KPS atau "Public Private Patnership", maka pemerintah bertanggungjawab menyediakan lahan.

"Semua perusahaan yang terlibat dalam konsorsium ini sudah punya pengalaman baik dalam proyek seperti ini," katanya. Apalagi didukung hasil studi kelayakan di tujuh kabupaten dan kota yang dilintasi jalu rel KA itu, semuanya mempunyai harapan tinggi terhadap realisasi proyek itu. 

Oknum Berseragam Polisi Lecehkan Pramugari Garuda

Ilustrasi
BALIKPAPAN, KOMPAS.com — Seseorang yang berseragam polisi diduga melecehkan pramugari  Garuda Indonesia dalam penerbangan Jakarta-Balikpapan, Rabu (2/10/2013) pagi.

Aksi pria nakal ini tepergok sejumlah penumpang di dalam pesawat itu.

Kejadian dalam penerbangan GA 0562 yang berangkat dari Jakarta pukul 06.55 ini dialami seorang pramugari ketika ia berjalan dari bagian belakang ke bagian depan kabin, sekitar 20 menit menjelang pendaratan di Bandara Sepinggan, Balikpapan.

Saat bersamaan, seseorang yang mengenakan seragam polisi berpapasan dengannya di dekat baris kursi nomor 35.

Saat bersinggungan badan, tangan orang berseragam polisi ini meremas bokong pramugari.

Si pramugari terkaget dan sempat menatap penumpang tersebut. Akan tetapi, kejadian ini berlalu begitu saja.

Orang yang berseragam polisi itu menuju toilet, sementara si pramugari bergegas ke depan untuk melakukan persiapan sebelum pendaratan.

Ketika hendak keluar dari pesawat, Kompas sempat menanyai pramugari tersebut soal kejadian itu. 
Ia hanya mengiyakan ketika ditanya soal kejadian itu. 
"Terima kasih, Pak," katanya ketika disarankan untuk melapor ke petugas dan juga ke pihak Garuda.

Hingga sekarang, pihak Garuda belum bisa dikonfirmasi soal kejadian ini. 

Usia Bayi Yang Di Anjurkan Untuk Naik Pesawat

Rabu, 02 Oktober 2013 | 2.10.13

Para ibu yang mempunyai bayi dan berencana traveling menggunakan pesawat pasti masih punya ketakutan dan kekhawatiran apakah penerbangan nanti aman untuk bayi Anda. Atau ada juga ibu yang masih ragu untuk membawa terbang bayinya karena pertimbangan keamanan. Mungkin Anda juga masih bertanya-tanya berapa sih umur ideal yang aman untuk bayi diajak terbang dengan pesawat. Ada beberapa pendapat yang bisa menjawab pertanyaan tersebut, antara lain menurut pendapat International Civil Aviation, International Air Transport Association, British Thoracis Society dan Canadian Pediatric Society usia yang aman bagi bayi untuk menempuh perjalanan udara yaitu di atas tujuh hari.

Namun menurut Aerospace Medical Association, usia yang aman bagi bayi untuk menempuh perjalanan udara yaitu saat umurnya telah mencapai dua minggu. Sedangkan menurut Center for Disease Control and Prevention, usia enam minggu merupakan batas minimal aman terbang bagi bayi. Perlu diketahui bahwa aturan tersebut hanya berlaku terhadap bayi yang lahir normal dan sehat. Akan berbeda untuk bayi dengan kelahiran prematur atau bayi yang lahir dengan kesehatan yang tidak cukup baik. Untuk bayi prematur sendiri, Anda harus lebih bersabar untuk mengajaknya terbang menggunakan pesawat karena Anda harus menunggu hingga bayi berumur enam bulan jika bayi tidak mempunyai riwayat penyakit sistem pernafasan atau setidaknya dua tahun jika bayi mempunyai riwayat sakit pernafasan maupun sakit lainnya.

