Latest Post

6 jam Delay, Ratusan Penumpang Lion Air Terlantar di Cengkareng

Jumat, 18 Oktober 2013 | 18.10.13

Jakarta - Ratusan penumpang Lion Air terlantar setelah pesawat mereka belum berangkat. Ratusan penumpang tidak mendapat kejelasan dari pihak Lion Air soal keterlambatan itu.

"Sudah beberapa jam kami di sini tidak ada keputusan dari pihak Lion Air," ujar Ade, salah seorang penumpang Lion Air yang akan menuju Padang, Sumatera Barat, kepada detikcom, Kamis (17/10/2013).

Ade menyebut dirinya terjadwal berangkat pada pukul 15.00 WIB. Namun hingga kini dirinya belum berangkat. "Belum ada penjelasan dari pihak Lion Air," kata Ade.

Pihak pengelola Bandara Soekarno-Hatta juga disebut tutup mata atas apa yang terjadi dengan para penumpang. Setelah lebih dari 3 jam delay, pengelola bandara baru datang menemui penumpang.

"Dia malah bertanya apa yang terjadi. Seharusnya dia sudah tahu apa yang kita alami," terangnya.
Ade bahkan menyebut semua jurusan dengan menggunakan pesawat Lion Air telat dan belum berangkat menuju jurusan yang dituju.
"Ini juga baru ditemui dari Lion Air setelah kita ribut. Tidak ada solusi dari mereka," katanya.

Hingga saat ini, pihak Lion Air belum bisa dimintai komentar. Direktur Umum Lion Air, Edward Sirait tidak aktif saat dihubungi.

Bagasi Tertinggal di Denpasar, 9 Penumpang Wings Air Kecewa

Sabtu, 12 Oktober 2013 | 12.10.13

Labuan Bajo - Sekitar 9 penumpang Wings Air dengan nomor penerbangan JT 1830 dari Denpasar tujuan Labuan Bajo, NTT harus menelan kekecewaan. Hal tersebut dikarenakan 9 koper milik mereka yang berada di bagasi pesawat tertinggal di Bandara Udara Ngurah Rai, Denpasar.

"Baju saya dan semua perlengkapan semuanya di situ," ujar Amelia, seorang penumpang di bandara Labuan Bajo, Jumat (11/10/2013).

Menurut Amelia, ia dan beberapa rekannya terbang dari Jakarta menggunakan pesawat Lion Air, kemudian saat transit di Denpasar mereka berganti pesawat. "Dari Bali tadi kami ganti pesawat jadi naik Wings Air ke Labuan Bajo," ujar Amelia.

Amelia mengatakan, saat melaporkan perihal peristiwa ini, pihak Wings Air tidak memberikan penjelasan yang berarti. Mereka hanya mencatat nomor bagasi dan berjanji akan mengirimkan bagasi keesokan harinya ke masing-masing hotel tempat para penumpang menginap.

"Gimana mau ganti baju kalau begitu," ujar Amelia.

Usut punya usut ternyata kejadian yang seperti ini sudah sering terjadi. Ini sangat disayangkan, dikarenakan status Labuan Bajo menjadi gerbang turis untuk melihat Komodo.

"Kenapa tidak diperbaiki pelayanannya kalau sudah sering terjadi seperti ini," imbuh penumpang yang lainnya.

Hingga saat ini pihak maskapai Wings Air belum bisa dikonfirmasi mengenai kejadian ini.

Penumpang Lion Diturunkan karena Bangku Dipakai Pramugari

Metrotvnews.com, Denpasar: Penerbangan Lion Air dengan nomor JT 0025 dengan rute Bali-Jakarta diwarnai kericuhan. Empat penumpang yang sudah membeli tiket pesawat, dipaksa turun oleh kru Lion Air di Bandara Ngurah Rai Bali, Rabu (9/10).

Empat penumpang yang sudah memiliki tiket diminta turun dengan alasan tempat duduk tersebut akan dipakai oleh empat pramugari Lion Air, yang hendak ke Jakarta. Pihak Lion beralasan empat pramugari tersebut, harus berangkat ke Jakarta untuk mengejar shift pagi penerbangan.

Akibat berebut kursi pesawat, penerbangan Lion Air yang seharusnya dilakukan pada pukul 20.00 Wita, menjadi terlambat. Sempat terjadi perdebatan di kabin pesawat antara kru Lion Air dengan penumpang.

Setelah berdebat panjang, akhirnya pihak Lion Air bersedia mengalah, dan mempersilahkan penumpang yang telah memiliki tiket untuk ikut dalam penerbangan.
Sekitar pukul 22.00 Wita pesawat akhirnya diterbangkan dari Bandara Internasional Ngurah Rai Bali menuju Bandara Internasional Soekarno Hatta Tangerang, Banten. (Ade Firman)

Tigerair Mandala Gandeng Citibank Beri Tiket Gratis untuk Pemegang Kartu Kredit

Kamis, 10 Oktober 2013 | 10.10.13

JAKARTA – Maskapai penerbangan, Tigerair Mandala memberikan promo spesial bagi pemegang kartu kredit Citibank. Tigerair Mandala memberikan tiket tambahan gratis untuk pembelian tiket online dengan menggunakan semua jenis kartu kredit Citibank.

Presiden Direktur Tigerair Mandala, Paul Rombeek, mengatakan bahwa promo 'Buy One Get One Free' ini dimulai dari 9-23 Oktober 2013 untuk periode perjalanan 9 Oktober 2013 – 31 Mei 2014. Promo ini berlaku untuk seluruh penerbangan yang dioperasikan oleh Tigerair Mandala dengan kode penerbangan RI dan Tigerair Singapore dengan kode penerbangan TR. "Untuk tujuan dari dan ke Indonesia," ujarnya di Jakarta, Rabu (9/10).

Paul berharap kerjasama Tigerair Mandala dan Citibank itu akan mempermudah pelayanan bagi penumpang. Untuk menikmati promo ini, pemegang kartu kredit Citibank cukup mengunjungi laman resmi Tigerair dan memasukkan enam angka pertama kartu kredit mereka sebelum memilih rute yang diinginkan.

Selanjutnya Pelanggan kemudian memasukkan bilangan genap untuk jumlah penumpang (2,4,6,8). Kemudian, pilihan jadwal penerbangan akan muncul disertai dengan notifikasi tiket gratis. Harga yang tertera belum termasuk pajak dan biaya tambahan lainnya seperti bagasi tambahan, boarding, pemilihan kursi, maupun pemesanan makanan online selama di penerbangan.

Sedangkan Director Country Corporate Affairs Citi Indonesia, Agung Laksamana, merasa senang dapat bekerjasama dengan Tigerair Mandala. Menurutnya, kerjasama itu merupakan komitmen Citi Indonesia untuk selalu memberikan pelayanan terbaik bagi para nasabah.
"Kami menyadari kebutuhan nasabah Citi, salah satunya untuk travelling dan kami percaya bahwa kerjasama ini akan memberikan nilai tambah bagi para pemegang kartu kredit Citibank ketika mereka terbang dengan Tigerair Mandala," imbuh Agung. (chi/jpnn)

Lokasi Bandara Baru Yogyakarta Rawan Tsunami

Selasa, 08 Oktober 2013 | 8.10.13

TEMPO.CO, Yogyakarta - Tim yang menangani proyek bandar udara internasional baru Yogyakarta di Kabupaten Kulon Progo akan memasang benteng di kawasan yang menjadi lokasi bandara untuk mengantisipasi ancaman bencana tsunami. Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X mengatakan tim akan memasang benteng pada jarak 200 meter dari pantai di Temon, Kulon Progo.

Tim itu terdiri atas petugas PT Angkasa Pura dan pemerintah DIY. Menurut Sultan, sejak awal perencanaan proyek, tim telah mengkaji lokasi bandara baru di Temon, Kulon Progo. “Nanti dipasang benteng,” kata Sultan sebelum rapat paripurna di gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah DIY, Senin 7 Oktober 2013.