Tubuh bayi memang masih sangat lemah dan bayi masih terbiasa dengan lingkungan rahim ibu sehingga masih sulit beradaptasi terutama jika berada di lingkungan baru. Tekanan udara yang tinggi di pesawat mungkin akan mengakibatkan rasa sakit pada telinga, begitu juga pada telinga bayi Anda. Meskipun hal ini tidak mengakibatkan telinga bayi menjadi tuli, namun kenyamanan bayi tentu harus kita prioritaskan. Untuk itu ada baiknya jika tidak terpaksa sekali tunggulah bayi Anda di usia yang lebih memungkinkan untuk diajak menggunakan pesawat terbang yaitu kurang lebih enam minggu. Namun jika memang keadaan sudah sangat mendesak, sebaiknya sebelum  memesan tiket konsultasikan dahulu kepada dokter tentang kesehatan bayi Anda. Untuk tiket pesawat, sebaiknya langsung pesan di maskapai dan beritahukan kepada maskapai bahwa Anda terbang bersama bayi Anda, sebutkan pula umurnya. Pastikan juga maskapi tersebut menyediakan keamanan khusus bayi, seperti seatbelt khusus bayi. Dengan begitu bayi Anda tetap aman selama penerbangan.

Sumber

Libur Idul Adha, Tiket Pesawat Terbang Naik 40 Persen

Selasa, 01 Oktober 2013 | 1.10.13

Harga tiket pesawat terbang tujuan Padang, Surabaya, dan Semarang naik untuk keberangkatan pada musim libur bersama Hari Raya Idul Adha. Kenaikan tarif mulai dari Rp 100.000 hingga Rp 400.000.

Untuk harga tiket Jakarta-Padang saja, misalnya, maskapai Garuda Indonesia memasang tarif Rp 1 juta atau naik Rp 400.000 dari tarif normal.

Andi Sarifudin, Direktur PT Divalina Tour & Travel, agen tiket perjalanan di kawasan Jalan Jaksa, Menteng, Jakarta Pusat mengatakan, daerah Padang, Surabaya, dan Semarang paling banyak diminati konsumen saat Lebaran Haji.
"Kebanyakan yang pulang mudik Lebaran Haji itu ke Padang," ujar Andi Sarifudin ditemui Warta Kota di kantornya, Senin (30/9/2013).

Pria asal Makassar itu mengatakan, kebanyakan maskapai penerbangan menaikkan harga tiket ketiga rute favorit itu, di antaranya maskapai penerbangan Lion Air, Sriwijaya Air, dan Citilink mengumumkan pesawat akhir pekan, untuk penerbangan H-3 menjelang Lebaran Idul Adha naik 40 persen.

"Harga tiket penerbangan Lion Jakarta ke Padang itu Rp 700.000 untuk tanggal 13 Oktober. Padahal, harga tiket normalnya Rp 500.000-an," ujarnya.
Andi mengatakan kondisi kenaikan harga tiket pesawat Rp 200.000 ini masih dianggap normal, karena momentumnya berbeda dengan Hari Raya Idul Fitri.
"Lebaran haji orang nggak terlalu khawatir, dianggapnya (penjualan tiket) normal, tidak seperti Idul Fitri, banyak yang mencari karena khawatir kosong," ujarnya.
Saat ditanya berapa banyak penjualan tiket untuk lebaran Idul Adha tahun ini, Andi mengatakan belum satu pun pesanan tiket yang keluar.

Hanya saja, situasi lebaran haji relatif normal. "Paling sehari bisa 10 tiket perrutenya. Jadi kalau ada 3 rute sampai 4 rute favorit tinggal dikalikan saja," ujarnya.
Faisal, staf dari agen perjalanan masih di Jalan Jaksa mengatakan, kenaikan harga pun terjadi di maskapai penerbangan nasional Garuda Indonesia. Untuk tujuan Jakarta-Padang, Garuda menjual tiket seharga Rp 1 jutaan.
"Harga normalnya cuma Rp 600.000. Tapi itu untuk tarif tiket hari ini yah, kemungkinan bisa berubah lagi besok," ujarnya.
Turun 30 persen


Sumber