PT Angkasa Pura I merekomendasikan kawasan Glagah hingga Sindutan, Kecamatan Temon, sebagai lokasi proyek bandara berdasarkan hasil studi kelayakan. Bandara baru ini akan menggantikan Bandara Adisutjipto, yang dinilai semakin tak memadai.

Menurut Sultan, tim pelaksana proyek bandara baru Kulon Progo telah mengajukan izin penetapan lokasi di Kecamatan Temon. Tim itu juga telah mengajukan izin penetapan lokasi bandara baru Kulon Progo kepada Menteri Perhubungan E.E. Mangindaan.” Izin penetapan lahan sudah di meja Menteri. Mohon segera ditandatangani,” kata dia. Namun Sultan belum tahu kapan surat izin itu turun. Ia berharap pembangunan bandara baru di Kulon Progo dimulai pada 2014.

Sultan mengatakan hingga kini belum mendapatkan hasil penelitian pemetaan risiko bencana tsunami oleh Jurusan Teknik Fisika Universitas Gadjah Mada. Padahal, UGM telah menyerahkan hasil kesimpulan penelitian kepada pemerintah DIY pada 2012. “Saya tidak tahu. Silakan tanya ke PT Angkasa Pura,” kata dia. Ia menyatakan akan mendengar masukan dari UGM.

Sultan juga menyebutkan saat ini tim khusus proyek pembangunan bandara baru Kulon Progo masih menghitung nilai kompensasi untuk pembebasan lahan warga. Tim konsultan independen akan menghitung nilai tanah yang dibebaskan. Sedangkan PT Angkasa Pura akan membuat perjanjian untuk proses pembebasan lahan. “Kan ada perhitungan kelayakan nilai,” kata Sultan.

Wakil Ketua Komisi C DPRD DIY, Arif Rahman Hakim, mengatakan penelitian UGM bisa menjadi bahan pertimbangan bagi pemerintah DIY sebelum membangun bandara baru. Komisi C DPRD DIY telah bertemu dengan Dinas Perhubungan dan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah untuk membahas hasil penelitian UGM. “Kami akan bahas penelitian UGM secara khusus di komisi,” kata Arif.

Tim gabungan Laboratorium Sensor dan Sistem Telekontrol Jurusan Teknik Fisika Fakultas Teknik UGM, Yogyakarta, bersama Communication and Rescue Organisasi Amatir Radio Indonesia DIY meneliti kawasan Temon. Menurut tim ini, Kecamatan Temon, Kulon Progo, termasuk dalam jangkauan tsunami karena posisinya landai. Kawasan ini berada pada ketinggian kurang dari 50 meter di atas permukaan air laut. UGM menyatakan kawasan aman dari terjangan tsunami ada di sebelah utara Temon, yang memiliki ketinggian lebih dari 50 meter di atas permukaan laut.

Sunarno mengatakan timnya menyusun peta risiko bencana tsunami yang memberi petunjuk perkiraan mengenai jangkauan terjauh gelombang tsunami di kawasan bagian selatan DIY. Di kawasan batas aman, kata Sunarno, timnya memasang patok-patok penanda berupa tugu batu kecil. “Kami sudah memasang patok-patok di kawasan aman yang dekat dengan tanah lapang,” kata Sunarno.

Patok-patok itu memang tidak mencolok, tapi pemasangannya sudah diinformasikan ke pemerintah daerah masing-masing kawasan. Gambar di peta mengenai garis aman tsunami itu menunjukkan batas memanjang dari kawasan utara Temon, Kulon Progo, hingga Gunungkidul. Bentuknya seperti mangkuk.

Lion Air Lupa Angkut Tas Penumpang

JAKARTA - Hendry Ginting seorang penumpang maskapai penerbangan Lion Air JT 0383 merasa kecewa lantaran tas yang dia titipkan dibagasi pesawat lenyap.
Hendry tiba di Bandara Soekarno Hatta Minggu malam (6/10) sekitar pukul 19.30 WIB dari Bandara Kualanamu, Medan, Sumatera Utara. Namun setibanya di Bandara Soekarno Hatta, tas miliknya yang di titipkan bagasi pesawat tak juga terlihat di tempat pengambilan barang.

Hendry yang berprofesi sebagai wartawan ini tidak sendiri, ada sekitar tiga penumpang lagi yang bernasib sama. "Tas pakaian saya hilang, di dalamnya ada kunci rumah, kunci kendaraan dan lain-lain," ucap Hendry di Jakarta, Senin (7/10).
Setelah menunggu di tempat pengambilan barang, Hendry yang baru pulang tugas dari Sumut ini dan tiga penumpang lainnya langsung mengkonfirmasi kepada pihak Lion Air di Bandara Soekarno Hatta.

Petugas yang menangani barang yakni, Edy Prasetyo dan Arfan menjelaskan, kemungkinan barang penumpang tertinggal di Bandara Kualanamu. Atas ketidaknyamanan ini mereka meminta maaf dan menjanjikan sekitar pukul 23.30 WIB, tas dan koper yang tinggal di Medan akan diterbangkan dengan pesawat Lion Air yang lain ke Jakarta. Mendengar penjelasan petugas itu, Hendry masih merasa jengkel.
"Mereka memang meminta maaf, pihak Lion Air berjanji akan mengantarkan langsung tas kami ke alamat penumpang masing-masing. Ini sangat merugikan kami tentunya," keluhnya.

Hendry mengaku kejadian seperti ini bukanlah pertama kali terjadi, beberapa bulan lalu dalam suatu penerbangan dengan maskapai Lion Air, dia juga menemukan penumpang yang satu pesawat dengannya mengalami kehilangan tas. Maka, pria yang tinggal di Depok ini tak segan melaporkan kejadian ini ke pihak berwajib.
"Kacau sekali ini Lion Air. Kalau tas saya enggak ditemukan, saya akan lapor ke polisi," tegasnya. (chi/jpnn)

Penumpang Lion Air Keluhkan Hilangnya Tas di Bagasi Kabin

Senin, 07 Oktober 2013 | 7.10.13

Jakarta - Salah satu penumpang Lion Air dengan nomor penerbangan JT 0262 Surabaya-Balikpapan, Minggu (6/10/2013), melaporkan telah kehilangan tas di bagasi kabin.
Penumpang Lion Air berinisial PK tersebut mengatakan, tas tersebut hilang di bagasi kabin saat pesawat melakukan transit di Balikpapan sebelum menuju Tarakan.

"Barusan hari ini (Minggu, 6/10/2013) kejadian sama mama papa ku yang terbang dengan Lion Air ke Tarakan transit di Balikpapan. Pada saat transit turun di Balikpapan mau ambil tas ransel di kabin, sudah ada orang lain yang ambil ransel papa isi laptop, kamera dan HP. Apa tertukar secara tidak sengaja atau sengaja diambil?" keluh penumpang tersebut kepada Centroone.com, Senin (7/10/2013).

Ia menuturkan bahwa dirinya sudah melaporkan kepada petugas, namun tetap tas tersebut tidak bisa diketemukan.
"Kejadian sangat cepat. Padahal papa mama duduk di kursi no 4 di depan. Ransel yang "tertinggal" isi nya sandal bekas dan pakaian rombeng. Maling naik pesawat??" ujarnya.
Centroone.com mencoba menghubungi pihak Lion Air untuk mengkonfirmasi keluhan tersebut, namun hingga berita ini diturunkan pihak Lion Air belum bisa dihubungi.

Sekedar informasi, berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2009 Tentang Penerbangan Pasal 143 menyebutkan Pengangkut tidak bertanggung jawab atas kerugian karena hilang atau rusaknya bagasi kabin, kecuali apabila penumpang dapat membuktikan bahwa kerugian tersebut disebabkan oleh tindakan pengangkut atau orang yang dipekerjakannya.